Ajari aku melupakanmu

Ajari aku melupakanmu
Kesedihan Agus


__ADS_3

Agus adalah sahabat Reyfan yang paling humoris. Tidak menyangka dibalik sifatnya itu menyimpan seribu kesedihan. Agus adalah anak seorang pedagang sayuran. Kehidupan mereka sangat sederhana. Saat liburan sekolah, hampir semua siswa melakukan wisata ke dalam atau luar kota dengan keluarganya. Tetapi bagi Agus membantu ayahnya bernama berdagang memiliki kebahagiaan tersendiri.



Agus membantu ayahnya berdagang sayuran di sebuah pasar tradisional di Jakarta. Ia sangat sedih melihat ayahnya. "Ya Allah.. kasihan sekali ayahku, sudah tua tapi masih mau bekerja keras mencari nafkah untuk isteri dan anak\-anaknya, sungguh aku tak tega melihatnya, berkahkanlah rezeki kami, doa Agus dalam hati dan tanpa disadari airmata menetes di pipinya".



Walaupun dia sedang sedih, dia selalu menutupi kesedihannya dengan canda tawa. Sehingga semua sahabatnya tidak pernah mengetahui apa yang dirasakan oleh hatinya.


__ADS_1


"Aku sangat bosan di rumah, gumam Reyfan". Terpintas di pikirannya, bagaimana jika aku main ke rumah Agus saja, gumam Reyfan ".



Saat hendak mengetuk pintu rumah Agus. Terdengar suara adik Agus sedang menangis." Tapi bu! besok aku takut datang ke sekolah, bu guru selalu menagih uang buku, sahut Angga\(adik Agus\) menangis. Angga sekolah di SMP swasta di Jakarta. " Ya nanti, ibu dan ayah akan berusaha meminjam uang pada tetangga dan saudara kita!?, sahut ibu Agus".




Agus tak sengaja mendengar percakapan kedua orang tuanya. Agus duduk termenung di sudut halaman rumahnya. "Ya Allah, aku tidak tega melihat kondisi kesehatan orang tuaku, andai aku sudah lulus sekolah, biarlah aku yang bekerja dan menjadi tulang punggung keluargaku, gumam Agus meneteskan airmata.

__ADS_1



Reyfan yang sejak tadi memperhatikan Agus, langsung mendekatinya "Gus, panggil Reyfan". Agus sangat terkejut melihat Reyfan dihadapannya. "Rey, sejak kapan kau ada di sini? tanya Agus". "Sejak tadi, ya kira kira hampir setengah jam yang lalu, jawab Reyfan "." Rey, kau tidak liburan ke luar kota? tanya Agus tersenyum \(menutupi sedihnya\)".


"Tidak! aku hanya ingin bersama sahabatku, sahabat yang selalu pintar menyembunyikan kesedihannya yaitu kau Gus!?, sahut Reyfan tersenyum". " Siapa yang sedih? Aku hanya terkena debu, jawab Agus tertawa (menutupi kesedihannya".


Kau jangan bohong Gus!!, aku sudah mengenalmu sejak lama. Aku punya sedikit uang tabungan, pakailah mungkin bisa sedikit meringankan masalah adikmu?!, sahut Reyfan "." Tapi Rey, kau ini seperti malaikat saja yang selalu membantu masalah ekonomi para sahabatmu!!, sahut Agus tertawa". "Jangan bicara seperti! Aku hanya sekedar membantu sahabatku saja!?, sahut Reyfan rendah hati". "Aku tidak mau terima jika tidak boleh menggantinya!, sahut Agus". " Oke.. bayarlah kapan saja kau atau orangtuamu sudah ada uang dan jangan dipaksakan jika memang belum ada uang!, sahut Reyfan ".



" Reyfan dan Agus masuk ke dalam rumah. Ayah dan ibu Agus menyambut Reyfan sangat baik. " Bu, ini ada sedikit uang tabunganku jumlahnya 1 juta rupiah untuk melunasi tagihan buku pelajaran Angga,sahut Reyfan \(memberikan uang tersebut pada ibu Agus\). "Terima kasih ya nak Reyfan, ibu dan ayah tidak akan pernah melupakan jasamu ini, semoga hidupmu berkah, sahut ibu Agus\(berdoa\)". "Aamiin, jawab Reyfan, Agus, ayah Agus, dan Angga". Mereka sangat senang karena Reyfan membantu menyelesaikan masalah mereka.

__ADS_1


__ADS_2