
Bayangan mesra Reyfan dan Indah membuat Rizal sakit hati. Siang itu Rizal mengincar Reyfan. Saat Reyfan berpisah dengan teman\-temannya, tiba\-tiba motor Reyfan dihilangin oleh motor Rizal. "Maaf, kau siapa? Mengapa kau menghalangi jalanku? tanya Reyfan". Rizal turun dari motor lalu membuka helmnya. Ia menyuruh Reyfan untuk turun dari motornya. "Turun kau, teriak Rizal". Reyfan turun dari motor dan membuka helmnya. "Aku Rizal, calon tunangan Indah tapi Indah menolak pertunangan dan pernikahan kami karena kau....!!!,\( Rizal teriak sambil menunjukan jarinya ke wajah Reyfan\).
__ADS_1
" Mengapa aku yang kau salahkan? Indah memiliki karena memang kami saling mencintai, justru kaulah penghalang cinta kami, sahut Reyfan". "Jika aku tidak bisa mendapatkan Indah maka kau pun tidak boleh mendapatkannya, teriak Rizal "." Heyy.. Indah itu bukan mainan, teriak Reyfan".
Rizal sangat marah dengan ucapan Reyfan. Ia berusaha memukul Reyfan, akan tetapi Reyfan berhasil menangkisnya. Akhirnya, perkelahian pun terjadi. Dari kejauhan, Gilang melihat perkelahian mereka. " Bukankah itu Reyfan, dia berkelahi dengan siapa? gumam Gilang". Gilang mendekati dan membantunya melawan Rizal. Rizal kalah dan langsung kabur. " Kau tidak apa\-apa Rey?, tadi aku menghantarkan Eka pulang ke rumahnya. Lalu kulihat dari kejauhan, kau sedang berkelahi dengan orang yang tidak kukenal, sahut Gilang". "Aku baik\-baik saja, dia itu Rizal, pria yang akan dijodohkan oleh ayah Indah, jawab Reyfan". "Apa? Jadi namanya Rizal?, tanya Gilang terkejut". "Ya, jawab Reyfan". "Sudahlah lebih baik kita pulang!, ajak Reyfan". "Apa perlu aku menghantarmu pulang Rey?, tanya Gilang". "Tidak perlu, aku baik\-baik saja dan bisa jaga diri, kau tenang saja, sahut Reyfan menepuk punggung Gilang". Mereka pulang mengendarai motor masing\-masing.
__ADS_1
"Kau bohong! jawablah yang jujur hati dan perasaanku tidak tenang memikirkanmu, seolah ada sesuatu yang buruk terjadi padamu, sahur Indah khawatir". "Ternyata kita sehati ya?, jawab Reyfan menggoda Indah. "Ayo jawablah Rey! jangan membuat hatiku bertanya\-tanya?!, pintar Indah". "Ya, memang benar tadi di jalan menuju rumah. Rizal, pria yang akan dijodohkan oleh untuk berusaha memukulku. Tapi, aku dan Gilang sudah memberinya sedikit pelajaran, sahut Reyfan". "Darimana Rizal tahu tentangmu dan hubungan kita?, tanya Indah". "Entahlah mungkin diam\-diam dia mencari tahu!?Sudah kau jangan khawatir ya sayang.. aku baik\-baik saja, jawab Reyfan "." Syukurlah! hatiku sedikit tenang mendengarnya, sahut Indah".
"Sayang, apa kau tidak merindukanku?, tanya Reyfan menggoda Indah". Indah tertawa malu. "Ya, aku rindu padamu, jawab Indah malu". "Rey, kau sudah makan?, tanya Indah". "Memangnya jika belum kau mau menyuapiku??, canda Reyfan". Indah tertawa manja. "Indah.. aku ingin sesuatu darimu?!, pinta Reyfan". "Mau apa? jawab Indah". "Mau mencium pipimu karena menggemaskan, canda Reyfan". "Ya sudah, kau istirahatlah dan jangan telat makan!!, pesan Reyfan "." Baiklah! kau juga sama jangan telat makan?! , jawab Indah". Mereka pun menutup ponsel masing\-masing.
__ADS_1