
POV LARA
Habis UAS kok perut jadi laper, akhirnya aku pergi menuju warteg depan kampus.
Kali ini aku membeli makanan untuk ku bawa ke kosan saja.
Ya. Karena emang makan sendirian di tempatnya gak asyik. Akhirnya aku bawa pulang aja ke kosan.
Aku memesan nasi dan lauk seperti biasa. Minimal habis 10rb dengan lauk yang sederhana.
Sambil menunggu pesanan dibungkus, aku duduk dan memainkan ponsel.
Namun aku tersadar ketika ada seseorang yang sedang berjalan menyebarang dan menuju warteg.
"Bu... pesan makan dong" ucap orang itu.
"Iya sebentar, lagi bungkusin pesanan mbaknya dulu" kata si pemilik warung.
Dia adalah Chandra, cowok yang beberapa menit lalu aku tinggalkan karena dia sok ceramahin orang.
"Ehh... kok elu makan disini juga?" tanyanya sok akrab.
Dia duduk di sebelahku, walau agak jauh.
"iyaa... " aku hanya menjawab singkat lalu pura-pura main ponsel lagi.
Lalu pesanan nasi bungkus milikku sudah selesai.
"Nih mbak pesanannya" ucap ibu pemilik warteg.
"Makasih Bu.." sambil memberikan uang.
Lalu aku basa basi dengan cowok itu lagi.
"Gue duluan ya"
Namun dia hanya mengangguk.
Aku melangkah pergi dan menuju kosan.
"Kenapa harus ketemu dia lagi?" batinku.
"Kemarin-kemarin perasaan jarang ketemu dia deh"
"Tapi kok gue kayak pernah ketemu dia sebelumnya, tapi dimana gitu..."
Aku memang ingat betul kalau pernah bertemu dia. Entah saat ospek atau masa-masa baru masuk kuliah.
Aku ingat-ingat lagi kejadian yang lalu.
"Ah, aku ingat...!! dia kan yang nabrak gue pas mau jalan ke tangga."
"Terus dia manggil gue kakak"
"eh bener gak sih itu dia?"
Walaupun waktu itu samar melihat ke arah seorang yang bertabrakan, namun aku yakin itu Chandra.
Dia kan kalo jalan suka menunduk liat ponselnya.
**
Di kosan aku makan nasi bungkus beserta lauk pauknya yang ku beli tadi.
Memang usai mengerjakan soal UAS, tiba-tiba perutku laper lebih cepat dari biasanya.
Aku makan dengan lahap.
Setelah makan aku berniat untuk menelpon ibu. Untuk memberi kabar bahwa hari ini aku lancar mengerjakan soal UAS.
📞 Tersambung telepon Ibu
Hallo Bu...
Hallo nak...
Gimana UASnya lancar?
Alhamdulillah lancar Bu...
Sebelum UAS sarapan dulu nak, biar kuat ngerjain soalnya..
Iya Bu.. ini aku abis makan siang. Kenapa tiba-tiba abis ngerjain UAS malah cepet laper.
Oya? Bagus deh. Makan yang banyak ya...
Hehehe iya Bu...
Minggu depan kamu pulang?
Insyaallah pulang Bu, Abis UAS kan libur sebulan.
__ADS_1
Wahh.. enak dong, kamu libur panjang.
Iya... nanti aku puas-puasin di rumah hehe...
Telepon berakhir.
**
Waktu Dzuhur tiba dan akupun bergegas untuk mengambil air wudhu lalu sholat.
Setelah melaksanakan kewajiban, aku mengisi energi untuk tidur siang.
Ya memang semenjak Fita menjauhiku, aku jarang berada di kampus sampai sore. Kecuali jika aku ingin ke perpustakaan mencari referensi.
Sudah 2 minggu dia menjauhiku, ya mungkin dia masih bergejolak dengan hatinya. Dia pikir semua orang harus menurut pada kemauannya. Tapi aku merasa ini bukan kesalahan yang aku buat, aku bahkan biasa saja masih bisa makan dan tidur dengan nyenyak.
**
POV author
UAS hari terakhir, rasanya melegakan bagi Lara karena telah melewati masa-masa ujian.
Dia berharap hasil IPK nya memuaskan.
Karena selama semester ini dia tak pernah bolos kuliah atau telat mengerjakan tugas.
Semua itu dia lakukan demi mendapatkan nilai yang baik.
Hari itu Lara ke kampus dengan perasaan yang riang gembira.
Yaa karena hari terakhir, jadi sehabis ujian dia ingin segera pulang ke rumah untuk menikmati libur panjang.
Tak lupa dia sarapan, namun karena dia ingin sarapan yang simple. Jadi hari itu dia hanya sarapan dengan roti sobek dan susu kotak.
Ya dia membelinya di kantin kampus, sebelum masuk ke ruang kelas.
Namun saat hendak menuju kantin dia bertemu dengan Angga yang kebetulan baru sampai kampus juga.
"Lara......" panggil Angga.
"Eh kak Angga.."
"Kamu mau ke kantin ya?"
"Iya kok tau..."
"Tau lah... orang kamu jalan kesana"
"Oh aku kira, kak Angga dukun bisa nebak aku kemana hehe.."
"Gak kak, bercanda kok !!"
"Kak Angga juga mau ke kantin, bareng yuk"
"Oh ya udah ayok"
Mereka berdua berjalan menuju kantin.
Saat melewati lobby, mereka melihat Chandra yang tengah duduk sendiri di kursi.
Angga yang kenal automatis menyapa.
"Woyyy. pagi-pagi udah ngewar aja...!'
Dia hanya terdiam dan fokus ke layat laptopnya.
"dih nih bocah fokus amat..."
Lara hanya terdiam, lalu meninggalkan Angga yang tak hentinya mengganggu Chandra.
"Eh lara tunggu..."
"Au amat nih bocah gak bisa diganggu"
Akhirnya Angga pergi meninggalkan Chandra. Dan menyusul Lara ke kantin.
Lara sudah lebih dulu tiba di kantin dan langsung membeli roti juga susu kotak.
Lalu Angga memesan kopi panas.
"Dek, temenin kakak dulu ya disini" pinta Angga pada Lara.
"Hemmm..." tanda mengiyakan
Lara mencari tempat untuk duduk dan menikmati sarapannya.
Angga yang membawa segelas kopi juga duduk disampingnya.
"Gimana kemarin UAS nya lancar?" tanyanya.
"Alhamdulillah lancar kak"
__ADS_1
"Kakak gak pernah ngeliat kamu dari hari pertama, kemana sih?"
"Heumm. . selesai UAS biasanya aku langsung pulang kak"
"Oh gitu.. pantesan gak keliatan batang hidungnya"
"ya kak, kan hidung aku pesek jadi gak keliatan"
"ehh gak gitu Lara, maksud Kaka kamu gak keliatan gitu.. Duh kumaha salah paham kamu mah"
"Hehehe iya tau kak, bercanda doang"
"Huuhhh" sambil membelai kepalaku.
Kejadian itu dilihat oleh Chandra yang kebetulan baru bangkit dari kursinya karena merasa haus.
"Woyyyy pacaran mulu Lo bang!!" suara yang berasal dari Chandra.
"ehh.. siapa yang pacaran sih bocah"
"Lah elu bang..!"
Dia melanjutkan langkahnya menuju kantin dan membeli air mineral.
Lara jadi canggung ketika dibilang sedang berpacaran, padahal kenyataan tidak sama sekali. Mungkin orang juga akan salah paham melihat sikap Angga padanya. Seperti apa yang dipikirkan Chandra.
"Kak, tolong klarifikasi dong. Masa dikira pacaran sih kita?"
"Hahaha tenang aja, lagian si Chandra emang asal jeplak orangnya"
"Tapi kan gak enak jadinya, entar dia mikir kita berdua emang ada hubungan lagi"
"Emang kenapa kalo kita berdua ada hubungan?"
Jreng jreng jreng...
Kenapa tiba-tiba Angga melontarkan pertanyaan itu pada Lara?
Kini Lara membeku dan gugup mau menjawab apa. Tapi yang jelas, Lara memang menganggap Angga hanya seniornya.
"Ehh kak, bentar lagi masuk nih. Mendingan aku balik ke kelas yaa"
Berusaha mengalihkan pembicaraan, agar tak ada lagi rasa canggung.
Ketika Lara hendak berdiri dan beranjak dari kursinya, Angga memegang tangannya.
"Eeitt bentar.. Kamu belom jawab pertanyaan kakak?!!"
"Hah??" jawab Lara gelagapan.
"Hehehe biasa aja kali, gak usah canggung gitu. Lagian bercanda doang kakak tuh. Ya udah kalo kamu mau masuk ke kelas duluan gapapa sana"
"Hemm iya kak, aku duluan yaa"
Lara menjawab tanpa menanggapi candaan Angga.
Sedangkan Angga hanya tertawa melihat sikap Lara yang tiba-tiba berubah menjadi canggung.
"Syalan nih si Chandra, bisa-bisa si Lara besok gak mau ketemu gue lagi" batinnya.
Setelah Lara pergi, Chandra menghampiri Angga.
"Lah udah pergi cewek lu?"
"Ehh anjr itu bukan cewek gue !!"
"Ohh.. gue kira Lo pacaran sama dia"
"Yaa mentang-mentang gue berdua sama cewek, emang harus pacaran?"
"Lagian elu ngelus-ngelus cewek, biasanya cewek baperan kan?"
"Ahh gak juga.. gue udah biasa kayak gitu."
"Oh pantesan, dari dulu Lo gak tobat-tobat yee nempelin cewek mulu"
"Gue gak nempel, mereka aja yang nyaman sama gue"
"Hahaha bodoamat, gue gak like sama kelakuan Lo bang. Mendingan Lo maen game sama gue"
"Kenapa Lo gak like, lagian gue kaga ngerugiin Lo?"
"Yaa iya sih, tapi gue risih liatnya..."
"Oh risih doang, yaa mendingan Lo gak usah liat"
"Tapi kebetulan gue liat bang dan ini tempat umum. Kalo elo mau nempelin cewek gak usah didepan gue!!"
"Berisik Lo ah, mending maen game dah"
"Lah ayo !!"
__ADS_1
Mereka kembali akur dikala membuka ponsel masing-masing dan bermain game online bersama.
**