Ajari aku melupakanmu

Ajari aku melupakanmu
Benci Pada Indah


__ADS_3

Sepulang dari rumah Agus, Reni masuk kamar meluapkan kekebalan hatinya. Hati dan pikiran Reni sangat benci pada Indah. Semua orang membelanya. "Aku benci sekali pada Indah!. Mengapa dia harus datang pada acara ulang tahun Agus?. Sungguh menyebalkan!. Apakah aku salah, status Reyfan dan Indah sekedar sepasang kekasih bukan suami istri?!, tapi mengapa Eka sangat membelanya?. Aku benci kalian semua?!!, teriak Reni membanting barang \- barang yang ada di meja belajarnya". Lalu ia duduk menangis di sudut bawah tempat tidurnya.



"Ren... ada Dita di luar!!, teriak Ibu Reni". Reni segera menghapus airmatanya. "Ya bu, sebentar lagi Reni akan keluar kamar!, sahut Reni". Reni menemui Dita. " Hai Ren!??, kau sedang apa?, tanya Dita". "Aku sedang duduk santai mendengarkan musik di kamar, sahut Reni". "Masa sih?? tapi kok matamu seperti habis menangis?, tanya Dita". "Aku tidak apa\-apa Dita?!, sahut Reni tersenyum". "Jika kau ada masalah ceritalah padaku Ren!, jangan kau simpan sendiri, siapa tahu aku bisa membantumu dan hatimu pun menjadi tenang , ucap Dita". "Ayo ikut aku!, ajak Reni masuk ke dalam kamarnya".

__ADS_1



Reni menceritakan peristiwa yang sudah terjadi di rumah Agus. " Ren, bukan aku membela Indah. Tetapi, menurutku kau terlalu agresif melakukan semua itu, ucap Dita". "Aku benci pada Indah, aku tidak suka tadi dia terlihat mesra dengan Reyfan!,teriak Reni". "Ren, mereka itu saling mencintai, jadi wajarlah menurutku jika mereka terlihat mesra. Jika kau juga mencintai Reyfan, biarkan dia bersama Indah, lupakan dia!!, pinta Dita". "Tidak.. Aku tidak bisa Dita!!, sahut Indah menangis". " Pasti bisa! Bukalah pintu hatimu untuk pria lain!. Jauhkan Reyfan, jangan kau hubungi atau dekati dia lagi!, sahut Dita". "Aku sangat mencintai Reyfan, rasanya sangat berat bagiku untuk melupakannya, tangis Reni". " Cobalah perlahan \- lahan, pasti kau bisa!!, sahut Dita memeluk Indah".


__ADS_1



Di sisi lain, setiba di rumah Eka pun menggerutu. Eka pun membenci Reni. "Dasar Reni memang wanita penggoda!!, bila aku jadi Indah, aku akan mengacak\-acak rambutnya seperti mie instan!!, ucap Eka pada Gilang". Gilang tertawa mendengar ocehan kekasihnya. "Kenapa kau tertawa? tanya Eka". "Tadi kau katakan, kau akan mengacak\-acak rambut Reni seperti mie instan?, berarti tinggal direbus dong lalu dimakan, canda Gilang". Eka pun tertawa. "Kau ini bisa saja?!, sahut Eka". Eka dan Gilang duduk berdua di sofa. Mereka saling memandang satu sama lain. Gilang mencium pipi Eka. Eka pun tersipu malu. " Aku semakin sayang padamu, ucap Gilang" . "Masa sih??, canda Eka". Gilang mencubit gemas pipi Eka. " Aduh sakit..!!, sahut Eka tertawa". " Kekasihku ini memang unik selalu ceria, berani, dan cerewet!!,, ucap Gilang tertawa". " Masa bodo!!, tapi kau suka kan??, canda Eka". Mereka pun tertawa.


__ADS_1


Gilang memeluk Eka. "Sudah jangan terlalu lama memelukku !, aku sulit bernafas!, ucap Eka". " Dasar perempuan aneh, kebanyakan wanita sangat suka dipeluk kekasihnya, tapi kau malah terbalik, ucap Gilang menggelengkan kepalanya". " Boleh memeluk tapi jangan terlalu lama sayangku..cintaku..,sahut Eka merayu Gilang". Gilang tersenyum, lalu mencium pipi Eka. "Lama\-lama ciuman Gilang bisa jadi stempel di pipiku ini, gumam Eka tersenyum". "Kenapa kau tertawa sendiri sayang?, tanya Gilang". "Tidak apa\-apa, aku hanya sangat bahagia jika di dekatmu, sahut Eka". Gilang tersenyum. "Hari sudah mulai sore, aku pulang ya sayang!, pamit Gilang". Eka menganggukan kepalanya. Eka mengantarkan Gilang sampai depan rumahnya. " Dah sayang.., teriak Eka". Gilang pun melambaikan tangannya.


__ADS_2