
Tepat 10 tahun, Indah dan Reyfan menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.
Indah adalah seorang gadis pekerja keras. Ia melanjutkan kuliahnya secara irregular yaitu hanya hari Sabtu dan Minggu. Ia sengaja melakukan hal itu, karena ingin membantu keuangan keluarganya. Ayah Indah mengidap penyakit Diabetes dan tekanan darah tinggi. Indah dan ibunya sering mengantar ayah berobat ke rumah sakit. Hari itu, ayah harus dirawat inap.
"Indah, ayah sangat sayang padamu nak!, ungkap ayah Indah ".
" Indah juga sayang ayah!, sahut Indah". Lalu ia mencium tangan ayahnya.
"Bawalah kekasihmu Reyfan ke hadapan ayah!. Jika kalian sudah siap lebih baik segeralah kalian menikah!. Ayah sudah merestui hubungan kalian nak!, ucap ayah meneteskan airmata ".
" Terima kasih ayah. Tetapi, untuk saat ini Reyfan sangat sibuk dengan pekerjaannya. Sekarang ia sedang berada di Kalimantan, membantu ayahnya mengelola perusahaan batubara miliknya, jawab Indah ".
" Jika dia punya waktu luang, ajaklah ia menemui ayah nak!, ucap ayah ".
" Pasti ayah!, jawab Indah ".
Tiga hari kemudian, kondisi ayah sudah mulai membaik. Dokter mengizinkan ayah Indah untuk pulang ke rumah.
Keesokan harinya, mereka tiba di rumah. Ayah beristirahat ditemani oleh ibu. Indah menghubungi Reyfan di kamarnya.
__ADS_1
" Rey, sekarang kau ada di mana? sibuk atau tidak?, tanya Indah ".
" Tidak, aku sekarang berada di Jakarta. Memangnya ada apa? kau kangen ya denganku?, goda Reyfan ".
" Rey, aku ingin kita bertemu di taman hari ini pukul 4 sore!, pinta Indah ".
" Baiklah aku akan datang!, sahut Reyfan ".
Mereka bertemu di taman tepat pukul 4 sore. Reyfan mencium pipi Indah.
" Ada apa sayang sepertinya kau sangat serius?, tanya Reyfan ".
" Benarkah? Syukurlah aku senang mendengarnya!, sahut Reyfan ".
" Rey, kita sudah sangat lama menjalin kasih. Ayahku ingin kita segera menikah. Apakah kau serius denganku?, tanya Indah ".
" Aku mengerti maksud arah pembicaraanmu. Tapi, aku minta maaf Indah untuk saat ini aku belum siap melamarmu menjadi istriku. Aku masih ingin hidup bebas dan berfoya-foya dengan teman-temanku. Aku mohon kau mengertilah!, ucap Reyfan ".
" Baiklah, kalau kau memang belum siap. Aku mengerti keinginanmu". Indah meneteskan airmata.
__ADS_1
Reyfan memeluk Indah dan membiarkannya menangis di dalam pelukannya. "Maafkan aku sayang, bisik Reyfan".
Suara ponsel Reyfan berdering, tetapi ia tidak mengangkatnya.
"Kenapa kau tidak mengangkatnya Rey?, tanya Indah ".
" Tidak apa-apa. Indah, aku minta maaf karena harus segera pulang ada masalah yang harus kuselesaikan, ucap Reyfan ".
" Ya pergilah!, sahut Indah ".
Reyfan meninggalkan Indah sendiri di taman.
" Ya Tuhan, mengapa aku merasakan Reyfan sudah berubah. Apakah dia sudah mempunyai wanita lain yang lebih cantik dariku?. Aku merasakan cintanya padaku mulai memudar, gumam Indah menangis ".
Setelah hatinya mulai tenang. Ia melangkahkan kakinya pulang ke rumah.
Reyfan menemui sosok wanita cantik dan berpenampilan menarik. Ternyata, ia adalah kekasih baru Reyfan. Wanita itu bernama Fera. Mereka terlihat sangat mesra. Mereka sudah menjalin kasih selama 6 bulan tanpa sepengetahuan Indah.
Fera adalah anak seorang pengusaha dari Kalimantan. Tetapi, ia hidup mandiri dan bekerja keras di Jakarta. Ia dan Reyfan bertemu di bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Mereka saling bertukar nomor ponsel. Karena sering berkomunikasi via telepon dan bertatap muka langsung. Akhirnya, mereka saling jatuh cinta dan menjalin kasih.
__ADS_1