Ajari aku melupakanmu

Ajari aku melupakanmu
Jalan ke Mall


__ADS_3

Setelah tiba di rumah, Indah mengganti pakaiannya lalu berbaring di tempat tidur. Wajah, ciuman, dan pelukan Reyfan tak terlupakan baginya.



Pagi hari, Indah membantu ibunya memasak dan merupakan rumah. "Bagaimana hubunganmu dengan Reyfan?, tanya Ibu Indah". "Baik, bu!, sahut Indah". "Ibu memberikanmu kebebasan dalam memilih pasangan, tetap kamu harus tahu juga bahwa kamu juga memiliki tanggung jawab atas kepercayaan yang sudah ibu berikan padamu?! berpacaran yang sehat bukan pelampiasan nafsu semata, nasihat ibu Indah". "Ya bu! Indah akan berusaha menjalani nasihat ibu, sahut Indah sopan".


__ADS_1


" Assalamualaikum!!, suara dari depan pintu rumah Indah". "Wa'alaikumsalam, siapa ya?, tanya Indah". "Indah..ini aku Eka!, teriak Eka". "Ya ampun.. Eka! tidak seperti biasanya kau berkunjung ke rumahku, sapa Indah ". "Tamu bukannya di suruh masuk malah disapa seperti itu?!, sahut Eka ketus". Indah tertawa, "Ayo cepat masuk! mau minum apa?, tanya Indah". "Aku ingin jus jeruk saja, sahut Eka". "Oke!, sahut Indah". Indah menuju dapur sedangkan Eka duduk di sofa ruang tamu. Beberapa menit kemudian, Indah membawakan jus jeruk dan makanan ringan. "Silahkan dicicipi!, sahut Indah". "Indah.. aku bosan di rumah, makanya aku ingin ke mall mengajak untuk, sahut Eka". "Sama aku juga bosan selama liburan sekolah hanya di rumah saja, nanti aku minta izin ibuku dahulu, sahut Indah".



" Bu, Indah mau minta izin pergi ke mall bersama Eka. Ekanya sudah menunggu di sofa ruang tamu. Boleh atau tidak bu??, ucap Indah". " Boleh, pergilah nak!, sahut ibu Indah". "Asyik!!, teriak Indah". Indah menemui Eka. "Eka, ibu sudah mengizinkanku, tunggu ya aku ganti pakaian dahulu!, sahut Indah".


__ADS_1



Saat tiba di mall, mata Indah dan Eka tidak pernah berhenti melihat barang\-barang di setiap sudut mall. " Indah.. coba lihat itu!" sandal\-sandalnya bagus ya?, ayo kita lihat saja, ajak Eka". Kalau cocok kita beli tapi kalau tidak cocok kita langsung pergi saja, bisik Eka tertawa. " Boleh!! tapi kalau sandalnya cocok denganku, kau yang membayar ya?!, canda Eka". "Enak saja!!, sahut Eka". Mereka pun tertawa.



Kita lihat koleksi fashion terbaru yuk!, ajak Eka". "Wah semua model pakaiannya bagus ya?!, sahut Eka". "Ya sudah, kau beli saja semua!, canda Indah". "Tenang saja Indah.. jika aku banyak uang akan kubeli sekaligus mall nya, maksudku mall mainan, gumam Eka tertawa ". " Dasar kau seperti pelawak?!, tawa Indah". "Eka.. aku lapar! kita beli cemilan yuk!, ajak Indah". Mereka mengambil makanan dan minuman ringan sangat banyak. Tanpa mereka sadari keranjang belanja mereka hampir penuh. "Eka, kau belanja sangat banyak, coba lihat keranjang belanja penuh dengan jajananmu?!, sahut Indah agak kesal". " Enak saja! kau sendiri juga banyak.. jangan salahkan aku saja?!, teriak Eka". Sejenak mereka saling diam. "Indah.. Maafkan aku ya!! nanti aku yang bayar lebih besar darimu?!, rayu Eka". "Ya, aku maafkan!, sahut Indah". Eka pun menepati ucapannya pada Indah. Setelah meninggalkan kasir. Mereka pergi ke sudut mall untuk membagikan makanan dan minuman yang mereka beli masing\-masing. Tingkah laku mereka seperti anak kecil yang berebut jajanan.

__ADS_1



Hari hampir sore, mereka pun pulang. Terlihat di wajah mereka sangat lelah. Mereka berpisah di tengah jalan. Mereka saling berpelukan.


__ADS_2