
Sampai di rumah, Reyfan mengganti seragam sekolah dengan pakaian rumah. Dia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Lalu mengambil ponselnya. Dilihatnya panggilan tak terjawab dari Indah sebanyak 10 kali. " Ya Tuhan, maafkan aku Indah,gumam Reyfan". Ia langsung menghubungi Indah tetapi nomor ponsel Indah tidak aktif. Reyfan mengambil jaket dan kunci motornya. Lalu ia pergi menuju rumah Indah. Ayah dan ibu Indah sedang menjenguk saudaranya di rumah sakit. "Assalamu'alaikum, sapa Reyfan sambil mengetuk pintu rumah Indah". " Wa'alaikum salam, jawab Indah". Indah segera membuka pintu rumahnya. Ia sangat terkejut karena Reyfan yang datang. Reyfan tersenyum," Hai sayang..tadi kau meneleponku? maafkan aku jika tidak mengangkatnya, sahut Reyfan". Indah tersenyum mendengarnya. " Tadi kulihat tidak ada mobil ayahmu jadi aku berani mengetuk rumahmu,sahut Reyfan tersenyum sambil menggaruk- garukan kepalanya yang tidak gatal". " Boleh aku masuk, sahut Reyfan". " Ya silahkan!, jawab Indah tersenyum". Reyfan duduk di sofa ruang tamu. " Aku ambilkan minum dulu ya??,pamit Indah menuju dapur. Setelah memberikan minum,Indah duduk berdekatan dengan Reyfan. Reyfan langsung meminum sirup stroberi buatan Indah. "Aku minta maaf, tadi pagi aku benar-benar cemburu melihatmu berdua dengan Fikri,sahut Reyfan". " Ya, aku sudah maafkan, aku mengerti perasaanmu Rey, jawab Indah". " Orangtuamu pergi kemana?,tanya Reyfan". " Ayah dan Ibu menjenguk saudaranya di rumah sakit, jawab Indah". Reyfan memandangi Indah dan membelai rambut Indah dengan penuh kasih sayang. Wajah Reyfan mendekati wajah Indah dan melumatkan bibirnya ke bibir Indah. Indah memeluk Reyfan dengan erat,Reyfan pun menyambutnya. Tiba-tiba,suara ponsel Reyfan berdering. " Maaf Indah, aku angkat telepon sebentar, sahut Reyfan". " Dari siapa?,tanya Indah". "Gilang!,jawab Reyfan". " Ada apa sih..kau mengganggu saja?!!, sahut Reyfan kesal pada Gilang". " Tidak..aku hanya mengingatkanmu saja kalau nanti sore kita latihan futsal di tempat biasa, oke!!,ujar Gilang". " Ya...aku ingat!,sahut Reyfan". "Memangnya kau sedang apa? sepertinya tidak suka menerima telepon dariku?tanya Gilang heran". " Aku sedang bersama Indah, kau paham kan?!,sahut Reyfan kesal. " Oh..maaf Rey! aku tak tahu, ya sudah.. sampai jumpa nanti sore!?,sahut Gilang". " Ya, jawab Reyfan". " Ada apa dengan Gilang Rey?,tanya Indah". " Tidak apa-apa, hanya mengingatkanku saja kalau nanti sore kita main futsal di tempat biasa,sahut Reyfan". " Oh ya.. setelah lulus SMU kau ingin melanjutkan ke perguruan tinggi mana sayang?,tanya Reyfan". " Entahlah... tergantung hasil Ujian Nasional nanti, jawab Indah". Reyfan melihat jam yang melingkar di tangannya. Jam menunjukkan pukul 16:00 WIB. "Waktu sudah hampir sore, aku pamit pulang ya sayang!,sahut Reyfan". Reyfan mencium pipi Indah lalu bergegas pulang. " Hati-hati Rey..jangan mengebut di jalan!!,pesan Indah sedikit khawatir". " Ya sayang, kau juga harus hati-hati sendirian di rumah!!,sahut Reyfan". Setelah Reyfan pergi, Indah masuk ke dalam rumahnya. Ia merapikan gelas sisa minuman Reyfan. Karena khawatir ayah akan memarahinya. Setelah selesai,ia masuk kamar lalu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. "Terima kasih Tuhan.. akhirnya kami bisa bersama lagi, aku sangat mencintai Reyfan, satukan cinta kami selamanya ya Tuhan,doa Indah". Beberapa menit kemudian ayah dan ibu Indah pulang. Indah segera membukakan pintu untuk mereka.