![AIRCA [ Bride Replacement ]](https://asset.asean.biz.id/airca---bride-replacement--.webp)
Antonsen melirik tajam Angel yang sedang disuapin makan oleh Airca, dia sungguh tidak percaya dengan wanita itu, setelah apa yang dilakukan Angel
" Sayang, kita pulang saja, sekarang sudah sangat malam" Semua melirik pada Antonsen
" Tidak, aku akan tidur disini malam ini, jadi kamu bisa pulang " Antonsen sungguh kesal mendengar jawaban Airca, kalau bukan ada Louis dan Cintya disana Antonsen sudah menarik Airca pergi dari sana
" Mama sama Papa pulang saja, aku baik-baik saja, Airca menjagaku " Angel berbicara pada Louis dan Cintya
" Tidak, Mama akan menginap disini "
" jangan, pulanglah, aku baik-baik saja" Cintya berdiri dan mendekati Angel
" Ingat ya sayang, sampai kapan pun, kamu anak kami, jadi jangan berpikir macam-macam" Angel tersenyum mendegar nya
" Aku tahu, Mama"
Cintya tersenyum mendegar itu dan mencium kepala Angel, Louis juga mendekat dan memeluk Angel
" Kamu anak kami, kamu kakak Airca, dari dulu, sekarang, dan selamanya " Air mata Angel turun mendegar itu, dia merasa dicintai, dia merasa kesal pada dirinya sendiri yang pernah merasa kalau kedua orang tuanya tidak menyanyangi nya
" Tapi aku bukan anak kandung kalian"
" Kamu anak dari Roger, Roger adalah adik Papa, Papa menyanyangi mu seprti Papa menyanyangi Airca, jadi jangan ingat lagi dengan hal pahit yang menyakitimu, kami mencintaimu Angel" Angel sangat bahagia dan memeluk Louis
" Maafkan Angel Pa... Angel salah, Angel selalu melakukan hal yang buruk dan menyakiti perasaan kalian" Louis melepaskan pelukkan Angel dan menghapus air matanya
" Tidak, semua sudah berlalu, kamu bisa berubah dari sekrang, ingat kami selalu menyanyangi mu"
" Aku mencintai kalian semua"
**
Cintya dan Louis sudah pergi dari ruangan inap Angel, Angel menatap Airca dan menggenggam tangannya
" Airca maafkan aku karena aku.... "
" Sudah jangan dibicarakan lagi, aku memaafkan mu kak"
"Terima kasih Airca, aku mencintaimu"
" Aku juga mencintaimu kakak"
" Berhenti bermain-main Angel, kamu bisa menipu semua orang tapi tidak denganku "
Airca dan Angel menatap Antonsen yang menatap kearah mereka
" Antonsen aku minta maaf, aku yang merencanakan penculikan Airca, maafkan aku" Antonsen menatap Airca yang terlihat santai dengan perkataan Angel
" Sayang kamu sudah tahu? " Tanya Antonsen pada Airca
" Iya" Antonsen menggeram marah mendegar nya dan menarik Airca bediri dari kursi samping ranjang
" Kalau kamu sudah tahu kita pulang saja, untuk apa menjaga wanita ini, biarkan saja dia sendirian"
" Antonsen sudah jangan seperti ini, aku sudah memaafkan kak Angel"
" Tapi aku tidak, aku tidak percaya lagi dengan wanita itu, bisa saja dia menipu kita"
" Tidak aku mengenal kakakku, lebih baik kamu pulang " Kata Airca dengan suara tegas
" Tidak aku akan tetap disini sampai kamu mau pulang bersama ku"
" terserah " Airca kembali duduk dikursi nya
Antonsen menghela nafas dan duduk disofa yang ada disana
" Seperti nya dia tidak percaya padaku"
" Tidak masalah, yang penting aku percaya padamu Kakak"
" Kakak mengerti perasaan Antonsen, Kakak sudah melakukan hal yang buruk padamu, dia pasti sangat marah"
" Dia akan mengerti, sudah kakak istirahat saja"
" Kakak tidak masalah kalau Antonsen ingin menjebloskan Kakak kepenjara "
" Kakak tolong jangan bahas ini lagi, atau aku akan Benar-benar marah" Angel terdiam mendengar itu
__ADS_1
" Istirahatlah, sudah sangat malam " Airca membantu Angel untuk berbaring
" Selamat malam" Kata Airca sambil mencium kening Angel, Angel tersenyum mendapatkan perlakuan tersebut
" Selamat malam" Angel menutup mata nya dan mulai tertidur
Setelah Angel tertidur Airca berdiri dan menatap Antonsen yang dari tadi menatap tajam kearah nya, Airca berjalan dan duduk disamping Antonsen, Antonsen yang melihat Airca duduk di sampingnya memalingkan wajahnya kearah lain
" Jangan mengungkit tentang penculikan itu lagi di depan kak Angel" Antonsen langsung menatap tajam kearah istrinya
" Kak Angel sudah menyadari kesalahannya, kamu jangan membuat semua menjadi semakin rumit "
" Membuat nya semakin rumit? Coba kamu bayangkan suami mana yang tidak marah saat istrinya diculik dan berusaha dilecehkan, aku rasanya ingin sekali membunuh wanita itu "
" Antonsen! " Airca menaikkan nada suara nya mendegar perkataan Antonsen yang menyakiti perasaan nya, bahkan Angel terbangun saat mendengar Airca yang membentak Antonsen
" Aku tidak mau tahu, jangan katakan hal itu lagi, kalau kamu membenci kakakku itu sama saja kamu membenci aku dan keluarga ku"
" Airca..... " Antonsen menyentuh tangan Airca dan mencoba menggenggam nya tapi Airca menarik tanganya tidak ingin disentuh
" Aku hanya tidak ingin sesuatu yang buruk kembali menimpa mu"
" Itu tidak akan terjadi, dia kakakku" Antonsen menghembuskan nafasnya pelan dan mengangguk
" Ok, Ok tapi kamu jangan marah padaku" Airca menatap Antonsen yang memasang wajah sedihnya, Airca tersenyum kecil melihat itu, Antonsen juga tersenyum dan menyandarkan kepalanya dibahu Airca
" Aku sangat lelah, mau tidur"
" Kalu begitu pulang saja"
" Aku tidak bisa meninggalkan istriku bersama wanita jahat itu"
" Antonsen " Tegur Airca setelah mendengar Antonsen menyebut Angel wanita jahat
" Maaf" Antonsen memeluk Airca dengan kedua tanganya dan mulai memejamkan matanya, Airca tersenyum melihat itu dan juga mulai memejamkan matanya
Sedangkan Angel menagis, dia merasa sangat menyesal telah melakukan perbuatan itu pada Airca
" Maafkan aku Ya Tuhan, beri aku kesempatan untuk memperbaikinya "
**
" Antonsen bangun"
" Aghh.. "
" Antonsen " Antonsen membuka pelan matanya dan tersenyum menatap Airca
" Bangun "
" Cium dulu " Airca hanya diam menatap Antonsen, dia merasa asing dengan sikap Antonsen akhir-akhir ini
" Sayang cium " Airca masih diam, tidak mengerti sumpah
Cup
Antonsen mencium Airca lebih dulu dan mengecup beberapa kali sebelum dia melepaskan pelukkannya
" Punggung ku sangat sakit" Kata Antonsen dengan menyentuh punggungnya, Airca masih diam ditempat tidak mengerti dengan sikap Antonsen
Antonsen menatap Airca yang hanya diam saja
" Ada apa? "
" Tidak perlu memanggilku dengan panggilan sayang cukup Airca saja"
" Kenapa? kamu kan istri ku"
" Tapi kita.... "
" Wajahmu terlihat sedikit pucat, kamu tidak makan malam? " Antonsen mengalihkan pembicaraan dan menyentuh wajah Airca, Airca menggeleng dan menurunkan tangan Antonsen
" Airca " Airca mengalihkan matanya dan menatap Angel yang dari tadi memperhatikan mereka, Airca dengan cepat berdiri dari sofa dan berjalan mendekati Angel
" Ada apa? Kakak butuh sesuatu? " Angel tidak menjawab dan menatap Antonsen yang juga menatap nya, dia mendengar pembicaraan Airca dan Antonsen
" Ternyata Antonsen itu pria pengecut, dia tidak berani mengatakan cinta pada adikku, disaat dia bersikap seperti suami yang takut kehilangan istri"
__ADS_1
" Kakak " Angel menatap Airca dan tersenyum
" Kamu butuh sesuatu, mau kekamar kecil?"
" Tidak, duduklah disamping ku" Airca duduk disamping Angel
" Kamu ingat dengan teman sekolahku Kevin? " Airca sedikit bingung tiba-tiba Angel membahas tentang laki-laki di pagi hari
" Kevin? Pria dengan tahi lalat di pelipisnya? " kata Airca
" Iya, sebenarnya waktu kita masih sekolah bersama, dia pernah memintaku untuk memberikan surat cinta padamu" Antonsen yang mendengar itu berdiri dengan cepat dan mendekati Airca
" Sayang ayo kita pulang, aku harus kerja hari ini"
" Kalau begitu pulanglah lebih dulu" Antonsen menatap tajam kearah Angel yang juga menatapnya dengan santai
" Wanita ini terlihat sehat, dia bahkan mampu untuk bergosip"
"Aku tidak bergosip, aku hanya menyampaikan perasaan cinta seseorang" Antonsen menggeram kesal mendengar perkataan Angel
" Airca itu sekarang istri ku, dia milikku untuk apa dia harus tahu hal tidak berguna seperti itu"
" Tapi Airca terlihat ingin tahu benarkan Airca? " Airca terdiam, kenapa malah dia yang harus menjadi permasalahan nya
Antonsen menatap tajam kearah Airca seakan siapa memakannya
" Kakak kenapa kamu mengatakan hal itu? " kata Airca merasa takut dengan tatapan Antonsen padanya
Angel mencibikkan bibir dan menunjuk Antonsen
" Pria ini, lebih baik kamu berpisah saja dengannya, aku tidak masalah kalau kita jatuh miskin, aku akan bekerja dengan keras untuk keluarga kita" Dada Antonsen tiba-tiba mengembang merasa marah saat mendegar Angel mengatakan perceraian antara dirinya dan Airca
" Kamu, beraninya kamu mengatakan hal itu, ayo sayang kita pulang " Antonsen menarik Airca hingga berdiri dari kursi yang dia dudukki
" Antonsen Antonsen kenapa kamu tidak ingin berpisah dari adikku? bukannya kamu tidak mencintai nya" Kata Angel dengan tertawa pelan, Antonsen menggeram kesal dan mengeratkan genggaman tanganya pada Airca
" Jangan dengarkan dia " Kata Antonsen sambil menatap Airca
Antonsen kembali menarik Airca keluar dari ruangan
" Antonsen, kak Angel sendirian" Antonsen langsung menatap tajam Airca
" Kamu kenapa? Dia baru saja mengatakan kita untuk berpisah, kamu masih mau menemani nya"
" Memangnya apa yang salah dari perkataan kak Angel? "
" Salah salah semuanya, aku tidak mau bercerai sampai kapan pun "
" Antonsen kamu jangan egois, jangan menahanku di sisimu kalau kamu tidak mencintai ku"
" Siapa yang bilang? Siapa yang bilang aku tak mencintaimu, kalau aku tidak mencintaimu, aku tidak akan mau menikah denganmu "
Airca terdiam mendegar itu, Antonsen menarik Airca dan membawanya ke pelukkannya

" Aku mencintaimu Airca, sangat mencintai mu"
Antonsen melepaskan pelukkannya dan menatap dalam wanita itu
" Kamu dengar, aku mencintaimu "
Airca tersenyum dan memeluk Antonsen, Antonsen juga tersenyum dan memeluk erat Airca
" Jadi jangan temui pria lain dibelakangku apalagi yang bernama Kevin itu" Airca menatap Antonsen yang terlihat cemburu dengan Kevin
" Itu sudah lama sekali "
"Tapi aku tetap tidak suka, aku cemburu"
Antonsen mendekatkan wajahnya ingin mencium Airca tapi Airca menjauhkan wajahnya, Antonsen menatap tidak suka dengan tindakkan Airca
" Ini rumah sakit" Antonsen menarik kepala Airca dan mencium nya
" Aku tidak perduli "
cup
__ADS_1