
Saat istirahat tiba, Reyfan, Adit, Fajar, Agus, dan Gilang berkumpul di kebun belakang sekolah. Mereka duduk sambil berbincang dan bermain gitar. Gilang menceritakan bahwa dirinya dan Eka sudah resmi menjadi sepasang kekasih. " Fajar, ngomong\- ngomong.. bagaimana keadaan adikku Lisa, apa sudah mulai membaik?, tanya Reyfan". "Alhamdulilah sudah, jawab Fajar". "Memangnya Lisa sakit apa Jar?, tanya Agus". "Tipis, sekarang masih dirawat di rumah sakit, sahut Fajar". " Kenapa baru cerita, sahut Gilang". "Ya sudah nanti sore, bagaimana kalau kita jenguk Lisa?!, ajak Adit". " Terima kasih kalian sudah perhatian dengan adikku!?, sahut Fajar". "Kita sahabatmu Jar, kita harus kompak baik suka maupun duka!, jawab Gilang ". " Ya kompak.. tapi soal percintaan hanya kau dan Reyfan saja yang kompak?!, sahut Adit". "Maksudmu?, tanya Agus pada Adit". "Ya sama\-sama mempunyai kekasih kakak kelas!, seru Adit". "Sialan!, jawab Reyfan tertawa". Fajar, Adit, Agus, dan Gilang ikut tertawa lepas.
"Makanya Gus, jika kau ingin disukai banyak wanita, berpakaian yang rapi dan wangi, sahut Adit menggoda Agus". " Aku sudah memakai minyak wangi sehabis mandi. Apalagi jika pergi ke sekolah, tetapi memang sudah takdirku belum ada wanita yang menyukaiku, canda Agus". "Jangan salahkan takdir tapi salahkan minyak wangimu yang bau asam, canda Fajar". "Jangan \- jangan kau salah lihat, botol minyak kayu putih tapi kau kira minyak wangi, seru Reyfan ". Enak saja, memangnya kau kira aku ini bayi, sahut Agus tertawa".
"Oh ya Lang, kau dan Eka kan sudah resmi menjadi sepasang kekasih. Jadi, traktir kita dong makan\-makan!, sahut Agus". " Ya tenang saja khusus untukmu akan kutraktir batagor pak Salim yang berdagang di depan sekolah kita, jawab Gilang pada Agus". Reyfan, Fajar, dan Adit tertawa terbahak\-bahak. " Oh ya.. Bagaimana nanti sore kita menjenguk Lisa bersama\-sama, kita kumpul di rumah Reyfan, sahut Adit". Reyfan, Agus, dan Gilang menyetujuinya.
__ADS_1
Bel berdering tanda istirahat selesai. Mereka segera masuk kelas. Pelajaran Bahasa Inggris dimulai. Mrs. Lily menjelaskan materi secara detail. Reyfan adalah seorang siswa yang sangat cerdas, cepat memahami pelajaran yang diajarkan oleh gurunya.
" Aku pusing Gus, jangankan bahasa Inggris, bahasa Indonesia saja terkadang masih bingung, sahut Adit sambil menggaruk\-garukan kepalanya yang tidak gatal". "Sama Dit, jawab Agus tertawa kecil".
__ADS_1
Hai Lisa... adik kakak Agus yang cantik, sapa Agus". Lisa pun tersenyum. "Terima kasih ya kakak \- kakak, kalian sudah mau meluangkan waktu untuk menjengukku!, sahut Lisa". Bagaimana keadaanmu, apakah sudah mulai membaik? tanya Adit". "Alhamdulilah, sudah membaik kak Adit, jawab Lisa". "Mulai sekarang adik kakak yang cantik ini tidak boleh jajan sembarangan lagi ya! pesan Reyfan sambil menggoyangkan jari telunjuk tangan kanannya". "Ya kak Reyfan, jawab Lisa". "Maaf ya tidak ada minuman yang dapat disuguhkan untuk kalian! sahut Fajar "." Tidak apa\-apa, lagian ini kan rumah sakit bukan di rumahmu, jadi santai saja! jawab Gilang". "Lisa kau istirahat saja ya, kakak \- kakak ingin keluar ruangan sebentar! sahut Reyfan . Lisa menganggukan kepalanya.
Mereka keluar dan duduk di kursi depan ruangan rawat inap Lisa. Mereka berbincang\-bincang hingga akhirnya waktu berkunjung untuk pasien pun habis.
__ADS_1
Mereka berpamitan pada Lisa dan Fajar. "Fajar, Lisa..kami pamit pulang dulu ya! pamit Gilang". "Kami doakan semoga lekas sembuh ya cantik! sahut Agus". "Terima kasih kakak \- kakak, sahut Lisa". "Terima kasih ya teman\-teman, atas perhatian kalian pada adikku Lisa, sahut Fajar". "Ya sama\-sama, jawab Reyfan, Adit, Agus, dan Gilang".