
Semakin hari rasa cinta Indah kepada Reyfan semakin besar. Begitu pun cinta Reyfan. Mereka saling mencintai. Hampir tiap malam Reyfan ke rumah Indah. Tetapi ayah Indah tidak menyukai Reyfan. Karena Indah sudah dijodohkan oleh ayahnya. Akhirnya hubungan mereka dilakukan sembunyi-sembunyi ( backstreet ). Seminggu sekali Reyfan datang ke rumah Indah dengan memberi kode bernyanyi di depan rumah Indah. Malam itu seusai belajar. Ayah Indah memanggil," Indah..sini nak! ayah mau bicara denganmu!panggil ayah Indah". "Ya ayah..,jawab Indah". Ia langsung mendekati ayahnya. Mereka duduk berdua di sofa ruang tamu. " Indah..ayah kurang suka dengan pria yang menjadi kekasihmu itu sepertinya dia anak nakal, ucap ayah Indah". "Tidak ayah..Reyfan itu anak yang baik dan berprestasi di sekolah karena ayah belum mengenalnya lebih dekat jadi ayah berpendapat seperti itu, jawab Indah". " " Ya Karena dia kekasihmu makanya kau bela dia, sahut ayah Indah". Indah terdiam mendengar jawaban ayahnya. " Indah kamu harus tahu nak bahwa kamu sudah ayah jodohkan dengan Rizal anak teman ayah. Anaknya tampan, baik, dan lebih dewasa dari kekasihmu itu. Ayah yakin dia bisa menjadi suami yang baik untukmu, ucap Ayah Indah". "Tapi ayah..Indah tidak ingin nikah dulu..Indah ingin melanjutkan kuliah, Indah ingin jadi sarjana ayah!, sahut Indah". " Ya ayah tahu..kalian bertunangan dahulu baru setelah lulus kuliah kalian bisa menikah dan bekerja di perusahaan milik keluarga Rizal, ucap ayah Indah". "Tapi ayah..Indah tidak mencintainya jangan paksa Indah ayah, sahut Indah sambil menangis dan langsung masuk kamar. Ayah Indah berteriak kesal, " Kamu harus mau Indah jangan membuat ayah malu dengan keluarga Rizal". Tengah malam, Indah terbangun karena hati dan pikirannya sangat kacau tidak bisa tidur dengan nyenyak. Lalu ia berwudhu,bersujud dan berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Dalam doanya tiada henti dia meneteskan air mata,'" Ya Tuhan..aku sangat mencintai Reyfan tapi aku juga tidak ingin menyakiti hati ayahku. Aku bingung...luluhkan hati ayahku ya Tuhan agar ia merestui hubunganku dengan Reyfan". Selesai berdoa, Indah meluruskan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menerawang langit atap kamarnya. Karena lelah menangis akhirnya ia tertidur hingga waktu fajar tiba. Indah terdiam kesal dengan ayahnya yang tidak mau mengerti perasaannya. " Indah..ayo sarapan dulu nak, sahut ibu Indah". Indah hanya diam lalu ia memakan sarapan yang sudah disediakan ibunya. " Bu, Indah berangkat sekolah dulu, sahut Indah". "Habiskan dulu sarapannya sayang!pinta ibu Indah". " Indah sedang tidak nafsu makan Bu, jawab Indah". Ayah Indah menatap Indah karena ia tahu anaknya masih marah padanya. Indah berangkat sekolah menggunakan bis angkutan umum. Setiap langkahnya, hanya ada kegalauan melanda jiwa. " Akankah cintaku pada Reyfan kandas di tengah jalan hanya karena keegoisan ayahku?, gumamnya dalam hati". Tanpa disadari airmatanya menetes. " Aku akan pertahankan hubunganku dengan Reyfan, hanya Tuhan yang mampu menolongku, aku sangat yakin Tuhan mengabulkan doaku, gumamnya dalam hati". Beberapa meter sebelum sampai di depan gerbang Azis melihat Indah sedang mengusap airmata di pipinya. "Indah kau menangis?, sahut Azis". "Azis..kau sudah lama ada di dekatku?,tanya Indah". " Ada apa ndah...kau sedang ada masalah?kau sedang bertengkar dengan Reyfan?,sahut Azis". " Ti..tidak..aku hanya kelilipan terkena debu, hubunganku dengan Reyfan baik-baik saja kok,jawab Indah sambil tersenyum". " Kau bohong..aku tahu kau ada masalah..aku sudah lama mengenalmu ndah..kau bisa ceritakan masalahmu padaku,mungkin beban hatimu bisa berkurang, sahut Azis. " Lain kali saja ya..aku mau segera masuk kelas,jawab Indah". Indah berjalan cepat menuju kelas karena 5 menit lagi bel masuk akan berdering.