
Perasaan Indah tak menentu, ia merasakan ada sesuatu yang disembunyikan dari kekasihnya.
" Ya Tuhan... Kenapa aku ragu dengan kesetiaan Reyfan terhadapku? " hati Indah penuh tanda tanya.
Indah segera mengambil ponselnya. Lalu ia menghubungi Reyfan. Akan tetapi, nomor ponsel Reyfan selalu sibuk.
" Tidak seperti biasanya jam segini ia sibuk? Apa mungkin banyak pekerjaan di kantornya ya? ", hati Indah bimbang.
Indah bolak-balik kebingungan dan terus mencoba menghubungi Reyfan tetapi tetap sibuk.
" Lebih baik aku chatting ke Eka saja ", gumam Indah.
" Eka kau sedang apa? ", sapa Indah.
" Sedang mengkhayal ", jawab Eka.
" Aku serius...", sahut Indah kesal.
" He.. he.. ( becanda ) ", sahut Eka.
" Eka, kenapa ya akhir-akhir ini aku agak ragu dengan kesetiaan Reyfan terhadapku. Seperti ada sesuatu yang ia sembunyikan", ujar Indah.
" Waduh.. gawat ini sih! Jangan - jangan...", goda Eka.
" Jangan - jangan.. Apa maksudku? ", sahut Indah penasaran.
" Punya kekasih baru.. ", sahut Eka.
" Eka!!! ", bentak Indah.
__ADS_1
" Itu kan perkiraanku, coba kau selidiki saja?! siapa tahu memang benar.. ", sahut Eka tertawa.
Indah terdiam sedih. " Apa mungkin benar yang dikatakan Eka", gumam Indah.
" Indah...kok diam? Jangan sedih belum tentu ucapanku benar", sahut Eka menenangkan Indah.
" Aku tidak apa-apa, mungkin jika ada waktu luang aku akan menyelidikinya langsung ", ujar Indah.
" Ya sudah lebih baik kau istirahat dan jangan terlalu dipikirkan nanti sakit!!Jika kau sakit nanti aku yang repot harus bawa buah-buahan..jika yang dibawa buah salak atau kecapi tak masalah... ", sahut Eka tertawa.
Indah pun ikut tertawa, " Dasar kau memang teman yang pelit".
" Hei jangan salah pelit itu pangkal kaya loh..", sahut Eka.
" Kaya Mpo Tonah tetanggamu maksudmu?", sahut Indah tertawa.
" Sudah malam tidurlah!", sahut Eka.
" Baiklah! Selamat malam dan mimpi yang indah ", sahut Indah.
" Oke cantik!! ", sahut Eka.
Indah berbaring menatap langit-langit kamarnya. Kesunyian malam menyelimuti hatinya.
" Rey, kau sedang apa di sana? ", tanya hati Indah.
15 menit kemudian
Reyfan menghubungi Indah. Karena dilihatnya Indah menghubunginya lebih dari 10 kali.
__ADS_1
" Ada apa sayang? ", sapa Reyfan.
" Rey, apakah kau sedang banyak pekerjaan hingga aku menghubungimu berkali-kali tidak kau respon? ", sahut Indah sedih.
" Maaf tadi aku sedang sibuk dengan rekan bisnisku ", sahut Reyfan.
" Memangnya ada apa kau menghubungiku? ", tanya Reyfan santai.
" Rey, kau tidak merindukanku? Aku sangat merindukanmu", sahut Indah sedih.
Reyfan tertawa mendengar ucapan Indah.
" Kau ini seperti anak kecil saja?!. Kita sudah lama menjalin cinta seharusnya kita bersikap dewasa ", sahut Reyfan menasihati Indah.
" Kau benar-benar berubah tidak romantis seperti dulu? ", sahut Indah kesal.
" Sudahlah... Aku lelah!!. Jika hanya ingin berdebat masalah ini, maaf aku tidak bisa.. aku ingin istirahat sudah malam. Kuharap kau mengerti kondisiku saat ini ", sahut Reyfan kesal. Ia pun memutuskan pembicaraannya kepada Indah.
Indah sangat kaget dengan ucapan Reyfan yang sedikit kasar padanya.
Indah menangis melihat perubahan pada diri Reyfan. " Apa mungkin benar dengan ucapan Eka tadi?. Reyfan sudah mempunyai kekasih baru", hatinya penuh dengan kebimbangan.
Ia berusaha menenangkan pikirannya. "Sudahlah.. mungkin Reyfan sedang lelah sehingga bicara seperti itu", gumam hati Indah.
Indah memaksa memejamkan matanya. Walaupun sulit, ia harus bisa bersikap lebih dewasa.
" Kring..kring..kring.. ", suara ponsel Indah berdering. Ternyata Reyfan menghubunginya. Indah sengaja tidak mengharapkan bahkan mematikan ponselnya.
Reyfan mengirim pesan, " Maafkan aku sayang, mungkin perkataanku tadi telah menyakiti hatimu. Aku sayang padamu kuharap kau bisa menjadi kekasihku yang pengertian".
__ADS_1