![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Airca berjalan pelan menuruni tangga, Antonsen yang melihat itu dengan cepat menuntun nya
" Hati-hati sayang" Airca menatap Antonsen dan tersenyum
" Aku jalannya hati-hati kok"
" Aku merasa khawatir setiap kali kamu menuruni tangga lebih baik kita pindah kamar dibawah saja, jadi kamu tidak perlu naik turun tangga"
" Aku tidak apa-apa "
" Kamu kalau dibilangin sama suami itu nurut, hari ini aku minta pelayan membereskannya" Airca memenghela nafasnya, sejak mereka mengetahui kehamilan dirinya 8 bulan yang lalu, Antonsen sangat protektif denganya, melarangnya melakukan banyak hal termasuk pekerjaan, melarangnya pergi jauh-jauh, melarangnya memasak, terlalu takut Airca akan kenapa-kenapa.
Mereka sudah sampai dibawah, Airca pergi kearah dapur tapi Antonsen menahannya
" Mau kemana? "
" Minum"
" Biar aku saja"
" Tidak perlu..." Belum Airca selesai bicara, suaminya itu sudah pergi menuju dapur, Airca tersneyum melihat nya dan duduk disofa
Antonsen datang dengan segelas air putih dan duduk disampingnya
" Ini sayang" Kata Antonsen sambil memberikan minuman itu ketangan Airca
" Terima kasih " Balas Airca dengan senyum manis
" Kalau begitu cium " Airca tersenyum dan mencium pipi kiri Antonsen, Antonsen sangat senang dan balik mencium Airca kemudian dia mencium perut Airca yang sudah membesar
" Apa dia baik-baik saja? " Tanya Antonsen dengan khawatir sambil mengusap perut Airca pelan
" Dia baik-baik saja"
" Kita periksa kedokter ya hari ini? "
" Kita sudah periksa dua hari yang lalu"
" Tidak apa-apa, setiap hari juga tidak masalah"
Airca tertawa pelan mendengarnya
" Kamu ini " Kata Airca dengan memukul pelan lengan Antonsen
" Aku serius sayang" Airca menatap Antonsen yang memasang wajah serius
" Tidak bisa, aku mau menonton konser Joshua hari ini"
" Apa? Nonton konser ? " Airca menganggukkan kepalnya mengiyakan
" Tidak boleh "
" Kenapa? "
" Kamu sedang hamil besar sayang, bagaimana kalau terjadi sesuatu "
" Kamu do'akan aku mengalami hal buruk? " Kata Airca dengan kesal, Antonsen terdiam dan menggeser duduknya agar lebih dekat dengan istrinya
" Tidak sayang, aku hanya tidak ingin hal buruk terjadi sama kamu dan anak kita, disanakan orang-orang bertingkah sembarangan"
" Tidak akan, kamu percaya sama aku" Antonsen menarik nafasnya panjang kemudian mencium istrinya
" Baiklah, tapi dengan aku perginya ya? " Airca tersenyum senang dan memeluk Antonsen
" Terima kasih" Antonsen membalas pelukkan Airca dan mencium kepalanya
" Itu karena aku sangat mencintaimu " Bisik Antonsen ditelinga Airca, Airca menarik dirinya dan menatap Antonsen
" Cuma sama aku, Babynya? "
" Aku mencintai kalian berdua" Antonsen mendekatkan wajahnya ingin mencium Airca, bibir mereka sudah bertemu
" Airca!! " Airca dengan cepat menarik dirinya saat melihat Angel datang mendekat, Antonsen menghembuskan nafasnya kesal saat melihat siapa yang datang
" Kakak" Angel tersneyum dan duduk di samping Airca, Antonsen menatap tidak suka Angel yang mulai mengalihkan perhatian Airca darinya, Antonsen menempelkan tubuhnya pada Airca dan memeluk pinggangnya, dia harus menjaga wanitanya, karena Angel selalu datang setiap weekend ke rumah mereka dan membuat Airca sibuk denganya hingga Antonsen terabaikan
" Kamu sudah tahu kalau hari ini ada konser Joshua? " Kata Angel dengan senang
" Sudah, kakak mau pergi kesana? "
" Iya, Joshua mengundangku kesana dengan memberikan dua tiket konser VIP, dia bilang aku bisa pergi dengan pacarku, itu sangat melukai harga diriku, tapi tidak masalah aku bisa mengajakmu"
Airca baru akan menjawab Antonsen sudah lebih dulu menyela
" Airca akan pergi denganku" Angel menatap Antonsen yang masih bersikap sinis padanya bahkan setelah delapan bulan berlalu
__ADS_1
" Memangnya kalian sudah membeli tiket? " Angel harus bersabar dengan sikap Antonsen, dia tahu, dia dulu telah melakukan hal yang sangat jahat wajar saja orang-orang meragukan dirinya
" Belum " Sambung Airca
" Belum? Kalian ini bagaimana, tiket konser itu sudah habis dari dua minggu yang lalu, orang-orang membelinya secara online karena takut kehabisan tiket"
" Habis? " Kata Airca dengan kaget sambil menatap Antonsen
" Sudah, kamu pergi denganku saja, akukan punya dua tiket" Angel tersenyum manis pada Antonsen yang menatap kesal kearahnya
" Hanya soal tiket itu hal kecil, aku tinggal menelpon Joshua dan aku langsung bisa masuk kesana " Angel mencibikkan bibirnya merasa ragu mendengar itu
" Setahuku, kursi disana sudah ada pemiliknya, aku rasa Joshua tidak akan tega mengusir Fansnya hanya untukmu " Antonsen menatap tajam Angel kemudian menatap Airca yang menatap bingung kearahnya
" Tidak masalah sayang, kamu tenang saja" Antonsen mendekatkan wajahnya dan mencium Airca didepan Angel, Angel memutar matanya kesal melihat itu
" Banyak drama sekali suami kamu ini Airca, aku tidak tahu kenapa kamu bisa tahan denganya"
" Maksud kamu apa? " Kata Antonsen dengan emosi
" Iya kamu itu sangat Drama, kamu hanya perlu bersikap baik padaku, dan aku akan dengan senang hati memberikan tiket ku"
" Aku tidak butuh tiket milikmu, kamu bisa pergi dengan pria malammu" Airca dan Angel tersentak mendengarnya, Airca menatap marah Antonsen dan mencubit pinggangnya
" Auuu... Sayang sakit " Antonsen mengusap pinggangnya yang dicubit Airca dengan sangat kuat
" Minta maaf"
" Memangnya aku salah apa? " Airca kembali mencubit Antonsen dan kali ini lebih keras
" Sayang sakit! " Antonsen menangkap tangan Airca yang mencubit nya dan menggengamnya erat
" Kamu jahat sekali, aku ini suami kamu"
" Mulut kamu itu jangan suka bicara kasar, kamu tidak ingat aku lagi hamil " Antonsen menghembuskan berat nafasnya dan mencium bibir istrinya cepat
" Iya maaf"
" Bukan sama aku, minta maaf sama kak Angel " Antonsen menatap Angel yang sedikit Syok saat Antonsen mengingtkan nya akan dosa lama Angel yang sudah sangat lama Angel tinggalkan
" Maafkan aku, aku hanya ripleks saja, aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu" Angel tersenyum mendengarnya
" Tidak masalah, aku tahu tidak mudah menerima aku yang sekarang, ini... "
Kata Angel sambil meletakkan dua tiket konser diatas meja
" Kakak" Kata Airca terharu
" Kenapa dengan wajahmu Airca, aku sebenarnya hanya bercanda tentang aku akan mengajakmu ke konser, aku tahu suamimu ini tidak akan mengizinkannya"
" Aku ada acara besok di Paris, jadi aku harus pergi sore ini menggunakan pesawat, Joshua memberikan dua tiket untukku tapi aku bingung mau aku apakan, tapi aku ingat kamu sangat suka dengan Joshua"
" Istriku bukan suka dengan Joshua hanya Lagu-lagunnya " Kata Antonsen sensi, Angel berdecak kesal mendengar nya
" Kamu ini posesif sekali, adikku pasti tertekan hidup denganmu "
**
Antonsen yang baru masuk kedalam kamar kaget saat melihat istrinya sudah berpakaian rapi
" Sayang kamu mau kemana? " Tanya Antonsen sambil berjalan mendekati Airca yang berdiri didepan cermin
" Nonton konser" Antonsen mengerutkan dahinya dan memeluk Airca dari belakang
" Masih lama sayang, dua jam lagi"
" Aku ingin jalan-jalan dulu sebelum ke tempat konser" Airca melepaskan pelukkan Antonsen dan menatapnya
" Kamu siap-siap sana, kita pergi sebentar lagi" Antonsen hanya diam menatap Airca yang menyuruhnya ber siap-siap
" Sudah pergi sana" Kata Airca sambil mendorong Antonsen masuk kekamar mandi
**
Airca duduk di depan televisi sambil memakan snack ditangannya, Antonsen sudah siap dan berjalan menuruni tangga, dia melihat Airca yang sedang duduk diruang tamu
Antonsen tersenyum dan berjalan mendekati Airca tapi dia terhenti saat melihat pelayan melintasinya
" bibi Corny" Antonsen memanggil wanita paruh baya yang menjadi pelayannya sejak lima tahun yang lalu
" Iya Tuan "
" Tolong pindahkan barang-barang saya dan istri saya kekamar bawah, Nonya merasa lelah harus naik turun tangga" Corny tersenyum mendengarnya, dia tahu Airca tidak pernah mengeluh tentang tangga, ini pasti alasan tuannya saja
" Baik Tuan, kalau begitu saya permisi kebelakang " Antonsen menganggukkan kepalanya dan Corny pergi dari sana
__ADS_1
Antonsen melangkah kakinya menuju istrinya yang fokus menonton, Antonsen sudah sampai dan akan menegurnya tapi terhenti saat ponsel Airca berdering
" Hallo" Kata Airca pada orang diseberang telpon
" Hai Airca bagaimana kabarmu? "
" Baik, kalau kamu? " Airca menatap Antonsen yang duduk disamping nya sambil mendekatkan kupingnya kearah ponsel Airca
" Jane yang telpon " Kata Airca pada Antonsen yang tampak penasaran, dia harus sering terbuka pada suaminya sekarang, karena pria itu sangat ingin tahu hal sekecil apapun yang Airca lakukan, dia tidak akan berhenti sebelum mengetahui nya
Antonsen yang mengetahui itu Jane menganggukan kepalanya mengerti
" Aku juga baik, aku ada kabar yang menggembirakan untukmu "
" Apa? "
" Joshua akan konser malam ini, dan aku sudah membeli dua tiket, satu untukku dan satu lagi untukmu "
Airca menatap Antonsen yang memperhatikan dirinya
" Ada apa? " Tanya Antonsen setelah menyadari tatapan istrinya
" Jane membelikan tiket konser Joshua untukku " Kata Airca sambil berbisik, Antonsen yang mendengar itu mengerutkan dahinya tidak suka.
" Bilang saja kamu pergi denganku " Kata Antonsen dengan nada yang keras hingga Jane dapat mendengarnya
" Aku tidak enak, dia sudah membelikanku tiketnya" Airca menjauhkan ponselnya agar Antonsen tidak kembali bicara sembarangan yang mungkin dapat didengar Jane
Antonsen menatap Airca dan mulai berpikir, kemudian dia tersenyum
" Tidak masalah, katakan dia untuk datang ke restoran Honey Sweet"
" Apa yang kamu rencanakan? " Tanya Airca dengan curiga atas sikap suaminya
" Sudah sayang, katakan saja padanya"
" Baiklah " Airca kembali meletakkan ponselnya dikuping dan mulai berbicara
" Jane bisa kamu datang kerestoran Honey sweet sebentar lagi? "
" Kite ketemuan disana? " Airca menatap Antonsen kemudian kembali bicara
" Iya, kita ketemuan disana "
" Baiklah kalau begitu aku akan ber siap-siap dulu, bye nanti aku hubungi kalau aku sudah sampai disana, eh tapi... Apa aku jemput kamu dan kita bisa pergi bersama saja? "
" Ya boleh, tapi kamu tahu rumahku dimana? "
Terdengar suara tawan kecil dari seberang telpon
" Astaga Airca siapa yang tidak tahu dengan kediaman Antonsen Carl kamu ini.... Ya sudah aku akan ber siap-siap, bye Airca sayang "
" Bye"
Airca menatap Antonsen yang masih memperhatikan dirinya
" Jane akan datang menjemputku " Antonsen menatap tidak suka mendengar nya
" Datang kesini? Untuk apa? Kan tadi aku bilang suruh dia datang kerestoran itu"
Airca kesal mendnegarnya, Antonsen terdengar menyalahkanya
" Kamu kenapa harus kesal seperti itu? " Kata Airca dengan mengalihkan matanya tidak ingin menatap Antonsen, Antonsen dengan cepat merubah raut wajahnya saat melihat Airca yang tampak kesal dengannya
" Sayang tidak seperti itu" Kata Antonsen sambil mendekati Airca dan mencium pipinya, Airca kesal dan menghapus bekas ciuman itu
" Sayang... " Kata Antonsen tidak suka melihatnya
Antonsen menarik Airca hingga mereka berhadapan tapi Airca tidak ingin menatap Antonsen
" Sayang lihat aku" Airca menatap kesal Antonsen yang tersenyum padanya
" Kamu jangan cemberut nanti cantik nya hilang "
" Aku Memang tidak cantik" Kata Airca menatap tajam Antonsen, Antonsen yang melihat Airca bertambah kesal mencium bibirnya dengan tiga kali kecupan
" Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu kesal, please jangan marah" Air menatap Antonsen yang memasang wajah melasnya, Airca tersenyum dan menyentuh wajah Antonsen
" Iya, aku juga salah" Antonsen tersenyum dan memeluk istrinya erat
" Aku mencintaimu " Antonsen melepaskan pelukkan nya dan menangkup wajah istrinya dengan kedua tangan
" Kamu mencintai ku? " Tanya Antonsen dengan senyum bahagia
" No"
__ADS_1
" Sayang" Kata Antonsen memasang wajah kesal, Airca tertawa pelan dan mencium bibir Antonsen, Antonsen tersenyum sangat lebar dan mencium gemas bibir istrinya
" Ya Tuhan, aku sangat mencintaimu! "