AIRCA [ Bride Replacement ]

AIRCA [ Bride Replacement ]
16


__ADS_3

Airca duduk di taman belakang dengan santai menikmati waktu sendiri, dia kaget saat ada yang menepuk pundaknya, dia menatap orang itu sejenak kemudian menatap arah lain


"Enak kan jadi istri seorang Antonsen Carl? tinggal duduk -duduk santai saja" kata Antonsen sambil duduk di samping istrinya


"Aku peringatan sama kamu, kamu tidak boleh sembarangan cium-cium aku lagi"


"............" Antonsen hanya diam saja tidak menjawab apa-apa, Airca menatap Antonsen yang menatap arah depan


"Lagian aku kerja di Universitas Dorwant bukan seorang pengangguran"


"Aku ada acara perusahaan lusa depan" kata Antonsen mengalihkan pembicaraan


"Jadi?"


"Kamu temani aku"


"Kan ada Nick"


Antonsen menatap Airca dengan kesal mendengar itu, baru dia akan bicara Airca lebih dulu menyela


"Lagian orang-orang tidak tahu kita menikah, akan terasa aneh kalau aku tiba-tiba datang sebagai istrimu"


"Kalau begitu kamu jadi sekretaris ku saja"


"Nick mau kamu apakan?"


"Dia itu asistenku"


"Tidak mau, aku tidak mau bekerja di perusahaan, aku lebih suka mengajar "


"Kamu hanya duduk saja, aku akan menggaji mu dengan besar"


"Kalau aku mau bekerja di perusahaan, sudah dari dulu aku bekerja di perusahaan Papaku"


"Ya terserah kamu aku juga tidak perduli" Antonsen berdiri dan pergi dari sana, Airca mengerutkan dahinya bingung melihat kepergian pria itu


"Dia yang duluan menawarkan pekerjaan, dasar Antonsen aneh".


**


Sekarang sudah hampir dua minggu Airca tidar bekerja, dia hanya di rumah saja, sedangkan Antonsen masih saja bekerja di ruangan kerjanya


Tapi sekarang Airca sedang menonton diruang keluarga, dia merasa bosan sekali, tiba-tiba Antonsen datang sambil membawa laptop dan duduk disampingnya, Airca hanya meliriknya sekilas kemudian kembali menonton


Dreeeet....


Ponsel Airca berdering diatas meja, dia melihat siapa yang menelpon


Jane calling


Dia tersenyum dan langsung mengangkatnya


"Hallo" Antonsen berhenti mengetik pada laptopnya dan menatap Airca yang menerima telpon dari seseorang


"Airca, kamu sekarang lagi apa? Tidak mengajarkan ?"


"Tidak, kenapa ?"


"Kita sekarang pergi konser Steve yuk?"


"Konser?" Airca jadi teringat dengan undangan dari adik iparnya, Joshua


"Iya, Steve akan konser hari ini"


"Aku memang mau melihat konser Joshua "


"Kamu kenapa suka sekali sama Joshua? Steve lebih tampan"


"Iya, iya nanti saja membahasnya, apa sekarang jadi ?"


"Iya Airca sayang, aku akan tunggu kamu di cafe biasa, jangan lama-lama"


" Ok"


"Baiklah bye"


"Bye"


"Siapa?" tanya Antonsen langsung, Airca menatap Antonsen yang bertanya


"Teman" Antonsen menyipitkan matanya melihat Airca yang beranjak dari sofa


"Mau kemana ?"


"Ke kamar" Airca pergi dari sana  naik kelantai atas, mata Antonsen masih mengikuti Airca hingga wanita itu menghilang dari pandangan


"Teman?" Antonsen mematikan laptopnya dan meletakkannya diatas meja, lalu dia pergi menyusul istrinya


Didalam kamar Airca sibuk memilih baju yang akan dia kenakan


Antonsen masuk kedalam kamar dan duduk di atas kasur sambil memainkan ponselnya

__ADS_1


Airca sudah menemukan baju yang akan dia kenakan dan berbalik


"Antonsen" Airca kaget melihat pria itu ada di sana, untung saja dia tidak membuka bajunya langsung kalau tidak Antonsen akan melihat semuanya


"Kamu kenapa disini?"


"Sika suka aku" Airca menatap kesal Antonsen mendengar itu, dia pergi masuk kedalam kamar mandi sambil membawa baju yang akan dia kenakan nanti.


**


Airca keluar dari kamar mandi, Antonsen yang melihat itu menegakkan punggungnya dari bersandar pada sandaran ranjang



"Mau kemana?"


Airca hanya diam saja dan duduk dimeja rias, Antonsen yang diabaikan kesal dan berdiri dari ranjang mendekati Airca


"Aku bertanya jawab?"


"Mau keluar nonton konser"


"Konser?"


"Iya, Joshua kemarin mengundang aku sebagai tamu VIP nya"


"Setahuku kalau konser itu malam, kenapa masih siang kamu sudah pergi?"


"Aku bosan di rumah, aku mau jalan-jalan dulu bersama Jane"


" Jane itu siapa lagi?" tanya Antosnen sensi


"Iihhh....kamu kenapa marah-marah? Sudah sana jangan ganggu " Antonsen tidak pergi dan malah menatap paha terbuka istrinya


"Umur kamu berapa ?"


" 24"


"Kamu itu sudah dewasa kenapa malah pakai rok sependek itu?" Airca menatap roknya kemudian menatap Antonsen


"Tidak biasa saja, orang kalau mau nonton konser memang seperti ini"


"Mana mungkin, kamu saja yang mau cari perhatian kan?"


"Kamu kenapa jadi menyebalkan? Kamu sepertinya belum pernah nonton konser" kata Airca kesal, Antonsen yang mendengar itu tidak terima


"Aku pernah, kamu jangan asal tuduh" Antonsen menerawang ke masa lalu memikirkan apa dia pernah menonton konser


"Masa?" tanya Airca tidak yakin


"Buat apa juga pergi ke sana, buang waktu saja, tidak berguna sama sekali " Airca menghembuskan nafasnya kesal atas sikap suaminya, pria itu seakan sengaja membuatnya kesal


"Iya iya sudah aku pergi dulu ya" Airca berdiri dan dengan cepat pergi dari sana.


**


Diluar rumah Airca menarik nafasnya lega, dan saat Airca baru keluar dari gerbang


" Nyonya"


"Oh Ya Tuhan !" Airca kaget dengan kehadiran Nick di sana


"Nick, kamu mengagetkanku"


" Maaf Nyonya"


"Kamu mencari Antonsen? dia ada didalam"


"Tidak Nyonya, saya disini untuk anda, saya akan mengantar anda kemanapun"


"Tidak perlu "


"Tapi ini perintah Tuan Nyonya"


"Antonsen yang memintanya ?"


"Iya, silakan Nyonya" Airca menghembuskan nafasnya kasar lalu masuk kedalam mobil, Nick menatap Antonsen yang berdiri di atas balkon kamar memperhatikan dirinya, Lalu Nick menyusul masuk kedalam mobil


"Kamu itu sebenarnya sebagai apa Nick? Kamu asisten atau apa? Kenapa kamu selalu mengantar jemput Antonsen kemana-mana? dan sekarang kamu mengantarku " Nick tersenyum mendengar itu


"Saya ini asisten sekaligus sekretaris, tapi saya juga bisa menjadi supir pribadi dan ajudannya Nyonya" Airca berpikir keras mendengar itu


"Apa Antonsen tidak mempunyai cukup uang untuk menggaji supir, hingga kamu juga harus melakukan itu?"


"Tidak, di kantor Tuan mempunyai sekretaris utama, Saya hanya menyelesaikan hal yang kecil"


Airca terdiam mendengar perkataan Nick


"Antonsen itu bagaimana? Dia menawarkan pekerjaan padaku sebagai sekretaris tapi dia sudah punya dua sekretaris, dia ingin mempermainkan aku ternyata"


Airca menggenggam tangannya erat merasa kesal atas sikap Antonsen pada dirinya.

__ADS_1


**


Mereka sudah sampai disebuah Cafe, Airca menatap Nick yang juga turun dari mobil


"Terima kasih sudah mengantar ku, kamu bisa pergi "


"Saya akan menjaga anda Nyonya"


"Apa?"


"Saya akan jadi ajudan anda"


"Nick tidak perlu, pulang dan jaga Antonsen saja ya, kalau begitu sampai jumpa" Airca pergi meninggalkan Nick masuk kedalam cafe


Nick yang melihat Airca masuk mengambil ponsel di sakunya dan menelpon seseorang


"Hallo Tuan"


"Dimana dia?"


"Di cafe Rolls"


"Bertemu siapa?" Nick melihat dari dalam Airca yang berbincang dengan seorang wanita


"Seorang wanita Tuan, sepertinya teman Nyonya"


"Ikuti dia kemanapun"


"Tapi Nyonya meminta saya pergi Tuan"


"Kamu mau mengikuti perintah saya atau dia"


"Maafkan saya Tuan, saya akan mengikuti Nyonya"


"Bagus, kabarkan terus pada saya kemanapun dia pergi dan dengan siapa "


"Baik Tuan"


Tut.....


**


"Bagaimana dengan pekerjaanmu?"


"Baik"


"Bagaimana dengan pernikahanmu ?"


"Aku sudah menikah "


"Apa!!" teriak Jane kaget


"Husstt....jangan teriak-teriak"


"Kamu jahat sekali tidak mengundangku ke pernikahanmu, apa kamu sudah tidak menganggap ku sahabat"


"Tidak....bukan seperti itu, sangat sulit untuk menjelaskannya"


"Ceritakan saja, itu menyakitiku tahu menikah tidak mengundangku "


"Baiklah aku akan cerita tapi kamu please jangan marah"


"Iya cepat cerita"


"Kamu kan tahu aku menikah dengan siapa, saat aku menikah tidak banyak yang hadir, bahkan aku tidak cukup mengenal tamu di sana"


Jane menghembuskan pelan nafasnya dan menyentuh tangan Airca


"Baiklah aku mengerti, tapi suamimu itu pengusaha terkenal, bagaiman mungkin tidak ada wartawan yang mencari tahu"


"Aku rasa wartawan tahu, tapi pasti mereka mengira Antonsen menikah dengan kak Angel bukan denganku "


"Maaf ya Airca aku tahu ini pasti berat untukmu"


"Tidak juga, kamu tahu ada sesuatu yang membuatku merasa sedikit beruntung menikah dengan Antonsen"


"Apa?" tanya Jane penasaran


"Ternyata Antonsen itu adalah kakaknya Joshua"


"Apa kamu serius ?"


"Iya, dan bahkan aku di undang sebagai tamu VIP di konsernya"


"Kamu akan beruntung kalau adiknya Antonsen itu Steve"


"Aku heran, kenapa kamu sangat tidak menyukai Joshua?"


"Tidak ada, aku hanya tidak suka saja Steve dibanding -banding kan dengan Joshua, setiap orang kan mempunyai kelebihan masing-masing"


"Itukan Fans Joshua yang melakukannya kenapa kamu harus menyalahkan Joshua ?"

__ADS_1


" Kamu benar, Steve dan Joshua tidak bisa di pisahkan mereka seperti paket complete".


__ADS_2