
Saat jam istirahat, Indah menceritakan masalahnya dengan Eka. Eka pun terkejut, "Apa..kau sudah dijodohkan oleh ayahmu? ada-ada saja zaman now kok bisa masih seperti zaman Siti Nurbaya". Indah terdiam seribu kata. Pembicaraan mereka terdengar oleh Azis dan Gilang. Gilang adalah teman akrab Reyfan sekaligus sepupu Azis yang sedang bermain di kelas Indah. Gilang mendatangi Reyfan yang sedang bermain gitar dan bernyanyi bersama Fajar, Agus, dan Adit di kebun belakang sekolah. " Rey..aku mau bicara denganmu..ayo ikut aku sebentar, ajak Gilang". " Memangnya ada apa sih..kau serius sekali? sahut Reyfan". Mereka berbicara di bawah pohon mangga yang rindang. " Rey..tadi aku menemui sepupuku Azis, teman sekelas Indah, aku dengar langsung saat Indah berbicara pada Eka bahwa Indah sudah dijodohkan oleh ayahnya dengan anak dari teman ayahnya Indah,ucap Gilang". Apa??kau jangan bercanda Lang..mungkin kau salah dengar masa sih zaman sekarang masih dijodohin?!, sahut Reyfan sangat terkejut". " Aku serius Rey..., jawab Gilang". "Kami saling mencintai Lang..aku tidak akan menyerah untuk meluluhkan hati ayahnya, gumam Reyfan". Adit, Fajar, dan Agus mendekati Gilang dan Reyfan. " Ada apa sih kok kalian serius sekali, sahut Fajar". " Indah sudah dijodohkan olehnya dengan pria lain, jawab Reyfan". "Apa dijodohkan??,sahut Adit, Fajar, dan Agus terkejut. " Tenang Bro..sebelum janur kuning ada di depan rumah Indah, dia masih milikmu, sahut Fajar memberi semangat". " Janur kuning atau bendera kuning ??,canda Agus". " Dasar bodoh....kalau bendera kuning berarti ada seseorang yang meninggal, masa sih Reyfan menikah dengan mayat, sahut Fajar sambil tertawa". Adit dan Gilang pun ikut tertawa. "Stop... jangan tertawa ada yang galau,sahut Agus" " Galau...ngga ada lauk maksudmu,canda Adit". Mereka pun tertawa kecuali Reyfan. " Jangan sedih Rey, kami akan selalu membantumu, sahut Adit". " Kalau kau takut kehilangan Indah, kau kawin lari saja dengannya, sahut Agus". " Memangnya ayam kawin lari ??, sahut Fajar tertawa". Reyfan tersenyum mendengar dukungan dari teman-temannya. " Nah begitu dong tersenyum kan terlihat tambah cantik..eh salah tambah ganteng,masa sih mantan play boy sedih?jangan takut Rey..mati satu tumbuh seribu,canda Agus". Fajar pun menjawab: " Kalau mati semua gimana ??. "Memangnya nyamuk ??, jawab Azis". Mereka tertawa mendengar ucapan Agus dan Fajar seperti pelawak. Bel berbunyi mereka masuk ke ruang kelas mereka Kelas 2 IPA. "Kau jangan lupa Rey, nanti sore kita latihan band di rumahku, sahut Gilang". " Oke Bro..,jawab Reyfan". Pulang sekolah, Reyfan menunggu Indah di pintu gerbang sekolah untuk meminta penjelasan darinya. " Hai sayang..aku ingin bicara sebentar, ayo ikut aku!,ajak Reyfan menarik tangan Indah". Lalu mereka duduk di bawah pohon dekat sekolah. " Apa benar yang kudengar kalau kau sudah dijodohkan ayahmu dengan pria anak temannya?, ucap Reyfan". Indah hanya diam menunduk. Reyfan langsung mengangkat dagu Indah hingga wajah mereka saling berdekatan. " Jawablah..aku tidak akan marah padamu sayang! ungkap Reyfan". " Ya, semua itu benar Rey.., jawab Indah". Reyfan langsung menarik nafasnya sedalam mungkin tuk menahan rasa sakit dan sedih di hatinya. "Rey..aku sangat mencintaimu,kita jalani hubungan kita,jangan menyerah..kita berdoa semoga suatu hari nanti hati ayahku bisa merestui hubungan kita, pinta Indah sambil menggenggam erat kedua tangan kekasihnya itu. Reyfan langsung memeluk tubuh Indah dengan sangat erat. Waktu pun mulai sore Reyfan segera mengantarkan Indah pulang dengan sepeda motornya.