Ajari aku melupakanmu

Ajari aku melupakanmu
Pendekatan Reni


__ADS_3

Tiga bulan kemudian, Indah melaksanakan Ujian Nasional. Ia fokus untuk belajar agar bisa mendapatkan nilai terbaik. Reyfan mengerti dengan keadaan Indah. Hingga mereka kurang komunikasi.



Reni semakin mendekati Reyfan. Reni meminta nomor ponselnya Reyfan dari Agus. " Hai Reyfan apa kabar ?!, pesan whatsshap dari nomor yang tidak dia kenal". Reyfan melihat foto profil dari aplikasi tersebut. Ia sangat terkejut ternyata itu nomor ponsel Reni. "Kabarku baik\-baik saja, kau dapat nomorku dari siapa?, tanya Reyfan penasaran". " Agus, aku sengaja meminta nomor ponselmu darinya agar kita bisa lebih dekat, sahut Reni percaya diri". " Aku sudah punya kekasih, sahut Reyfan". "Aku sudah tahu dari Agus, tapi aku tak peduli, sahut Reni ". " Waduhhh...agresif juga nih perempuan!, gumam hati Reyfan ". " Ya sudah, bagaimana kalau kita jadi sahabat?, tanya Reyfan "." Boleh?!, sahut Reni". "Oh ya Ren, maaf ya aku mau mandi dulu, sahut Reyfan". "Ya tidak apa\-apa, nanti aku akan menghubungimu lagi, bye!!, pamit Reni". " Bye juga!, sahut Reyfan ". Reyfan segera masuk ke kamar mandi.


__ADS_1


" Assalamualaikum, sapa Agus, Gilang, Fajar, dan Adit dari depan pintu rumah Reyfan". "Wa'alaikumsalam, sahut bu Ina seorang asisten rumah tangga keluarga Reyfan". " Kalian mencari nak Reyfan ya?, dia sedang mandi, silahkan duduk nanti bu Ina sampaikan ke nak Reyfan. Bu Ina segera menyampaikan kedatangan mereka pada Reyfan. Lalu membuat minuman untuk mereka. " Siapa yang datang bu Ina?!, teriak mama Reyfan ". " Teman \- teman nak Reyfan, bu!, sahut bu Ina ". Agus, Adit, Fajar, dan Gilang bersalaman pada mama Reyfan. " Hai tampan.. Bagaimana kabar kalian?, tanya mama Reyfan ". " Baik tante!, sahut mereka berempat". " Senangnya disebut tampan!!, sahut Agus". Mereka tertawa mendengar ucapan Agus. " Maaf tante mau pergi arisan dulu ya!, kalian tunggu saja di sini anggap saja rumah sendiri, ucap mama Reyfan tersenyum ". " Baik, terima kasih tante!! sahut mereka berempat". Mama Reyfan pergi diantarkan oleh sopir barunya. Bu Ina menyediakan menyediakan kue dan minuman ringan untuk mereka berempat.



Reyfan menyapa teman\-temannya. " Hai, kalian kok tidak menghubungiku dahulu sebelum main ke rumahku?, tanya Reyfan". Kami iseng saja ingin main ke sini Fan!, sahut Gilang ". " Ya Rey?!, sahut Adit ". Kalian ini memanggilku kadang Rey... kadang Fan..!, sahut Reyfan tertawa kecil". " Kita kan mengikuti Indah memanggilmu Rey!?. Ternyata panggilan itu keren juga ya?!, sahut Gilang". "Wajarlah panggilan kekasih tersayang!, seru Agus". " Bisa saja kalian ini!, sahut Reyfan tertawa ".


__ADS_1



Suara musik tanda panggilan masuk dari ponsel Reyfan berbunyi. " Dari Reni!, sahut Reyfan pada keempat temannya". Mereka terdiam mendengar pembicaraan Reyfan dengan Reni.



" Hai Ren, ada apa?, sapa Reyfan". " Kak sedang apa? sudah makan atau belum?, tanya Reni khawatir". "Aku sedang latihan musik dengan teman\-temanku. Aku juga sudah makan. Terima kasih atas perhatianmu?!, sahut Reyfan". "Ehm..., goda Fajar". "Cie.. Cie.. Uhuyyy, seru Agus". "Jadi iri nih, goda Adit". " Owh.. sedang ramai ya? Ya sudah aku hanya iseng saja, maafkan aku ya jika sudah mengganggu kalian latihan musik, sahut Reni" "Tidak apa\-apa, sahut Reyfan". "See u, sahut Reni menutup pembicaraan mereka". Reyfan dan teman\-temannya pun melanjutkan bermain musik.

__ADS_1


__ADS_2