
Sore hari, setelah mengantarkan Indah pulang. Reyfan pulang ke rumahnya untuk mandi dan makan. Lalu ia pergi ke rumah Gilang untuk latihan band. Seusai latihan, Reyfan duduk terdiam di sudut ruangan. " Lang... pikiranku kacau, apakah kau menyimpan sedikit bir, sahut Reyfan". " Ada... sebentar aku ambilkan.. tapi ingat kau jangan terlalu banyak minum!, sahut Gilang". " Ya, kau seperti ibu- ibu arisan saja cerewet..,jawab Reyfan". Setelah memberikan minuman itu ke Reyfan Gilang langsung bergabung dengan Agus, Adit, dan Fajar di ruang tamu. Mereka duduk santai sambil menonton TV acara sepak bola. Reyfan minum terlalu banyak hingga mabuk berat. Keadaannya tidak memungkinkan untuk pulang ke rumahnya. Ia pun menginap di rumah Gilang. Gilang hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Reyfan yang mabuk berat. Malam Minggu seperti biasa Reyfan mendatangi rumah Indah tetapi secara diam-diam. Setelah di depan kamar Indah, ia pun memberi kode dengan bersiul. Indah pun keluar menemui Reyfan. Mereka pergi ke sebuah taman tidak jauh dari rumah Indah. Mereka duduk sambil berpegangan tangan. Indah tersipu malu. Reyfan membelai rambut Indah yang panjang. Wajah mereka. saling berdekatan. Reyfan pun mencium kening Indah dan langsung memeluknya. Aku sangat mencintaimu... jangan pernah meninggalkan ku, sungguh baru kali ini aku merasakan cinta gila seperti ini, ungkap Reyfan". Reyfan mendekati wajah Indah hingga bibir mereka saling menempel. Reyfan pun mulai melumatkan bibir Indah dengan lembut. Jantung Indah berdebar kencang. Karena ini adalah ciuman pertamanya." Rey... apa kau benar-benar mencintaiku dengan tulus bukan karena nafsu, tanya Indah"." Maksudmu?, sahut Reyfan". " Yang aku dengar kau adalah seorang playboy yang suka bergonta-ganti kekasih. Apa semua itu benar Rey ?,tanya Indah dengan tatap mata sedih". Reyfan tertawa kecil. " Semua itu masa laluku, aku benar-benar tulus mencintaimu Indah...aku merasakan rasa yang berbeda selama bersamamu, hatiku sangat nyaman bersamamu,kau benar-benar nafas hidupku, ungkap Reyfan". Indah tersenyum bahagia mendengar ucapan Reyfan. Di malam itu, mereka duduk di bawah langit yang indah. Tangan Reyfan melingkari pinggang Indah dan membiarkan tubuh Indah bersandar di atas tubuhnya. Mereka cukup lama berada di taman hingga tak terasa malam semakin larut. " Oh ya ... malam semakin larut akan kuantar kau pulang ya sayang.. khawatir orangtuamu akan mencarinya,ucap Reyfan". Reyfan pun mengantar Indah pulang. Setelah melihat Indah masuk ke rumahnya, ia langsung pulang. " Hebat sekali anak ayah jam segini baru pulang, dari mana saja kau Indah!,teriak ayah Indah". Indah hanya diam lalu masuk ke kamarnya. " Indah...ayah sedang bicara denganmu!, teriak ayah kesal". Indah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Hatinya berbunga-bunga, ia tersenyum sendiri sambil memegang bibirnya. Bayangan ciuman itu tidak bisa hilang dari ingatannya. " " Ya Tuhan...malam ini aku benar-benar bahagia, pria yang sangat kucintai menciumku, gumamnya bahagia". Rasa cintanya sangat besar pada Reyfan membuat Indah lupa, jika ayahnya sedang teriak memarahinya. "Biar saja ayah mengomeliku lebih baik aku tidur, gumam Indah". "Ada apa sih ayah..malam-malam kok teriak mengomeli Indah?,sahut ibu Indah". " Itu Indah anak kesayanganmu baru pulang entah darimana dia!,sahut ayah Indah". " Ya sudah....yang penting dia sudah pulang dengan selamat, besok pagi saja kita tanyakan, sekarang sudah malam lebih baik kita tidur ya, sahut ibu membujuk ayah".