Ajari aku melupakanmu

Ajari aku melupakanmu
Menolak Pertunangan


__ADS_3

Malam itu, jam dinding menunjukkan pukul 19:00 WIB. Keluarga Rizal datang ke rumah Indah. Mereka bertujuan untuk melamar Indah. Ayah dan ibu Indah menyambut mereka dengan hangat. " Indah...sini nak!, panggil ayah". " Ya ayah sebentar, jawab Indah dari kamar". Indah bergegas ke ruang tamu menemui ayahnya. Indah sangat terkejut dengan kedatangan keluarga Rizal. " Perkenalkan ini Indah anak kami !?Indah... ayo beri salam pada pak Hartono dan Bu Ani!! mereka ini orangtua Rizal, ucap ayah". Indah tersenyum dan memberi salam pada mereka. Ibu Indah menyuguhkan minuman dan makanan ringan. " Silahkan diminum dan dicicipi makanannya ! Maaf seadanya karena kami tidak tahu kalau keluarga pak Hartono akan datang, sahut ibu Indah". " Tidak apa\-apa Bu, lagi pula jika diberi tahu khawatir merepotkan kalian, jawab Bu Ani". " Indah sini nak duduk bersama kami, pinta ibu Indah". "Kenapa ya perasaanku tidak enak seperti ini, gumam hati Indah". " Sesuai dengan pembicaraan kita waktu itu tentang perjodohan anak kita. Bagaimana untuk ke depannya Indah dan Rizal bertunangan lebih dahulu agar mereka saling mengenal karakter mereka masing\-masing, ucap pak Hartono". Hati Indah benar\-benar kaget bagai disambar petir. " Maaf pa Hartono, sepertinya untuk saat ini Indah belum bisa ke arah pertunangan. Karena Indah masih ingin bebas tidak ada yang tidak satu sama lain. Indah masih ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi lalu bekerja,ungkap Indah". "Ayah Indah berkata, "Indah, walaupun kalian sudah bertunangan, kau masih bisa nak melanjutkan kuliah dan bekerja, bukan begitu nak Rizal?". " Tapi Rizal inginnya setelah Indah lulus SMU kita langsung menikah pa....,sahut Rizal". "Apa tidak terlalu cepat nak?,tanya ibu Indah pada Rizal". " Indah, kamu kan bisa kuliah dan bekerja setelah menikah nak?,sahut ibu Ani". "Maaf bu, Indah tidak bisa, sekali lagi Indah minta maaf?!Maaf Indah mau ke kamar dulu karena masih ada tugas sekolah yang belum selesai, pamit Indah sambil menahan tangis". " Indah !!,teriak ayah Indah". "Maaf ya pak Hartono, Bu Ani..atas kelakuan anak kami Indah, sahut ayah Indah". " Sudahlah nak?! kamu dengar sendiri pernyataan Indah tadi bahwa ia menolak pertunangan ini. Lebih baik kita pulang saja, sahut pa Hartono kesal". Rizal terdiam lama menahan rasa kesal dan marah. " Sekali lagi, maafkan anak kami ya pa Hartono dan Bu Ani,sahut ibu Indah sambil memelas diri ". " Jika tidak bertunangan denganku maka pria mana pun tidak ada yang boleh mendekatimu Indah, gumam hati Rizal penuh dendam". Mereka pun pamit pulang membawa rasa kesal.

__ADS_1


"Indah..buka pintunya nak, pinta Ibu Indah mengetuk pintu kamar Indah". Indah menangis membasuh luka di hatinya. " Aku tidak mau dijodohkan pada Rizal karena tidak ada cinta untuknya, hatiku sangat mencintai Reyfan, ya Tuhan tolong aku...apakah aku salah menolak pertunangan ini,jerit tangis hati Indah".

__ADS_1


Terdengar suara ayah Indah berteriak di depan pintu kamarnya. " Indah..buka pintunya!! dasar kau anak tak tahu diri,kau telah membuat ayah malu pada mereka,puas kau sudah menyakiti hati ayah, teriak ayah Indah". "Sudah yah..biarkan Indah tenang, ayah juga salah anak zaman sekarang kok dijodoh\-jodohkan. Indah punya hak memilih pendamping hidupnya. Jangan paksa Indah yah..kasihan Indah!?dia masih muda masih ingin meraih cita\-citanya,bujuk ibu Indah". "Kau ini Bu...terus saja bela anakmu itu!anak dan ibu sama saja, sama\-sama keras kepala, bentak ayah Indah". Ayah langsung masuk ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2