
Pagi hari, Indah memasak menu yang disukai Reyfan. Ia berniat ingin membawakan makan siang. Indah berusaha menghubungi Reyfan tetapi nomor ponselnya tidak aktif.
"Baiklah, anggap saja kedatanganku nanti kejutan untuknya ", gumam Indah bahagia.
Beberapa jam kemudian
Indah tiba di kantor Reyfan. Lalu, ia bertanya kepada Resepsionis.
" Selamat siang mba, saya ingin bertemu dengan Bapak Reyfan ", sapa Indah.
" Selamat siang juga, maaf.. apakah sebelumnya anda sudah membuat janji dengan Pak Reyfan? ", tanya Resepsionis.
" Belum. Tetapi saya adalah calon istrinya. Saya ingin mengantarkan makan siang untuknya", jawab Indah.
"Oh.. maaf bu, tetapi untuk saat ini Pak Reyfan sedang keluar kantor. Apakah ibu ingin titip pesan atau ada hal lain yang dapat saya bantu? ", ucap Resepsionis.
" Nanti jika sudah balik ke kantor tolong katakan padanya kalau Indah datang ke sini. Karena saya berkali-kali menghubungi ponselnya tetapi tidak aktif ", sahut Indah.
" Baik, pasti akan saya sampaikan pesan dari ibu ", sahut Resepsionis.
__ADS_1
" Terima kasih dan selamat siang ", sahut Indah sopan.
" Ya, Selamat siang juga bu", sahut Resepsionis ramah.
Indah berjalan pelan. Ia berusaha menghubungi Reyfan kembali tetapi tidak aktif.
" Aduh, aku sangat haus lebih baik aku beli minuman dingin dahulu ", gumam Indah.
Ia berjalan perlahan-lahan mencari penjual minuman. Ia berdiri di sebuah Cafe. Tak sengaja, ia menoleh ke arah kaca transparan Cafe tersebut. Ia melihat Reyfan dengan seorang wanita cantik. Mereka terlihat sangat mesra. Hatinya sangat hancur berkeping-keping. Kekasih yang dianggapnya sangat setia ternyata menduakannya. Tanpa ia sadari airmata menetes di pipinya.
Ia berusaha kuat mendekati Reyfan. Ia berdiri bagaikan patung di hadapan Reyfan. Reyfan sangat terkejut melihat Indah ada di hadapannya.
" Siapa wanita ini Rey? ", tanya Fera sambil memegang erat tangan Reyfan
Reyfan terdiam dan menundukkan kepalanya.
" Aku adalah calon istrinya. Bulan depan kami akan menikah. Pantas saja akhir-akhir ini, aku merasakan perubahan sikapmu padaku. Ternyata, ada orang ketiga dalam hubungan kita", sahut Indah menangis.
" Apa maksudmu?. Aku ini kekasih Reyfan dan kami juga berniat akan menikah. Karena saat ini, aku sedang mengandung anaknya ", teriak Fera.
__ADS_1
" Sudahlah Fera !! kau jangan berteriak seperti itu, apakah kau tidak malu semua orang memperhatikan kita ", sahut Reyfan.
" Apa benar yang diucapkan oleh wanita ini Rey? , tanya Indah menangis.
Reyfan meneteskan airmata karena tidak tega menyakiti Indah.
"Indah, maafkan aku!!, aku sudah menduakanmu. Selama ini, aku telah menjalin cinta dengannya hingga melampaui batas. Aku juga tidak menyangka kalau Fera akan mengandung anakku. Aku mencintai kalian berdua ", sahut Reyfan.
" Gila...kau benar-benar sudah Gila, Rey!!. Apakah kau akan menikahi aku dan dia sekaligus?. Undangan pernikahan kita sudah dibuat. Sedangkan wanita ini sedang mengandung anakmu. Selama ini, aku sangat setia padamu Rey. Sepuluh tahun lebih kita menjalin kasih. Aku tidak pernah selingkuh. Aku selalu percaya dan berusaha mengerti dirimu. Tetapi, kau balas semua ini dengan pengkhianatan. Hatiku sangat sakit, Rey ", Indah menangis terisak-isak.
Reyfan bersimpuh di bawah kaki Indah. "Maafkan aku Indah.. aku benar-benar minta maaf, kumohon jangan tinggalkan aku!!".
" Aku malu pada orangtuaku, Rey. Dahulu ayah tidak merestui hubungan kita tetapi mengapa setelah ia merestui kau justru mengecewakannya?. Jika memang benar wanita ini mengandung anakmu maka nikahilah dia!!. Biar aku yang mengalah. Kita akhiri hubungan kita sampai di sini . Aku akan berusaha bicara dengan orangtuaku. Selamat tinggal Rey!!. Aku doakan semoga kalian bahagia" , Indah menangis lalu meninggalkan Reyfan.
Reyfan menangis di lantai. Ia sangat menyesali perbuatannya.
" Sudahlah Rey, ayo bangun!!. Aku sudah memaafkan kebohonganmu selama ini padaku. Sekarang lebih baik kita menikah segera mungkin. Karena makin lama perutku akan semakin membesar. Lupakanlah wanita itu!!. Kita menikah dan hidup bahagia bersama anak kita ", ucap Fera menenangkan Reyfan.
Reyfan duduk di kursi berhadapan dengan Fera. Ia menarik nafasnya sedalam mungkin lalu menggenggam tangan Fera. " Maafkan aku.. aku janji akan menikahimu segera mungkin ".
__ADS_1
Fera tersenyum bahagia. Lalu memeluk erat tubuh Reyfan. " Terima kasih sayang", ucap Fera.