
Saat menuju pulang ke rumah, tak sengaja Indah bertemu dengan Rizal. Indah pura\-pura tidak melihatnya. Tetapi Rizal memanggilnya, "Indah.. Kau dari mana?, tanya Rizal". Indah tersenyum, " Aku dari mall!, sahut Indah". "Bolehkah aku antar kau sampai rumahmu?, pinta Rizal". "Tidak terima kasih, lagi pula rumahku tidak terlalu jauh dari sini, sahut Indah". Rizal memandangi wajah Indah sambil tersenyum. "Rizal, maaf aku harus buru\-buru!?, sahut Indah". "Ya, tidak apa\-apa!, sahut Rizal". Indah berjalan sangat cepat. Rizal masih memandangi Indah tiada henti. " Indah, kau cantik sekali?, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan cintamu, gumam Rizal".
Setiba di rumahnya, Indah langsung masuk ke kamar lalu berbaring di atas tempat tidurnya. Seluruh tubuhnya sangat lelah karena seharian mengelilingi mall bersama Eka.
Ibu Indah mendekati Indah, "Nak, kau sudah pulang? Bagaimana jalan\-jalanmu bersama Eka?, tanya Ibu Indah". "Jalan\-jalannya seru bu!!, sahut Indah". " Lain kali, kalau kita banyak uang, kita jalan\-jalan ke luar kota ya bu!!, pinta Indah". " Aku ingin sekali ke Bali atau candi borobudur, sahut Indah". " InsyaAllah, sahut ibu Indah sambil tersenyum". "Nanti, jika rasa letihmu sudah reda, segeralah mandi lalu makan!!", sahut ibu Indah ". " Ya ibuku tersayang!!, canda Indah ". Indah melakukan semua perkataan ibunya.
__ADS_1
Saat tiba di rumah, Rizal masuk ke kamar. Ia bercermin lalu tubuhnya dibaringkan di atas tempat tidur. Mengapa wajah dan senyuman Indah menghantui pikiranku?, gumam Rizal". " Ya Tuhan! Aku mencintainya tapi Indah sudah menolakku, penolakan itu tidak akan terlupakan untukku dan orangtuaku, gumam Rizal".
Malam itu, Rizal memberanikan diri ke rumah Indah. Ayah Indah menyapanya dengan senang sekali. " Nak Rizal, sini masuk! Sebentar ayah panggilkan Indah dulu!, sahut ayah Indah". " Indah.. ada Rizal! ayo temani dia karena ayah mau istirahat sejenak!!, teriak ayah Indah". Indah keluar kamar lalu duduk di samping Rizal. Mereka duduk sambil berbincang biasa.
Indah menonton TV di kamarnya untuk menghilangkan rasa suntuk. Ia ingin menghubungi Reyfan. Tetapi ragu\-ragu karena khawatir Reyfan sedang sibuk dengan grup band nya.
__ADS_1
" Sebenarnya, aku tadi muak melihat wajah Rizal, karena perintah ayah saja makanya aku mau berbincang dengan nya, gumam Indah agak kesal". Indah bolak\-balik dalam kamarnya sambil memegang ponselnya, "Aku hubungi Reyfan atau tidak ya?, gumam Indah". Sepintas hadir bayangan Reyfan yang sedang mencumbuinya. "Ya Tuhan.. pelukan dan ciuman itu tak terlupakan seumur hidupku. Aku sangat mencintaimu Reyfan, aku tidak ingin kehilanganmu sayang!, gumam Indah".
"Aku sangat merindukanmu Reyfan. Biarlah aku menghubunginya.,gumam Indah". Akhirnya, Indah menghubungi Reyfan. Berulang kali Indah menghubungi Reyfan, tetapi ponselnya selalu tidak aktif. Hatinya sangat sedih. " Lebih baik aku tidur saja,!, gumam Indah kesal".
Beberapa menit kemudian, Reyfan menghubunginya. Indah bahagia sekali. "Rey, kenapa ponselmu dimatikan?, tanya Indah sedih". " Ya maafkan aku, memangnya ada apa?, tanya Reyfan tersenyum". "Tidak apa\-apa hanya ingin mendengar suaramu saja!, sahut Indah ". " Bohong! katakan sejujurnya kalau kau sangat merindukanku!?, canda Reyfan "." Ya benar!, Indah tersenyum malu". "Ya sudah besok jam 4 sore kita bertemu di tempat biasa, sekarang tidurlah yang nyenyak! I LOVE U, ucap Reyfan". "I Love U too, Rey!, sahut Indah". Indah menutup teleponnya lalu tidur.
__ADS_1