
Seperti biasa tiap liburan sekolah, Agus selalu membantu ayahnya menjual sayuran di pasar. "Ayah, sebaiknya ayah istirahat saja biar Agus saja yang melayani pembeli, pinta Agus". Ayah Agus menuruti keinginan anaknya.
Tanpa sepengetahuan Agus dan ayahnya, Reyfan memperhatikan mereka dari kejauhan. " Kasihan sekali Agus, aku sangat bersyukur karena orangtuaku bisa memenuhi semua kebutuhan, semua yang aku minta pasti dibelikan, sedangkan Agus harus bekerja keras untuk mendapatkan semua itu. Aku sangat iba melihat kondisi keuangan keluarga Agus, gumam dalam hati Reyfan ".
Reyfan menghidupkan motornya menuju mini market yang tidak jauh dari pasar tradisional. Reyfan membelikan makanan dan minuman ringan untuk diberikan kepada keluarga Agus.
__ADS_1
Reyfan melihat sosok Angga sedang duduk santai. Angga melihat Reyfan " Kak Reyfan!! teriak Angga senang". "Assalamualaikum!!, sapa Reyfan tersenyum "." wa alaikum salam, jawab Angga". " Ini bawa masuk! \(Reyfan memberikan plastik berisikan makanan dan minuman ringan\). " Ini untukku kak Reyfan?!, tanya, sahut Angga. "Ya, tapi bagikan kak Agus,
Ayah dan Ibu juga ya!" sahut Reyfan "." Oke, jawab Angga membawa masuk plastik tersebut". "Oh ya lupa.. Silahkan duduk kak!?, sahut Angga". "Terima kasih, jawab Reyfan ". " Kak Agus dan ayah belum pulang dari pasar ka, sedangkan ibu sedang ke warung beli beras sahut Angga memberi tahu". "Kak Reyfan, ajari aku main gitar dong, pinta Angga. Lalu memberikan gitarnya Pada Reyfan" . Mereka terlihat sangat akrab bermain gitar sambil bernyanyi. Selain itu, mereka berbincang bincang hal pribadi.
" Eh nak Reyfan, kapan tiba ?! tanya bu Agus." Hampir setengah jam bu, sahut Reyfan ". Angga! Kenapa kak Reyfan tidak disuguhkan minuman?,tegur ibu Agus". "Eh iya lupa,! Sahut Angga Tertawa"." Maaf ya nak Reyfan, ibu lama di warung beras karena salah seorang teman ibu mengajak mengobrol sangat lama, sahut Ibu". "Tidak apa\-apa bu, sahut Reyfan". "Ibu mau masak di dapur dulu, maaf ibu tinggal dulu ya nak, sahut Ibu Agus! "." Angga! temani kak Reyfan sebentar, sahut ibu Agus". "Memangnya dari tadi bersamaku, gumam Angga".
Sepuluh menit kemudian, Agus dan Ayahnya tiba di rumah. Agus terkejut melihat Reyfan sangat akrab dengan Angga. "Rey, sejak kapan kau ada di sini?, tanya Agus". "Lumayan lama, sahut Reyfan "." Kak, tadi kak Reyfan membawa makanan dan minuman ringan untuk kita, sahut Angga senang". " Ya ampun Reyfan.. seperti datang ke rumah mertua saja, canda Agus". Reyfan pun tertawa. " Kau sudah makan Rey?, tanya Agus". "Tenang saja sudah.., sahut Rey". "Nak Rey.. Liburan sekolah kau tidak kemana mana?, tanya ayah Agus". "Tidak ayah.... belum ada planning, jawab Reyfan ". " Kok ke sini hanya sendiri? Kekasihmu mana?, canda ayah Agus". Reyfan tersenyum. "Ayah mau istirahat dulu ya nak!, pamit ayah Agus". " Ya, silahkan ayah!, sahut Reyfan ".
__ADS_1
Reyfan dan Agus berbincang cukup lama. Hingga waktu hampir siang. " Gus! suruh nak Reyfan masuk, kita makan bersama, teriak Ayah agus. Mereka makan bersama di lantai ruang tamu. " Sungguh ini sebuah kenikmatan dalam keluarga , walaupun keluarga ini hidup sederhana akan tetapi mereka saling menyayangi satu sama lain, gumam hati Reyfan".
"Nak Reyfan.. ayo nasi dan lauknya ditambah, ucap ayah Agus". "Ya terima kasih, ini saja sudah cukup, jawab Reyfan". Mereka makan sangat lahap.
Pukul 14:00 WIB, Reyfan berpamitan "Gus, aku mau pulang, mana Angga, ayah dan ibumu? tanya Reyfan". "Sepertinya, mereka sedang tidur siang sedangkan Angga biasa.. main ke rumah temannya, sahut Agus". "Ya sudah, aku pulang saja dan salam untuk mereka, pamit Reyfan menepuk punggung Agus". Agus mengantarkan Reyfan sampai depan halaman rumah.
__ADS_1