
Ayah Lia baru pulang dari Semarang. Ia membawa oleh\- oleh cukup banyak. Ibu Lia menyuruh Lia untuk memberi sepertiga nya untuk keluarga Fajar. Fajar sedang main game dalam ponselnya di depan rumahnya. "Assalamualaikum, ucap Lia". "Wa'alaikumsalam, sahut Fajar sambil main game". "Maaf mas, ada ibunya?, tanya Lia". Fajar menoleh ke arah tamu itu. Matanya membelalak karena ternyata di hadapannya adalah Lia. " Lia?!, ucap Fajar terpesona". "Ya mas, namaku memang Lia. Maaf aku disuruh ibu untuk memberikan sedikit oleh\- oleh dari Semarang, sahut Lia tersenyum". "Ohh.. terima kasih, sahut Fajar menerima makanan tersebut ". "Sama \- sama mas!?, sahut Lia". "Jangan panggil mas dong?!!, panggil aku dengan sebutan Fajar saja!!, jika panggil aku mas terdengar seperti sudah sangat tua, canda Fajar". "Ya Fajar, sahut Lia". "Silahkan duduk!, kau mau minum apa?, tanya Fajar". "Tidak usah, terima kasih!,aku hanya mengantarkan makanan, maaf aku langsung pulang ya Fajar ?! Assalamualaikum , pamit Lia". "Wa'alaikumsalam, sahut Fajar". "Selain cantik, Lia juga memang gadis yang baik hati, gumam Fajar".
__ADS_1
Mata Fajar tiada henti memandangi tubuh Lia dari belakang. " Fajar, apa itu nak?, tanya ibu Fajar". "Ohh... ini bu, tadi Lia memberikan oleh \- oleh dari Semarang, sahut Fajar". "Pantas matamu tiada henti memandanginya?!, sahut ibu Fajar tersenyum". "Maklumlah bu, paras wajah dan sosok tubuhnya bagai bidadari dari surga!!?, sahut Fajar tersenyum". "Memangnya kau sudah pernah ke surga?, canda ibu Fajar ". " Sudah... tapi hanya dalam mimpi, sahut Fajar tertawa ". Ibu Fajar pun tertawa. Mereka langsung menyicipi makanan yang telah diberikan oleh Lia.
__ADS_1
Fajar berhenti sejenak di gang rumah Lia. Ia melihat Lia sedang berdiri di depan rumahnya. Lia pun menoleh ke arah Fajar. Mereka saling tersenyum. "Lia.. sini!!, panggil Fajar". Lia menghampiri Fajar. Mereka duduk berdua di bangku panjang gang rumah Lia. "Ada apa Fajar?, sapa Lia". " Aku iseng tidak ada teman untuk bicara, sahut Fajar". "Sama, aku juga belum ada teman seusiaku di sini, ucap Lia". "Sebelumnya, kau tinggal di mana?, tanya Fajar". "Aku tinggal di Sukabumi. Karena ayahku sekarang bekerja di Jakarta, jadi kami pindah ke Jakarta, sahut Lia". "Lalu, ayahmu orang asli Semarang?, tanya Fajar". " Bukan, ayahku sama dengan ibuku dari Sukabumi. Ayah ke Semarang karena ada tugas penting dari kantornya yang mengharuskan ia pergi ke sana, sahut Lia". " Kulihat kau pandai memainkan gitar, apa kau punya grup band?, tanya Lia". " Ya, aku memang anak band. Karena hobiku bermain musik dan futsal, sahut Fajar". "Kau sendiri, apa hobimu?, tanya Fajar". " Aku suka membaca, sahut Lia". " Sama, aku juga suka membaca, sahut Fajar". " Oh ya?, kau suka membaca apa?, tanya Lia". "Aku suka membaca, membaca isi hatimu?!, sahut Fajar". " Kau bisa saja, sahut Lia menunduk malu". Fajar memandang Lia dengan tersenyum. " Sudah hampir waktu maghrib, aku pulang ya!, pamit Lia". Fajar menganggukan kepalanya.
__ADS_1