
Pagi hari, saat sarapan Ayah menanyakan masalah tadi malam pada Indah."Semalam kau darimana nak hingga pulang larut malam, jawablah yang jujur?, ucap Ayah Indah". "Maafkan Indah ayah, semalam Indah pergi bersama Reyfan ke taman dekat rumah, jawab Indah". Ayah Indah langsung menarik nafas. " Tidak baik nak, kau ini anak perempuan, jika ada tetangga kita yang lihat kalian bagaimana? ayah mohon kau jangan mengulanginya!!,sahut ayah Indah". Indah menganggukkan kepalanya. Hari Senin pun tiba, saat jam istirahat seperti biasa Indah berdiri di depan kelas memandangi teman-temannya sambil menunggu Reyfan menemuinya. Tetapi Reyfan tidak terlihat. Akhirnya, ia mengajak Eka pergi ke perpustakaan." Eka..aku jenuh, kita ke perpustakaan yuk!!,ajak Indah". "Ayo, jawab Eka". Di perpustakaan Indah mencari buku yang menarik baginya. Lalu duduk di sudut ruang perpustakaan bersama Eka. "Indah.. malam Minggu kemarin kau jalan kemana dengan Reyfan? tanya Eka". " Ke taman dekat rumahku, jawab Indah". " Ha... taman dekat rumahmu?(Eka membulatkan matanya karena terkejut)". " Ya.. memangnya kenapa? Ka.. malam Minggu kemarin Reyfan menciumku, sahut Indah tersenyum malu". Eka tertawa kecil mendengarnya. " Lalu setelah itu?,tanya Eka". "Kami berpelukan mesra serasa dunia milik berdua, ucap Indah". Lalu.., sahut Eka". Lalu... lalu.. lalu lintas maksudmu?kau seperti tukang parkir saja!!, sahut Indah". Eka langsung mencubit pipi Indah karena menggemaskan. " Aduh.. sakit tahu!!, teriak Indah". Eka tertawa lepas. " Indah, aku mau pergi sebentar, kau mau ikut?, ajak Eka"."Kemana?, jawab Indah". " Ke toilet!?, sahut Eka tertawa". " Sialan!!, Indah tertawa lalu melemparkan bulatan kertas kecil ke tubuh Eka. Eka tertawa lepas. Tiba-tiba Fikri mendekatinya. Mereka berbincang-bincang dan tertawa. Indah tidak menghiraukan, jika di belakangnya ada Reyfan yang sedang memperhatikannya. Eka yang melihat Reyfan langsung menegur Indah. "Indah.. coba lihat di belakangmu ada siapa?, tegur Eka". Indah pun menoleh ke belakang. Ia sangat terkejut melihat Reyfan sedang memperhatikannya dengan raut wajah yang kesal. "Hai Fikri !!kau harus tahu bahwa Indah itu adalah kekasihku, jadi kau jangan coba-coba merayu dan mendekatinya, ancam Reyfan pada Fikri". "Maaf Rey..aku sudah tahu, aku hanya berbincang biasa sebagai teman, sahut Fikri". Mendengar jawaban dari Fikri, Reyfan langsung pergi meninggalkan mereka. "Rey tunggu!!kau jangan salah paham,aku hanya berbincang biasa dengan Fikri. Reyfan menghentikan langkahnya. " Hanya berbincang biasa??!tapi kulihat kau bercanda mesra dengannya, Reyfan tersenyum kecut". " Asal kau tahu Indah..Fikri itu menyukaimu!!?, teriak Reyfan". " Maafkan aku Rey !kumohon maafkan aku!!,pinta Indah sambil memegang tangan Reyfan". "Sudahlah.. lupakan saja aku ingin masuk kelas!, sahut Reyfan". Eka mendekati Indah. "Indah..ayo kita masuk kelas sebentar lagi pelajaran akan dimulai", ajak Eka". Eka merangkul punggung Indah. Mereka pun masuk kelas. Pulang sekolah Indah menunggu Reyfan di depan pintu gerbang sekolah. Tetapi Reyfan tidak kunjung jua. Ia pulang dengan raut wajah yang sedih. "Apakah Reyfan benar-benar marah padaku, padahal aku sudah menjelaskan keadaan yang sebenarnya , maafkan aku Rey..jika aku tadi menyakiti hatimu sayang, gumam Indah". Tanpa ia sadari airmata mengalir di pipinya. Ia berusaha menghubungi ponsel Reyfan berkali-kali tetapi tidak diangkat. Indah diam sejenak menarik nafas dalam-dalam untuk merendahkan rasa sakit di hatinya.