
"Bu, Indah siang nanti ingin main ke rumah Eka ya?!, izin Indah". "Ya sudah tapi jangan terlalu lama!, sahut ibu". "Tidak kok bu, hanya sampai malam saja!, canda Indah". "Mau main ke rumah Eka atau kencan dengan kekasihmu?, goda ibu". " Ibu.. kok bisa tahu?, tanya Indah malu". "Tapi benar kok, Indah mau main ke rumah Eka lalu bertemu dengan Reyfan, boleh ya bu, please?!, Indah mohon pada ibunya". " Ya, ibu izinkan tapi ingat jangan pulang larut malam!, sahut ibu Indah".
Indah menghubungi Eka. "Eka.. Aku ingin main ke rumahmu, kau jangan pergi kemana mana ya?!, pesan Indah". "Baiklah, aku pasti menunggumu!, sahut Eka".
Tak lama kemudian, Indah tiba di dekat rumah Eka. Eka sudah menunggunya di depan gapura gang rumahnya.
__ADS_1
"Indah..., teriak Eka". Mereka saling berpelukan. " Aku tidak mengganggumu kan?, tanya Indah". "Tidak, malah aku sangat senang, sahut Eka". "Nanti kita jalan ke mall lagi ya?!, ajak Eka". " Tidak ah, nanti sore aku sudah punya janji dengan Reyfan, sahut Indah". "Cie.. Cie.. asyik ni, goda Eka". "Kau sendiri, kapan kencan lagi?, tanya Indah". "Aku sih setiap malam minggu juga sudah kencan!, sahut Eka tertawa". "Dasar kau ini.., sahut Indah tertawa".
"Assalamualaikum!, sapa Indah". "Wa'alaikumsalam, eh.. ada tamu cantik?!, sahut ibu Eka". Indah tersenyum malu. "Aku juga cantik bu, sahut Eka". " Ya memang benar anak ibu cantik, plus bawel tingkat tinggi, canda ibu Eka". "Ibu!!, Eka kesal.
"Indah, bagaimana jika kita berempat maksudku kau dengan Reyfan sedangkan aku dengan Gilang, kita pergi jalan jalan ke puncak mengendarai motor, mungkin seru ya?!, sahut Eka sangat senang". Indah tersenyum. " Bila terlalu lama mungkin aku tidak diizinkan oleh ayah dan ibuku, sahut Indah sedih". " Katakan saja kalau kita pergi dengan teman teman sekolah, pasti diizinkan!, sahut Eka memberikan pendapat". " Itu namanya berbohong!, bentak Indah". "Tidak apa sekali kali!, sahut Eka tertawa". "Huh dasar.. Indah melemparkan bungkus snack ke wajah Eka sambil tertawa".
__ADS_1
" Eka, Indah... Ayo kita makan bersama!, ajak ibu Eka". Mereka makan bersama di ruang makan. Setelah makan, Indah dan Eka membantu mencuci piring. Mereka masuk kembali ke kamar Eka. Mereka menonton televisi sampai akhirnya tertidur lelap.
Ponsel milik Indah berdering berkali\-kali. Karena ia merasa terganggu, ia berniat mematikannya. Tetapi ternyata dari Reyfan, ia segera mengangkatnya. "Rey, ada apa?, tanya Indah". "Kau sedang tidur sayang?, sahut Reyfan ". " Ya, aku sedang di rumah Eka, sahut Indah". "Di rumah Eka?Ya sudah nanti akan kujemput kau di rumah Eka!, sahut Reyfan". " Baiklah, aku tunggu!, sahut Indah bahagia". " Kau mau pulang Indah?, tanya Eka". "Reyfan akan menjemputku, sahut Indah". Indah segera mencuci wajahnya lalu berhias diri.
Setengah jam kemudian, Reyfan menelepon Indah. "Sayang, aku sudah di depan gapura dekat rumah Eka, kau segeralah ke sini!, sahut Reyfan". " Baiklah! aku pamit dengan Eka dan keluarganya dahulu, sahut Indah". "Eka, aku pamit pulang ya, Reyfan sudah menungguku di depan gapura dekat rumahmu, pamit Indah". Indah pun berpamitan pada ayah dan ibu Eka. Eka mengantarkan Indah sampai gapura dekat dengan rumahnya. Di sana sudah ada Reyfan yang menunggunya. " Hati hati ya kalian, sahut Indah". "Ya, terima kasih, sahut Reyfan". Eka dan Indah berpelukan. Setelah Indah dan Reyfan pergi, Eka pun pulang ke rumahnya.
__ADS_1