Akhir Penantian Cita Dan Cinta

Akhir Penantian Cita Dan Cinta
Suka dan Duka


__ADS_3

Kak Ardian sudah lulus dari SMA.


Dia diterima salah satu perguruan tinggi negeri diluar kota. Mendengar kabar tersebut aku turut bahagia, namun sedikit agak sedih. Karena dia memilih kuliah lebih jauh dari yang ku bayangkan.


Kak Iyan masih menyempatkan diri untuk berbagi cerita denganku ketika ia sibuk dengan persiapan Ospek, sampai menceritakan list kegiatannya saat kuliah.


***


Beberapa bulan kemudian.


Setelah melewati ujian kenaikan kelas dan libur selama dua minggu. Akhirnya aku kembali masuk sekolah dengan status sudah kelas XII. Ruang kelasku akhirnya pindah ke posisi paling depan dekat gerbang.


Kegiatanku dikelas XII benar-benar padat, sampai akhirnya aku jatuh sakit selama beberapa hari.


Benar kata kak Iyan beberapa waktu lalu, kelas XII memang harus selalu dalam kondisi fit. Karena akan banyak tugas dan praktek yang harus dilaksanakan.


Namun akhirnya aku kembali sehat dan bisa melanjutkan tugasku disekolah.


Dalam masa-masa sibuk dengan tugas dan praktek, dari pihak sekolah menawarkan seleksi perguruan tinggi negeri lewat jalur undangan. Dan bagi siswa yang berminat diharuskan mengumpulkan berkas-berkas, serta uang pendaftaran.


Akhirnya aku berminat untuk ikut seleksi tersebut, karena aku diajak salah satu temanku bernama Rio. Akhirnya aku dan Rio yang mewakili kelas untuk ikut dalam seleksi.


Beberapa hari persiapan untuk mengirim berkas-berkas yang dibutuhkan. Aku sudah izin ke keluarga terutama ibu dan ayah. Mereka mengiyakan keputusanku, akhirnya aku lanjutkan mengurusi berkas tersebut.


Kira-kira ada delapan orang yang mengikuti seleksi tersebut dari berbagai kelas dan kami dibimbing oleh guru yang bernama Pak Hari. Beliau yang menemani kami untuk cek up ke dokter. Sampai akhirnya hasil cek up tersebut menunjukkan aku kurang darah.


Setelah cek up dan pulang, pak hari melihat satu persatu hasil cek up kami. Lalu pak hari kaget melihat hasil cek up dariku.


"Lara.. kamu kok darahnya rendah sekali" tanyanya.


"Iya pak saya juga ga tau" jawabku.


"Kamu pasti sering tidur larut malam ya?"


"Iya sih pak, tapi memang itu penyebabnya?"


"Iyalah, makanya kamu jangan tidur larut malam lagi dan jaga pola makan "


"Siap pak, terimakasih atas nasehatnya"


"Iya, bapak do'ain kalian nanti lolos seleksi"


"Aamin.." Jawaban kami mengaminkan do'a beliau.


Seminggu kemudian, ada kabar yang membuat jantungku serasa mau copot. Mendengar kabar bahwa guru kami yaitu pak Hari meninggal dunia.


"Assalamualaikum, innailaihi wainnailaihi rojiun. Kabar duka dari Pak Hari yang meninggal pada pukul 20.00 malam."

__ADS_1


"Rio, pliss jangan nyebar berita kayak gitu"


"Beneran lara, masa gue bohong sih. Ini gue udah dirumahnya" ucap Rio meyakinkan berita tersebut.


Sontak tanganku gemetaran saat memegang ponsel. Setengah mati tak percaya, apakah ini mimpi? Lalu aku cubit tanganku, ternyata itu benar-benar kenyataan.


Kemudian aku mencari tahu kebenarannya, sampai beberapa orang sudah mengabarkan padaku. Di Facebook juga sudah ramai memberikan ucapan bela sungkawa terhadap pak hari.


Keesokan harinya, seakan langit pun mendung. Hari itu aku masuk ke sekolah, dengan keadaan semua murid dan guru berduka. Sesampainya dikelas, aku memeluk teman-teman yang aku temui di kelas.. Siapapun mereka pasti bersedih dan merasa kehilangan dengan kepergian pak hari. Karena beliau sosok guru yang memotivasi murid agar menjadi lebih baik. Kebetulan beliau adalah guru bimbingan konseling. Jadi dekat dengan semua murid disekolah.


Hari itu Pak Hari telah meninggal dunia, semua seisi sekolah berduka. Kegiatan sekolah hari itu diselimuti dengan suasana duka. Kami semua bertakziah ke rumah duka yang tak jauh dari sekolah. Saat melihat jenazah beliau, tak tahan air mataku mengalir deras.


Karena masih sangat melekat dalam ingatanku, bahwa seminggu yang lalu aku dinasehati oleh beliau.


"Jaga kesehatan.. " katanya..


Aku terpukul jika mengingat itu, bisa-bisanya dia memperhatikan kesehatan orang lain dihari sebelum dia pergi.


Aku tak kunjung berhenti menangis, sungguh seperti kena petir disiang bolong. Kabar duka itu menyakitkan, semua murid dan guru merasakan kehilangannya. Terutama kelas XII yang sering dibimbing oleh beliau, karena beliau sering mengarahkan kelas XII agar lulus nanti masuk kuliah atau kerja dengan baik. Saran dan nasehatnya masih sangat melekat dalam pikiran kami. Namun kini tak ada lagi sosok guru seperti beliau yang tegas serta bijak kepada muridnya.


Aku berkabar dengan beberapa alumnie, termasuk kak Iyan. Dia juga sangat kaget ketika aku mengabarkan berita duka itu.


Dipesan SMS :


"Assalamualaikum kak, ada berita duka kalo Pak Hari meninggal dunia tadi malam"


"Iya kak, aku juga ga nyangka baru Minggu kemarin nemenin aku cek up ke klinik"


"Ya ampun, tapi dia sehat-sehat aja waktu sama kamu?"


"Sehat kak.. kabarnya dia kena serangan jantung"


"Innalilahi... umur gak ada yang tau ya dek"


"Iya kak, aku masih gak nyangka sampe detik ini"


"Ikhlas ya dek, ini udah kehendak yang maha kuasa. Semoga beliau ditempatkan disisi Allah"


"Aamiin.."


Suasana sekolah dihari berikutnya masih berduka. Aku juga masih terbayang-bayang, dimana pak Hari yang selalu masuk ke kelas kami untuk mengisi jam kosong. Rio selaku ketua kelas yang sangat dekat dengan beliau juga mengungkapkan hal yang sama. Terlebih dia masih kerabat dengan almarhum.


"Ga nyangka ya, baru aja kemarin pak hari masuk kelas kita" Ucap Rio.


"Iya Rio, secepat itu dia ninggalin kita"


"Entar kalo hasil seleksi kita udah keluar, beliau ga bisa urusin lagi"

__ADS_1


"Ssssttt udah deh Rio, gue nangis lagi nih"


"Dia masih sempet nemenin kita cek up, berarti Tuhan masih kasih kesempatan buat ketemu dia"


"Apalagi pas dia bilang, jaga kesehatan gitu. Aaaahhh nangis deh gue" tetesan air mata jatuh ke pipiku.


Biar bagaimanapun ini sudah takdir yang maha kuasa. Pak Hari adalah salah satu contoh orang baik yang dipanggil lebih dulu oleh Tuhan. Aku dan lainnya harus ikhlas menerima kenyataan itu.


***


Malam itu aku lelah sekali, seperti biasa aku terbaring di kasur sambil memainkan ponsel. Ada notifikasi difacebook, saat ku baca itu adalah catatan kak Iyan yang tiba-tiba menandai aku. Kira-kira apa yang dia tulis, kenapa sampai menandai aku?


Saat aku membuka catatan tersebut.


"Merindukanmu"


Sudah beberapa bulan kita dekat, sering berkomunikasi dalam sebuah chat atau pesan. Mengenalmu adalah hal yang tak disangka, awalnya memang kau yang mendekati namun akhirnya aku mulai nyaman dengan kedekatan ini. Aku ingin mengenalmu lebih jauh, jika waktu berpihak kepada kita izinkan aku mengungkapkan perasaanku. Saat ini kita sedang terhalang oleh jarak dan waktu, namun apabila kamu lelah menunggu kejarlah citamu sebelum kau mengejar cintamu. Satu pesanku jangan pernah berubah, tetap jadi lara yang Kaka kenal sampai kapanpun.


Begitulah isi catatan yang dia tulis dan menandai namaku difacebook. Aku masih tak percaya dia menulis catatan itu untukku. Aku hanya terdiam, tak bisa berkata-kata saat membacanya sedangkan air mataku tak tertahan di pelupuk mata. Apakah itu artinya perasaanku dibalas oleh kak Iyan? Atau apakah selanjutnya kita akan menjadi dua orang yang menjadi sepasang kekasih?


Beberapa saat setelah membaca catatan itu, aku menulis balasan kepadanya.


"Terimakasih kak, aku ga nyangka Kaka ngungkapin perasaan seperti itu. Jujur memang selama ini aku menyukai kaka, jadi tujuan aku mendekati kaka bukan sekedar basa basi belaka. Aku akan selalu menunggu Kaka, sampai nanti Kaka pulang menyelesaikan kuliah. Waktu bertahun-tahun tak akan lama jika pada akhirnya yang kita tunggu adalah kepastian. Dan aku ga akan pernah berubah sampai kapanpun. Aku akan mengejar citaku itu pasti, karena Kaka juga motivasi aku. Dan alasanku untuk semangat setelah kedua orangtuaku dan keluarga"


***


Waktu terus berlalu.


Kegiatan praktek seperti olahraga dan lainnya mulai satu persatu diselesaikan.


Hari itu aku mulai sibuk latihan praktek senam bersama teman-teman kelas. Setiap hari usai pulang sekolah, aku standby disekolah sampai sore bahkan kadang malam.


Latihan senam dirumah Rio yang tepatnya dibelakang sekolah. Halaman rumahnya agak luas, jadi kami izin untuk latihan ditempat itu.


Selama latihan berlangsung tidak selamanya berjalan mulus, karena banyak perdebatan dan percekcokan diantara kami. Yang cowok-cowok susah untuk diajak latihan, sehingga yang cewek-cewek marah kepada mereka. Tujuannya jika kami latihan semua, nanti jadi kelihatan kompak saat tampil.


Mendekati hari H penampilan senam. Latihan keras pun kami lakukan, agar hasilnya maksimal. Jangan sampai kesalahan gerakan atau lainnya membuat kelas kami gagal tampil.


Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. Dengan menggunakan kaos seragam kelas, kami semua menuju lapangan dengan percaya diri. Saat musik sudah dinyalakan, kami semua mulai bergerak mengikuti alunan musik. Dibawah terik matahari dan disaksikan ratusan pasang mata, kami berusaha untuk percaya diri dan menampilkan yang terbaik.


Setelah senam, kami semua merasa lega karena tugas kami selesai. Lalu dilanjutkan dengan praktek olahraga lainnya, seperti walk climbing dan lainnya.


Namun kelasku asik mengabadikan momentum tersebut dengan berfoto-foto. Sebagai kenang-kenangan agar selalu ingat, kami semua pernah melalui masa-masa lelah ini.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Happy reading gaes 😊

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote ya, Terimakasih 🙏


__ADS_2