
Setelah membersihkan diri, Indah duduk santai di ruang tamu. Ayah Indah mendekatinya. Lalu bertanya, " Dari mana saja kau nak?, tanya Ayah Indah". " Indah main ke rumah teman yah!, sahut Indah menggigit bibir bawahnya karena berbohong". "Main ke rumah teman atau kencan dengan kekasihmu?, tanya Ayah sinis". "Ayah, Indah sudah dewasa, jadi Indah mohon pada Ayah jangan mengekang Indah untuk berbuat sesuai dengan keinginan Ayah!?, sahut Indah sopan". "Ayah tidak mengekangmu tapi ayah ingin yang terbaik untukmu!, teriak ayah Indah". "Indah mengerti keinginan ayah, mungkin itu yang terbaik menurut ayah tapi tidak untuk Indah yah!, jadi Indah mohon jadilah ayah yang bijaksana untuk Indah!, sahut Indah meneteskan airmata. Ayah Indah sangat geram mendengar ucapan anaknya. Rasanya, ia ingin sekali menampar wajah Indah. Tapi, ia berusaha menahan tangannya.
Ibu Indah mendekati suaminya. "Astagfirullah.. istighfar ayah! jangan sakiti Indah, ibu mohon yah!, sahut ibu Indah sedih". Indah langsung masuk ke kamarnya. Ayah Indah duduk terdiam di atas sofa. " Ayah tidak menyangka bu, anak kita yang dulu pendiam sekarang sudah berani menentang ayah, sahut Ayah sedih". "Sabar yah!, Indah seperti itu karena dia sudah dewasa bisa menilai mana yang baik dan buruk. Biarlah dia bebas tapi bertanggung jawab dengan perbuatannya sendiri, kita sebagai orangtua hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya, ucap ibu menasihati ayah". Mereka duduk terdiam dan saling merenung.
__ADS_1
Indah menangis di dalam kamar. Hatinya sangat kesal karena ayahnya tidak pernah mengerti dengan perasaannya. "Ya Tuhan, sampai kapan sikap ayahku akan berubah? tanya hati Indah sambil menangis".
Suara pesan dari ponsel Indah berbunyi. "Sayang, kau sedang apa? sudah makan atau belum? jangan telat makan nanti sakit!, pesan Reyfan khawatir". "Sudah Rey, balas Indah ". " Tadi saat tiba di rumah, kau dimarahi atau tidak oleh ayahmu karena pergi denganku tanpa izin?, tanya Reyfan ". " Ya, ini aku baru saja selesai dimarahi oleh ayahku, balas Indah ". " Maafkan aku ya?! kita memang harus sabar dan banyak berdoa supaya hati ayahmu luluh dan merestui hubungan kita Aamiin, pesan Reyfan ". " Rey, aku sangat mencintaimu, aku tidak ingin kita berpisah!, balas Indah ". " Aku juga sayang, aku sangat mencintaimu melebihi nyawaku, kau yang sabar ya!, jangan terlalu dipikirkan nanti sakit!, pesan Reyfan ". " Ya, balas Indah ". " Oke, istirahatlah! I love you, pesan Reyfan ". " I love you toko, balas Indah ".
__ADS_1
" Indah... buka pintunya nak! Ayo kita makan malam bersama di meja makan!, teriak ibu Indah dari balik pintu kamar Indah". Indah membuka pintu kamarnya. Lalu ia bergegas makan bersama dengan ayah dan ibunya. Saat makan, mereka hanya terdiam. Indah tidak berani menatap wajah ayahnya. Selesai makan malam, seperti biasa Indah membantu ibunya mencuci piring, lalu ia masuk ke kamarnya.
Ibu Indah mengetuk pintu kamar Indah. "Indah, boleh ibu masuk sayang?, tanya ibu Indah". Indah segera membuka pintu kamarnya. Ibu indah langsung memeluk anak kesayangannya. " Anak ibu, ibu sangat sayang padamu nak! Kau harus sabar dan banyak berdoa suatu saat nanti pasti sikap ayahmu pasti berubah, ucap ibu Indah". "Ya bu, sahut Indah menangis dalam pelukan ibunya ". Mereka berpelukan sangat lama. Ibu menemani indah hingga tidur. Melihat Indah sudah tidur nyenyak, ibu Indah langsung keluar dari kamar.
__ADS_1