Ajari aku melupakanmu

Ajari aku melupakanmu
Taman Cinta


__ADS_3

Indah dan Reyfan duduk di bangku panjang taman yang biasa mereka duduk. Reyfan menulis nama mereka berdua di sana. " Bagaimana jika kita namakan taman ini dengan nama **Taman Cinta**, ucap Reyfan". "Ya benar ucapanmu karena taman ini banyak dikunjungi pasangan muda mudik dan taman ini juga saksi cinta kita, sahut Indah". Reyfan menggenggam tangan Indah. Mereka saling memandang. Lalu Reyfan mencium tangan Indah. "Aku sangat menyayangimu Indah, sahut Reyfan". "Aku juga Reyfan, jangan pernah kau menduakan cintaku, aku tidak ingin kehilanganmu, pinta Indah memeluk tubuh Reyfan". Reyfan membalas memeluk erat tubuh Indah, lalu mencium keningnya.



"Sayang, apa Rizal masih mendekatimu? tanya Reyfan". "Ya belum lama dia main ke rumahku. Karena ada ayah, jadi aku terpaksa menemaninya, itu pun hanya sebentar, sahut Indah".


__ADS_1


Hati Reyfan terbakar api cemburu. Ia berusaha menahan marah. Lalu apa yang kalian berdua lakukan?, teriak Reyfan ". " Maksudmu apa Rey? Kami hanya berbincang bincang biasa seperti layaknya seorang sahabat, sahut Indah ". " Ya sahabat dekat!?, sahut Reyfan kesal. " Rey, kau cemburu? aku dan dia hanya bercakap biasa, sayang!, rayu Indah memegang tangan Reyfan". "Awas ya kalian bermain di belakangku? Akan kuberi pelajaran dia hingga babak belur!, ancam Reyfan". Indah tersenyum lalu memeluk Reyfan. Hati Reyfan pun luluh. Lalu membalas memeluk erat tubuh Indah. " Maafkan aku, aku terlalu cemburu karena aku sangat menyayangimu, aku tidak ingin kehilanganmu, gumam Reyfan". " Terima kasih Rey, atas cintamu yang besar kepadaku, bisik Indah dalam pelukan Reyfan".



" Sayang, kau sudah makan?, tanya Reyfan". "Sudah, tadi siang di rumah Eka, sahut Indah". " Aku lapar, temani aku ya cari makanan sekitar sini!, ajak Reyfan "." Rey, jangan dibiasakan terlambat makan nanti lambungmu sakit, pesan Indah khawatir ".


__ADS_1



Reyfan memesan 2 porsi mie ayam. Sekilas Reyfan memandangi pedagang tua mie ayam itu. Tanpa sengaja Indah melihatnya. "Reyfan, kau kenapa? Kau iba ya melihat bapak penjual mie ayam itu atau ada hal lain yang kau pikirjan?, tanya Indah". "Tidak, aku hanya iba saja melihat bapak itu, usianya sudah tua tapi masih giat mencari nafkah, sahut Reyfan". " Ternyata Reyfan adalah seorang yang sangat penyayang dan mempunyai rasa sosial yang tinggi, gumam hati Indah".



"Suapin dong sayang!, pinta Reyfan manja". "Malu ah ada yang lihat, sahut Indah tersenyum". "Tidak apa\-apa 2 sendok saja, mereka juga pernah muda pasti mengerti tentang kita, ayolah!!, pinta Reyfan ". Indah menuruti keinginan Reyfan. Indah menyuapinya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1



" Hari hampir malam, aku akan mengantar mu pulang, sahut Reyfan ". Reyfan seperti biasa hanya mengantarkan Indah sampai gang rumah. " Hati\-hati ya Rey!, pesan Indah". Reyfan tersenyum lalu mencium pipi Indah. Reyfan memandangi Indah dari belakang. Setelah yakin kekasihnya baik\-baik saja, Reyfan segera pulang.


__ADS_2