Ajari aku melupakanmu

Ajari aku melupakanmu
Cinta Semakin Bergejolak


__ADS_3

Hari demi hari, bulan demi bulan terlewati..rasa cinta Indah kepada Reyfan semakin menggebu. Tapi dia sangat sedih karena Reyfan belum mengungkapkan isi hatinya pada Indah. Semua jeritan hatinya ia curahkan dalam doa. Berbulan-bulan mereka lewati bersama. Hampir setiap hari Reyfan dan Indah selalu bertatap muka dan saling tersenyum. Rasa cintanya pada Reyfan, ia simpan dengan rapi dalam hati. Kelas Reyfan terletak di lantai bawah. Sedangkan kelas Indah di lantai 2. Indah selalu menanti Reyfan menyapanya dari bawah. Begitu pun Reyfan hampir setiap hari mencari Indah hanya sekedar melihat wajahnya yang cantik dan lugu. Sehari tak bertemu bagai seribu tahun tak jumpa. "Indah.. kamu tahu besok ada class meeting pertandingan voli kelas kita melawan kelas Reyfan, ujar Azis salah satu sahabat Indah. "Benarkah ?,Indah terkejut dan membulatkan matanya". "Aku baru tahu kalau kelas kita akan bertanding, sahut Indah". " Kamu pilih siapa Reyfan atau Zacky, dua orang pria yang sama-sama menyukaimu, ujar Azis menggoda Indah". Indah tersenyum dan menunduk malu tapi seketika hatinya sedih karena Reyfan belum secara langsung mengungkapkan isi hatinya. Tiba-tiba Eka datang menarik tangan Indah. "Indah..ayo ikut aku! ajak Eka". "Ada apa sih..lepaskan tanganku Ka!,pinta Indah". "Kau tahu tadi aku bertemu Reyfan dan ia menitipkan salam untukmu, bagaimana jawabanmu?, ujar Eka". Indah tersenyum," katakan padanya wa'alaikum salam,jawab Indah". Kringgg....suara bel pulang berbunyi semua murid bersiap untuk pulang. Sepulang sekolah Indah, Eka, dan Sinta langsung belajar kelompok di rumah Eka. Indah sangat akrab dengan keluarga Eka. Mereka mengerjakan tugas Fisika sambil bercanda tawa. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 15:00 WIB. "Ka...waktu sudah mulai sore aku pulang ya.. takut ayah dan ibu khawatir di rumah, ujar Indah". " Oh ya sudah...kalau ada waktu jangan bosan ya main ke rumah ku,sahut Eka". "Oke...salam buat ayah,ibu, dan adikmu,jawab Indah". "Aku juga pulang ah..,sahut Sinta". "Uhhh..rumahmu dekat denganku saja pakai pamit padahal tinggal lari saja sudah sampai! ,sahut Eka dengan ketus". Mereka bertiga pun tertawa. Eka dan Sinta mengantarkan Indah sampai depan gapura. "Aku pulang ya.. Assalamualaikum!,pamit Indah". Eka dan Sinta menjawab: "Wa'alaikum salam.. hati-hati di jalan ya Indah!". Indah pun tersenyum. Setiba di rumah, Indah mengucapkan salam, " Assalamualaikum.." Wa'alaikum salam..,jawab ibu Indah". Indah langsung mencium tangan ibunya. Ibu Indah menceritakan kejadian tadi siang."Oh ya ndah..tadi aneh deh ada 2 orang pria seumuran kamu bolak balik di depan rumah kita, seperti sedang mencari alamat, ibu mau menanyakannya tetapi ragu-ragu. Kebetulan ada pak Taman sedang duduk di depan rumahnya lalu ditanyakan olehnya 2 pria itu menjawab sedang mencari rumah kamu, tapi jamunya belum pulang sekolah. Ibu sih sempat melihat 2 orang pria itu. Salah seorang dari mereka tampan sekali,papar ibu kepada Indah". Ibu Indah pun menyebutkan ciri-ciri 2 orang pria tersebut. "Pria yang sangat tampan itu ciri-ciri nya tinggi,putih, hidungnya mancung,bulu matanya lentik, dan potongan rambutnya keren. Sedangkan yang satunya,tinggi,rambutnya agak ikal dan kulitnya sawo matang,ujar Ibu Indah". Indah sangat terkejut karena ciri-ciri pria tersebut sangat mirip dengan Reyfan dan Adit.


__ADS_2