Ajari aku melupakanmu

Ajari aku melupakanmu
Perkelahian Reyfan dengan Rizal


__ADS_3

Di sepertiga jalan pulang dari rumah Agus, Reyfan menghubungi Indah. Indah sedang sendiri karena ayah dan ibunya sedang ke luar kota menghadiri pesta pernikahan rekan bisnisnya. Indah menyuruh Reyfan datang menemuinya di rumah.



Saat menuju jalan ke gang rumah Indah ternyata ada Rizal. Mereka saling berhadapan. "Berani juga kau datang ke sini!?, sapa Rizal". "Kenapa aku harus takut?, sahut Reyfan". "Asal kau tahu wilayah ini adalah wilayahku!?, teriak Rizal". "Oh ternyata, kau jagoan kampung sini? atau sekedar jago kandang?, sahut sinis Reyfan". "Dasar kurang ajar kau!!?, teriak Rizal". Ia langsung memukul wajah Reyfan tetapi berhasil ditangkis oleh Reyfan. Perkelahian pun terjadi di antara mereka. Salah seorang pemuda yang mengenali Rizal segera melerai perkelahian mereka. Akan tetapi, justru pemuda itu terkena baku hantam Rizal. Seorang wanita tua berteriak histeris melihat kejadian itu.



Terdengar di telinga Indah, bahwa Rizal sedang berkelahi dengan seorang pemuda yang tidak dikenal di kampung itu. Indah sangat khawatir kalau pemuda yang tidak dikenal itu adalah Reyfan. Ia segera keluar rumah dan berlari ke tempat perkelahian itu. Ternyata benar, Rizal sedang berkelahi dengan Reyfan. Warga setempat berhasil melerai perkelahian mereka. "Reyfan!!, teriak Indah meneteskan airmata". Reyfan melihat Indah lalu mendekati dan memeluknya. Indah menangis dalam pelukan Reyfan.

__ADS_1



Indah mengajak Reyfan ke rumahnya. Sedangkan Rizal beristirahat di rumah salah seorang temannya. " Untung saja aku punya ilmu beladiri hingga bisa menangkis semua serangannya, ucap Reyfan kesal". Indah hanya diam meneteskan airmata. Reyfan membasuh airmata Indah dengan tangannya. "Sudahlah sayang, aku kan tidak apa\-apa hanya pakaianku saja yang kotor, sahut Reyfan menenangkan hati Indah". Indah memeluk Reyfan. " Rey, aku tidak ingin terjadi apa\-apa padamu, jika Rizal menyakitimu berarti dia menyakitiku juga, sahut Indah menangis". Reyfan tersenyum lalu mencium kening Indah. "Aku sangat menyayangimu Indah!?, sahut Reyfan". "Aku juga Rey, sahut Indah".



" Ayah dan ibumu lama kan sayang?, tanya Reyfan ". "Entahlah mungkin dini hari tiba di Jakarta, sahut Indah "." Kau lapar Rey? Aku tadi masak, kita makan ya!, ajak Indah ". " Ya boleh, aku ingin menyicipi masakan bidadariku, sahut Reyfan merayu Indah". Indah tersipu malu. Mereka menuju ruang makan. Reyfan benar\-benar terkejut karena kekasihnya pandai memasak.


__ADS_1



Selesai makan, Reyfan membantu Indah merapikan meja makan dan mencuci piring. Mereka duduk di sofa ruang tamu. Reyfan tidur santai di bawah paha Indah. Mereka bercerita dan bercanda mesra. Mereka sangat menikmati malam itu.



Tepat tengah malam, Reyfan pamit pulang meninggalkan Indah sendiri. " Kau hati \- hati di rumah ya sayang!, kunci semua pintu dan jendela, jika ada sesuatu yang mencurigakan segera hubungi aku atau minta tolong pada tetangga!, pesan Reyfan khawatir". " Ya sayang, kau sendiri juga hati hati di jalan jangan mengebut!, ucap Indah". "Oke bidadariku!, sahut Indah ". Reyfan mencium pipi Indah lalu pergi.


__ADS_1


Setelah azan subuh ayah dan ibu Indah tiba di rumah. Dengan mata yang mengantuk, Indah membukakan pintu untuk mereka.


__ADS_2