Ajari aku melupakanmu

Ajari aku melupakanmu
Rindu yang membara


__ADS_3

Setelah menyelesaikan beberapa tugas sekolah. Sepintas bayangan wajah Indah muncul dalam pikiran Reyfan. Ia ingin sekali menemui Indah tetapi jam dinding sudah menunjukkan pukul 22:00 WIB. " Pasti Indah sudah tidur, aku sangat merindukannya, aku ingin sekali memeluk erat tubuhnya dan mencumbui wajahnya yang polos, gumam Reyfan". Pikirannya menerawang bebas. Hatinya menjerit karena tersiksa rasa rindu yang membara. Akhirnya, ia memutuskan menelepon Indah. Akan tetapi tidak ada jawaban, mengirim pesan pun tidak dibalas. "Indah, kenapa kau tidak membalas pesan sayang, aku telepon pun tidak kau angkat, gumam Reyfan".



Indah terbangun dari tidurnya. Saat melihat waktu di ponselnya, ia sangat terkejut melihat panggilan tak terjawab dan pesan dari Reyfan banyak sekali. Ia baca satu persatu pesan tersebut. Lalu Indah membalasnya. Reyfan sangat bahagia karena wanita yang dirindukan membalas pesannya. Reyfan mengajak Indah ke taman di dekat perumahan Reyfan besok malam.



Mereka janji bertemu pukul 19:00 WIB. Indah tiba terlebih dahulu. Reyfan tersenyum melihat Indah dari kejauhan. Indah gelisah menunggu kedatangan Reyfan. Reyfan membawa sekuntum mawar merah untuk Indah.

__ADS_1



Reyfan memeluk Indah dari belakang. "Hai sayang, sejak kapan kau menungguku?" bisik Reyfan sambil mencium pipi Indah". "Rey..kau mengejutkan aku saja, jantungku terasa mau lepas, sahut Indah". Reyfan tertawa sambil memutarbalikan tubuh Indah hingga mereka saling berhadapan.



Reyfan mendekati bibirnya ke bibir Indah. Mereka saling menikmatinya. Mereka saling berpelukan sangat mesra. Indah sangat nyaman dalam pelukan Reyfan. " Ehm.. mesra sekali?!, sahut Gilang". Reyfan dan Indah sangat terkejut. Mereka tidak tahu ternyata Gilang dan Eka berada di taman yang sama. " Kalian ada di sini juga, sahut Reyfan". "Kami baru saja tiba, tiba\-tiba kami melihat kalian, sahut Gilang. " Sangat mesra.. bagai dunia hanya milik berdua!, sahut Eka tertawa memotong pembicaraan Gilang". "Dasar kalian memang pengganggu!, sahut Reyfan". Eka dan Gilang tertawa lepas. " Ya sudah, kami ingin mencari tempat duduk yang nyaman supaya tidak ada yang mengganggu!, sahut Gilang tertawa menggoda Reyfan". "Gilang, ayo kita ke tempat duduk dekat pohon itu, tunjuk Eka". Indah hanya tersenyum memandangi Eka. " Maaf ya Indah, aku tinggal dulu!, pamit Eka". "Indah, dilanjutkan lagi peluk mesra ya?!, canda Eka sambil berjalan meninggalkan Indah dan Reyfan. "Sepasang kekasih kompak sekali suka mengganggu kenikmatan teman, sahut Reyfan". Indah tertawa kecil. "Sudahlah Rey... mungkin mereka memang jodoh!, sahut Indah tertawa.


__ADS_1



Malam pun makin larut. Reyfan dengan berat hati harus segera mengantarkan Indah pulang ke rumahnya. Mereka sangat menikmati malam minggu ini. Dunia sangat Indah, langit dihiasi cahaya bintang dan rembulan.



Eka dan Gilang pun pulang ke rumah. Gilang mengantarkan Eka pulang terlebih dahulu. Lalu, ia kumpul bersama Adit, Agus, Reyfan, dan Fajar di rumah Fajar.


__ADS_1


Ibu Fajar menyediakan makanan dan minuman ringan untuk mereka. " Maaf seadanya ya nak, sahut ibu Fajar". "Terima kasih Bu, sahut Agus". "Bagaimana keadaan kalian?, tanya ibu Fajar". "Keadaan kami baik\-baik saja. Apalagi Gilang tambah nafsu makan saja karena sudah mempunyai kekasih, canda Agus". "Sialan!, jawab Gilang tertawa". Ibu Fajar, Reyfan, Adit, dan Fajar ikut tertawa lepas.


__ADS_2