AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]
42 END


__ADS_3

" Airca! " Airca kaget termasuk semua yang ada didalam ruangan saat Antonsen masuk dengan memanggil namanya, Antonsen tidak memperhatikan wajah orang-orang tersebut tapi yang dia lihat adalah Alfano yang duduk disamping istrinya


" Syukurlah "


Antonsen mengabaikan tatapan kaget semua orang dan berjalan mendekati istri dan anaknya


" Sayang.... " Airca merasa tidak enak pada para pemegang saham karena kehadiran suaminya dia berdiri dan menatap suaminya


" Aku mau bicara" Airca menggendong Alfano dan bejalan lebih dulu keluar ruangan, Antonsen yang melihat itu mengekori istrinya


Angel yang berdiri tidak jauh dari pintu menatap adiknya


" Kakak, bisa kakak ambil alih dulu sekarang, aku akan bicara dulu dengan suamiku "


" Ya baiklah" Airca keluar, Antonsen tidak menatap Angel sama sekali dan mengikuti Airca yang keluar duluan


Airca berbalik dan menatap suaminya dengan sedikit kesal


" Kenapa kamu bisa ada disini? " Antonsen menatap Airca dan mendekati istrinya, dia memeluk Airca yang sedang menggendong Alfano, Alfano yang berada di tengah-tengah mendongakkan kepalanya memperhatikan kedua orang tuanya


" Aku hanya khawatir "


" Kenapa? "


" Kamu tidak mengangkat panggilan ku, aku telpon Mama dia bilang Alfan tidak ada disana, kan aku jadi khawatir "


" Alfan tidak mau kerumah Mama dia mau ikut kesini"


" Kan apa aku bilang, kamu itu dirumah saja kasihan Alfan " Airca nenghembuskan nafasnya pelan


" Ya sudah lepas aku mau kembali masuk" Antonsen mencibikkan bibirnya tidak suka


" Kan sudah ada Angel "


" Antonsen kamu sudah janji ya kalau aku boleh kesini"


" Ini salah kamu yang tidak mengangkat panggilan ku "


" Ponselku tertinggal di ruangan kak Angel " Antonsen melepaskan pelukkan nya dan mengambil alih Alfan


" Aku masuk dulu ya" Airca masuk meninggalkan Antonsen dan Alfano,


Antonsen menghembuskan nafasnya pelan dan menatap putranya


" Kenapa Alfan tidak mau ke rumah Omma? " Tanya Antonsen


" Mama jemput Alfan tidak bawa adik makanya Alfan marah dan mau ikut Mama kesini " Antonsen tersenyum dan mengusap rambut Alfano


" Ya sudah, Alfan ikut Papa ke kantor ya?" Alfano mengangguk dan memeluk leher Antonsen


" Alfan mau adik laki-laki"


" Iya" Kata Antonsen sambil membawa Alfano pergi dari sana


**


Antonsen berbaring diatas ranjang menunggu Airca keluar dari kamar mandi, dia tersenyum dengan lebar sambil memejamkan matanya, entah apa yang dipikirkan pria itu


Antonsen membuka matanya saat mendengar suara pintu terbuka, dia menyampingkan badannya menatap Airca yang keluar dengan menggunakan handuk saja


" Sayang kamu sexy sekali "


" Kamu baru tahu ya" Kata Airca tersenyum menggoda, Antonsen tersenyum sangat lebar dan mendudukan dirinya

__ADS_1


" Tidak, kamu selalu sexy setiap hari tapi malam ini lebih hot"


Airca tertawa pelan dan bejalan menuju arah pintu


" Mau kemana? "


" Mengunci pintu " Antonsen tersenyum malu mendengarnya dia memeluk batal dengan erat sambil memperhatikan punggung istrinya


Setelah mengunci pintu Airca berjalan mendekati Antonsen, Antonsen sangat gugup entah kenapa


" Shiiit.... Kenapa aku yang gugup sekarang "


Airca menangkap raut gugup suaminya karena dia belum pernah bertingkah agresif seperti sekarang


" Kamu sangat tampan malam ini" Airca mengusap lembut wajah Antonsen, Antonsen merasa sangat senang dengan sikap istrinya sekarang


" Kamu menggodaku? "


" Tidak, memangnya kamu tergoda? "


" Dari kamu keluar dari kamar mandi aku sudah tergoda " Airca tertawa pelan dan mencium lembut bibir Antonsen, Antonsen menegang dan menatap Airca dengan mata polos nya


Airca tersenyum dan membuka baju kaos hitam milik Antonsen, Antonsen hanya diam saja membiarkan Airca memanjakan dirinya


Setelah Antonsen bertelanjang dada, Airca menatap Antonsen dengan senyum manisnya


" Kamu yang buka apa aku? " Tanya Airca dengan menyentuh handuk yang menutupi tubuhnya


" Kamu" Kata Antonsen mencoba menahan letupan kebahagian didadanya


Airca tersenyum, tangannya bergerak untuk membuka handuk tapi matanya menatap Antonsen yang juga menatap intens kearahnya


Airca sudah membuka handuknya dan Antonsen langsung menatap pemandangan yang membuat dia seperti terbang ke angkasa


" Luar biasa"


Antonsen menatap penuh cinta dan langsung menarik Airca berbaring, dia menatap Airca dan mencium keningnya, kemudian kedua pipinya dan hidungnya, terakhir dia mengecup lembut bibir Airca


" Kamu sangat wangi, apa kamu sudah siap? "


" Sudah " Antonsen tersenyum senang dan mencium liar bibir istrinya, dia menuruni ciumannya ke leher Airca dan mengecupnya dengan kecupan yang jelas


Mereka bercinta dengan penuh cinta hingga ruangan itu hanya di penuhi dengan kata-kata cinta dari Antonsen dan suara penuh gairah


**


Airca membuka matanya dan tersenyum melihat Antonsen yang masih tertidur, dia menyentuh rahang kokoh suaminya, Airca mendekatkan wajahnya dan mencium pipi Antonsen dengan lembut


" Sayang jangan nakal" Antonsen berbicara dengan mata masih terutup, Airca tersenyum dan kembali mencium Antonsen berkali-kali, Antonsen berbalik dan memeluk erat Airca hingga tubuh mereka menempel, Airca tertawa pelan melihat wajah kesal suaminya


" Kamu harus tanggung jawab sekarang aku menginginkanmu"


" No"


Antonsen kesal dan langsung mencium Airca



Airca tertawa disela ciuman, Antonsen menarik wajahnya dan menatap intens istrinya


" Aku harus berusaha keras untuk membuat keinginan Alfan untuk memiliki adik laki-laki tercapai " Airca tersenyum geli mendengarnya


" Oh jadi hanya untuk Alfan, jadi kalau adik Alfan sudah ada tidak boleh lagi ya"

__ADS_1


" No! Lebih baik aku bangkrut daripada tidak dapat bercinta denganmu" Wajah Airca memerah mendengar kata vulgar dari suaminya, Antonsen yang melihat istrinya malu tertawa pelan dan menciumi seluruh wajahnya


" Aku akan melakukannya lagi" Kata Antonsen menatap Airca yang juga menatap nya, Airca menganggukkan kepalanya dan memeluk leher suaminya saat Antonsen kembali menciumnya


**


Hari ini hari weekend, Antonsen sedang berenag bersama Alfan dikolam renang, Airca datang dari dalam rumah dengan membawa cemilan dan minuman, Antonsen yang melihat Airca datang meletakkan Alfano di kolam kecil khusus milik Alfano yang dangkal


" Sayang, ayo kita berenang " Airca menggeleng dan meletakkan nampan cemilan dan minuman dimeja samping kolam


Dia duduk dikursi dibawa payung besar diatasnya, Antonsen naik keatas dan mendekati Airca dengan hanya menggunakan boxer dibawahnya


Airca menatap arah dalam takut ada yang melihat suaminya


" Pelayan tidak ada sayang, mereka sudah aku larang kesini jadi hanya kamu yang melihat tubuh hot ku ini" Kata Antonsen tersenyum lucu saat melihat wajah khawatir istrinya


" Siapa juga yang takut pelayan melihat tubuhmu " Kata Airca kesal, Antonsen tertawa pelan dan mencium bibir Airca yang mengerucut kesal


" Ayo "


" Tidak mau" Tolak Airca, Antonsen langsung mengangkat Airca dan membawanya terjun bersama, Airca yang kaget berteriak saat mereka terjun bersama kedalam kolam


Antonsen memeluk Airca ditengah kolam dengan Airca yang memukul kesal bahunya


" Antonsen aku sangat kaget" Antonsen hanya tertawa melihat wajah kesal istrinya


" Makanya jangan menolak" Airca mendorong Antonsen dan berenang menjauh takut bila Alfan melihat dirinya dan Antonsen yang bermesraan, Antonsen yang tidak ingin Airca pergi kembali menariknya ke pelukkan


" Mau kemana? " Airca meringis saat matanya bertemu dengan Alfan yang bermain bola air di kolam kecil miliknya


" Disini ada Alfan "


" Astaga sayang, aku tidak akan mengajakmu bercinta disini hanya ciuman saja"


" Tetap saja Alfan masih kecil tidak baik untuk melihat hal seperti itu"


Antonsen tersenyum dan mencium kening istrinya


" Sayang ini di Inggris, semua orang sering berciuman bahkan didepan anak-anak mereka "


" Antonsen, Alfan itu polos dia pendiam dan anak yang baik, aku sering melihat dia menutup matanya saat kamu mencium ku "


" Benarkah? "


" Iya"


" Dia anak yang baikkan sayang, dia tahu yang harus dan tidak untuk dilihat, aku merasa beruntung memiliki kamu sebagai istri ku dan ibu dari anak-anak ku" Airca tersenyum malu mendengarnya


" Aku juga merasa beruntung memiliki kamu sebagai suamiku, dan ayah dari Anak-ankku, kamu sangat mencintaiku dan selalu memperlakukanku dengan lembut dan penuh cinta" Antonsen mengeratkan pelukannya saat mendengar perkataan istrinya


" Setiap aku bangun dari tidurku aku selalu bersyurkur kepada Tuhan karena dia memberikan kamu padaku " Mata Airca berkaca-kaca mendengar kata tulus suaminya


" Aku tahu karena kamu mengatakannya keras sekali setiap pagi" Antonsen tersenyum dan mendekatkan wajahnya di telinga istrinya


" Sayang kamu merasakannya? " Tanya Antonsen, Airca mengerutkan dahinya bingung tapi kaget saat Antonsen semakin merapatkan dirinya, ternyata milik Antonsen sudah mengeras


" Aku menginginkamu, ayo kita kekamar" Airca tersenyum dan mengangguk


" Aku mencintaimu Antonsen suamiku"


" Aku lebih mencintaimu Airca Carl, istriku"


END

__ADS_1


__ADS_2