
Reni melihat beberapa motor ada di depan rumah Agus. Salah satunya adalah motor Reyfan. Ia sangat senang Reyfan ada di sana. Ia melihat di samping halaman rumah Agus banyak teman Agus, salah seorang di antara mereka adalah Reyfan. Tubuh Agus penuh dengan tepung dan telur. Ia melihat 2 orang wanita. "Wanita itu cantik sekali, rambutnya hitam panjang, putih mulus, raut wajahnya mungil seperti wanita keturunan Arab, siapakah wanita itu ya? gumam hati Reni". "Hai kak Reni!?, sapa Angga". "Angga, kau mengagetkanku saja?!, sahut Reni kesal". "Angga, mengapa di sana terlihat sangat ramai sebenarnya ada apa sih?, tanya Reni penasaran". "Kak Agus ulang tahun kak!?, sahut Angga". "Astaga.. aku lupa!?, sahut Reni". " Lebih baik kak Reni bergabung saja dengan mereka!, ucap Angga". " Kak Agus, ini ada kak Reni!!, teriak Angga". "Agus dan teman\-temannya menoleh ke belakang. "Sini Ren ikut gabung !,, ajak Agus". " Waduh... gawat nih?!, gumam Fajar". "Ehmmm.., sahut Adit". Gilang menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Kalian kenapa sih?, tanya Eka heran".
Reni mendekati mereka. " Gus, selamat ulang tahun ya semoga panjang umur, sehat selalu, dan semua yang kau inginkan bisa tercapai, ucap Reni". "Terima kasih Ren!, sahut Agus".
__ADS_1
Reni menatap Indah. Indah membalasnya dengan senyuman. Reni pun tersenyum. "Kau sahabatnya Agus ya?, tanya Eka". "Benar, aku sahabatnya sejak kecil, perkenalkan namaku Reni, sahut Reni". Ia menjulurkan tangannya pada Eka. "Namaku Eka, sahut Eka". "Senang berkenalan denganmu!?, ucap Reni". "Sama. Oh ya.. ini sahabatku namanya Indah, sahut Eka". Indah menjulurkan tangannya pada Reni sambil tersenyum. " Namaku Indah, ucap Indah". "Apakah dia kekasih Reyfan?, gumam hati Reni".
Reni mendekati Reyfan. " Hai Reyfan, apa kabar?, tanya Reni "." Kabarku baik, kau sendiri bagaimana?, sahut Reyfan ". " Seperti kau lihat sendiri, aku baik\-baik saja, sahut Reni ". Reni duduk berdekatan di samping kanan Reyfan. " Sudah lama kita tak bertemu, aku sangat merindukanmu, sahut Reni memegang tangan Reyfan ". Reyfan melepaskan pegangan tangan Reni. Indah sangat kesal melihat tingkah laku Reni. Ia menatap tajam Reyfan. Reyfan menghindari Reni. "Ehmmm.. Reni ngomong ngomong, kau sudah punya kekasih atau belum?, tanya Eka sinis". "Belum, memangnya kenapa kau bicara seperti itu?, sahut Reni kesal". "Kau sudah tahu atau belum? jika Reyfan itu adalah kekasih Indah sahabatku yang ada di sebelah kiriku ini?!, sahut Eka kesal". "Sudahlah Eka lebih baik kita duduk di teras depan rumah Agus saja!, ajak Indah". "Tidak mau!! kita di sini saja, seharusnya wanita ini yang harus pergi, teriak Eka ". " Sudahlah sayang, ucap Gilang menenangkan Eka". "Dasar wanita penggoda!!, teriak Eka". Eka dan Reni saling mencaci satu sama lain.
__ADS_1
Reyfan mendekati Indah tetapi Indah hanya diam dan membuang wajahnya. "Sayang, aku dan Reni hanya teman biasa, tidak lebih dari itu, ucap Reyfan". Indah terdiam, Reyfan terus memandang wajah Indah. Reyfan berusaha memeluknya tetapi Indah menolaknya. "Aku ingin pulang Rey?!, ucap Indah meneteskan airmata". "Tidak. Kita selesaikan dahulu masalah kita, sahut Reyfan". "Aku sangat mencintaimu Indah. Aku tidak pernah memiliki hubungan khusus dengan Reni. Reni memang pernah mengungkapkan rasa cintanya padaku. Tapi aku sudah menolaknya. Karena hanya kau satu yang ada di hatiku, ucap Reyfan". "Kau jangan bohong Rey?! di depanku kau ucapkan cinta tapi di belakangku ternyata kau sudah lama mengenalnya, sahut Indah menangis". "Maafkan aku sayang!!,aku memang sudah lama mengenal dia, tapi aku berani sumpah bahwa aku tidak mempunyai rasa cinta padanya, kumohon percayalah!!, pinta Reyfan bersimpuh di bawah kaki Indah". " Bangunlah Rey, aku sudah memaafkanmu!?, sahut Indah". "Terima kasih sayang, Reyfan memeluk Indah". Reyfan membelai rambut Indah dan menghapus airmata di pipinya.
Adit, Fajar, Gilang, dan Eka melihat adegan romantis Reyfan dan Indah. " Aduh.. Aku jadi ingin seperti itu, sahut Gilang". "Nih.., sahut Eka menyodorkan kepalan tangannya. Adit dan Fajar tertawa lepas. "Sebenarnya dia kekasihmu atau bodyguardmu?, bisik Fajar pada Gilang". "Kau bicara apa?!, teriak Eka". "Tidak!!, sahut Fajar tertawa".
__ADS_1
Suasana mulai mereda, Reyfan dan Indah pulang terlebih dahulu. " Fajar.. katakan pada Agus aku dan Indah pamit pulang!, teriak Reyfan". "Oke, sahut Fajar". Gilang dan Eka menyusul pulang. Adit dan Fajar menasihati Reni agar tidak mengulangi perbuatannya.