Ajari aku melupakanmu

Ajari aku melupakanmu
Begadang di rumah Agus


__ADS_3

Reyfan, Agus, Gilang, Adit, dan Fajar asyik bermain musik hingga waktu sore pun tiba. " Rey, bagaimana kalau kita begadang saja nanti malam di sini, ucap Agus". "Bagus tuh sarannya, sahut Fajar ". " Lebih asyik lagi kalau kita bakar ikan dan ayam!, seru Gilang ". " Boleh, tapi kau yang belanja ya Dit?!, uangnya pakai uangku saja!, sahut Reyfan ". " Itu lebih asyik lagi!, sahut Agus ". Reyfan memberikan uang pada Adit. Adit mengajak Agus membeli ikan, ayam, dan bumbu ke pasar terdekat.


__ADS_1


Setengah jam kemudian Agus dan Adit tiba. Mereka segera mencuci lalu membakar ikan dan ayam. Agus menyiapkan bumbunya. Reni mengajak temannya yang bernama Dita untuk ke rumah Agus. Mereka pun bergabung dengan Reyfan dan yang lainnya. Reni mendekati Reyfan, " Hai Rey?!, apa yang bisa kubantu?!, sapa Reni". " Oh.. tidak usah, biar aku dan Agus saja!, kau kan wanita nanti wajahmu yang cantik bisa hitam terkena asap, canda Reyfan menggoda Reni". Adit dan Dita berbincang akrab.


__ADS_1


Reni memandangi Reyfan tiada henti. "Ya Allah, tampan sekali Reyfan!, gumam hati Reni". Tiba\-tiba suara ponsel Reyfan berdering, ternyata Indah yang menghubunginya. Reyfan menjauhi teman temannya. Lalu berdiri dekat pintu belakang rumah Agus. " Hai sayang! ada apa menghubungiku?, tanya Reyfan". "Memangnya tidak boleh menghubungimu? apa aku mengganggumu?, sahut Indah agak kesal". "Tidak.. malah aku sangat senang kau menghubungiku, jawab Reyfan". "Rey, aku bosan di rumah terus, aku ingin dekat denganmu!!, sahut Indah manja". "Aku dan teman teman sedang berada di rumah Agus!, sahut Reyfan ". " Ada teman wanitanya ya?, tanya Indah curiga ". " Tidak!!, jawab Reyfan ". " Bohong!! tadi aku sekilas mendengar suara wanita dari ponselmu?, tanya Indah ". " Oh itu...dia tetangga sekaligus sahabat kecil Agus, jawab Reyfan ". " Enak ya ditemani wanita cantik??, sahut Indah cemburu ".


Reni memperhatikan Reyfan yang sedang asyik menelepon. " Lama sekali dengan siapa sih Reyfan bicara?, gumam hati Reni". "Gus, kekasih Reyfan itu teman sekolah kalian ya?, tanya Reni". " Ya namanya Indah, dia kakak kelas kami sama dengan kekasihnya Gilang bahkan mereka sangat akrab, sahut Agus". "Kok mau sih pacaran dengan kakak kelas bukannya berarti dia lebih tua dari Reyfan?!, sahut Reni penasaran". "Justru usia Indah sebagai dengan kita, Indah itu gadis yang sangat baik, cantik, dan cerdas! Makanya Reyfan jatuh cinta padanya!, sahut Agus". Reni terdiam. " Jujur saja, memangnya kau benar\-benar menyukai Reyfan?, tanya Agus". Reni tersenyum malu. "Wajarlah.. Reyfan itu sangat tampan, cerdas, coklat, dan tajir lagi.. jadi banyak kaum hawa yang tergila gila padanya, sahut Agus". Reyfan kembali bergabung dengan teman\-temannya. "Siapa Rey? Kelihatannya asyik sekali menjawab teleponnya?!, canda Agus". "Indah, jawab Reyfan ". " Dia cemburu di telepon mendengar suara Dita dan Reni, bisikan Reyfan pada Agus". Raut wajah Reni sangat kesal mendengar nama Indah.

__ADS_1



Malam semakin larut mereka begadang. Sedangkan Reni dan Dita pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2