Ajari aku melupakanmu

Ajari aku melupakanmu
Melepas Rindu


__ADS_3

Sepulang dari rumah Agus, Reyfan tiba di rumah pukul 02:00 dini hari. Ia membaringkan tubuhnya. Lalu mengirimkan pesan tertulis untuk Indah. "Sayang, aku sangat merindukanmu. Besok kita ketemu di tempat biasa ya pukul 2 siang. Ia menunggu jawaban dari Indah tetapi tidak ada jawaban. " Indah pasti sudah tidur sejak tadi, gumam Reyfan ". Reyfan memejamkan matanya hingga tertidur nyenyak.



Setelah mandi pagi, Indah sangat tertarik ingin membuka pesan dalam ponselnya. Ia yakin Reyfan mengirim pesan padanya. Ternyata perasaan Indah benar, Reyfan mengirim pesan sejak pukul 02:00 dini hari. Ia segera menjawab pesan dari Reyfan. " Ya, aku akan datang nanti siang, jawab Indah". Tetapi tidak ada jawaban dari Reyfan. "Mungkin dia masih tidur, gumam Indah". Indah bergegas ke ruang dapur membantu ibunya memasak.

__ADS_1



Tepat pukul 10 pagi, Reyfan bangun dari tidurnya. " Rey.. Rey!, panggil mama Reyfan dari balik pintu kamar Reyfan". "Ya ma.., jawab Reyfan". "Buka pintunya!, pinta mama Reyfan". Reyfan segera membuka pintu kamarnya. "Ada apa ma?, tanya Reyfan". "Kau ini jam segini belum bangun tidur. Memangnya semalam kau kemana saja nak?, sahut mama Reyfan". "Reyfan main ke rumah Agus ma, karena keasyikan mengobrol jadi pulang hingga larut malam, sahut Reyfan". "Jangan dibiasakan nak! Jaga kesehatanmu, kau ini masih sekolah masa depanmu masih panjang, jadi gunakan waktumu untuk hal yang positif, ucap mama Reyfan". "Baik, mamaku yang cantik!, canda Reyfan". "Kau ini memang pintar merayu mama sama seperti papamu!?, sahut mama Reyfan tersenyum sambil mengelus rambut anaknya". "Sekarang kau mandi, lalu makanlah! Karena mama sudah menyiapkannya di meja makan, ucap mama Reyfan". Reyfan menuruti ucapan mamanya. Setelah mandi, ia segera memakan makanan yang sudah disiapkan oleh mamanya.


__ADS_1



Mereka duduk di tempat biasa, di sebuah bangku panjang yang telah terukir nama mereka berdua. "Selama aku ujian, kau kemana saja?, tanya Indah". "Latihan musik dan main ke rumah temanku, tapi aku lebih sering ke rumah Agus, sahut Reyfan". "Jangan\-jangan karena ada wanita cantiknya ya.. makanya kau sering ke rumah Agus?! , sahut Indah kesal karena cemburu". Reyfan tersenyum bahagia melihat Indah cemburu. "Memangnya wanita siapa di rumah Agus? Adiknya kan lelaki namanya Angga, wanita yang tinggal di rumah Agus hanya ibunya, sahut Reyfan tertawa". "Teman kecilnya Agus, pasti dia kan? dia yang malam itu pernah ikut bergabung denganmu saat bakar ayam dan ikan di rumah Agus?!, sahut Indah cemburu". "Oh Reni maksudmu?, tanya Reyfan tertawa". "Aku tidak mau tahu namanya!, sahut Indah kesal". Indah terdiam menahan emosinya. "Tidak sayang, aku hanya menganggap Reni sebagai teman biasa sama seperti Gilang dan lainnya, rayu Reyfan". " Dasar gombal?!, gumam Indah". "Apa?, tanya Reyfan tertawa". Indah terdiam, lalu Reyfan memeluk Indah dan mencium pipinya. " Aku sangat mencintaimu, jadi tidak mungkin aku menduakanmu, ucap Reyfan". Hati Indah luluh dengan rayuan Reyfan. Ia membalas pelukan Reyfan dengan sangat erat. " Jangan tinggalkan aku Rey, tangis Indah dalam pelukan Reyfan". Reyfan sangat terkejut melihat kekasihnya menangis. "Kenapa kau menangis sayang? Maafkan aku jika perkataanku tadi melukai hatimu, sahut Reyfan menghapus airmata di pipi Indah lalu memeluknya dengan sangat erat". " Kau tenang saja, aku tidak akan tergoda dengan wanita lain, aku janji akan selalu mencintaimu sampai akhir nafsu, ucap Reyfan". Hati Indah sangat bahagia mendengar ucapan Reyfan.


__ADS_1


Pukul 5 sore, Reyfan mengantarkan Indah pulang. Ayah dan ibu Indah khawatir menunggu Indah, karena Indah tidak izin pergi dengan Reyfan. "Kau dari mana saja nak? Ibu dan ayah sangat khawatir menunggumu di rumah?, tanya ibu Indah". "Indah dari rumah teman sekolah bu, sahut Indah". Indah langsung masuk kamar lalu mandi.


__ADS_2