
Hati Reni sangat gelisah, ia menangis menahan rasa rindunya pada Reyfan. Lalu ia memberanikan diri untuk menghubungi Reyfan. "Hai Reni, ada apa? tanya Reyfan". "Rey, aku ingin kita bertemu besok malam pukul 7 di rumah Agus, kau bisa atau tidak?, sahut Reni". "Memangnya ada apa Ren?, sepertinya kau serius sekali?, tanya Reyfan". " Besok juga kau akan tahu?!, tapi yang pasti kau bisa atau tidak besok malam kita bertemu?, tanya balik Reni". "Oke.. besok malam aku akan datang!?, sahut Reyfan". "Terima kasih atas waktumu, ucap Reyfan". "Ya sama\-sama, sahut Reyfan". Reni mematikan ponselnya. "Ada apa ya dengan Reni? Aku jadi penasaran?!, gumam Reyfan".
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, Reni menghubungi Agus. " Hai Gus, kau sedang apa ?, tanya Reni". "Sedang menerima telepon darimu, canda Agus". "Kau ini selalu saja bercanda, sahut Reni tertawa". "Memangnya, ada apa Ren?, tanya Agus". "Besok aku dan Reyfan ingin bertemu di rumahmu tidak apa\-apa kan?, aku sudah menghubungi Reyfan dan dia menyetujuinya, kau tak keberatan dengan kedatangan kami besok kan?, tanya Reni". "Tidak keberatan kok?! kan aku tidak sedang mengangkat barang berat?! canda Agus". " Kau ini, aku bicara serius malah bercanda!? , sahut Reni tertawa". "Tidak seperti biasanya kau janji bertemu dengan Reyfan di rumahku, memangnya ada apa sih?, tanya Agus penasaran". "Rahasia!?, tawa Reni". "Awas ya! Akan kupencet hidungmu yang pesek biar tambah rata seperti jalan tol!?, canda Agus". "Masa bodo, daaahh Agus!!, sahut Reni menutup teleponnya sambil tertawa lepas".
__ADS_1
Keesokan harinya, Reni sibuk mencari pakaian yang pantas untuk dikenakan nanti malam. Akhirnya, ia memutuskan mengenakan celana jeans warna biru dongker yang dipadukan atasan warna pink. Dengan dihiasi kosmetik polos dan warna lipgloss merah mawar, membuat wajahnya bertambah cantik. Ia bolak\-balik tiada henti menunggu waktu. Jam dinding di rumah menunjukkan pukul 18:45 WIB. Ia segera pergi ke rumah Agus, karena khawatir Reyfan sudah datang.
__ADS_1
Setelah puas meneteskan airmatanya. Ia berkata, " maafkan aku Rey, baiklah untuk saat ini kita berteman tapi aku sangat berharap suatu hari nanti ada namaku di hatimu. Hatiku sedikit tenang karena sudah mengungkapkan rasa cintaku padamu secara langsung meskipun harus bertepuk sebelah tangan, ucap Reni sedih". Reyfan tersenyum mendengarnya. " Aku akan berusaha menjadi teman terbaikmu, jika kau ada masalah ceritakanlah padaku mungkin aku bisa membantumu!? , sahut Reyfan memberi semangat Reni". " Terima kasih Rey, aku pulang ya!?, pamit Reni". " Hati\-hati ya Ren!, sahut Reyfan". Reni meninggalkan Reyfan sendiri di halaman rumah Agus. Agus mendekati Reyfan. Lalu Reyfan menceritakan semuanya yang dikatakan Reni pada Agus.
__ADS_1