
Selama di perpustakaan aku hanya fokus pada tugas, sedangkan Fita sibuk belajar pemrograman dengan kak Angga.
Tampaknya kak Angga juga tidak keberatan mengajari Fita. Bahkan mereka saling melempar canda satu sama lain.
Selesai mengerjakan tugas Fita, aku lanjut menonton beberapa video YouTube dengan menggunakan headset. Karena di dalam perpustakaan itu bisa akses WiFi sepuasnya, daripada aku diam saja lebih baik aku mengakses YouTube.
Namun ketika aku melihat jam telah menunjukkan pukul 12.00, aku segera menunda video yang sedang aku tonton. Karena sudah waktunya sholat Dzuhur dan adzan dari musholah telah berkumandang.
Biar bagaimanapun aku tidak boleh melewatkan atau menunda waktu sholat. Lalu aku bangkit dari tempat duduk dan ingin menuju musholah yang berada 10 langkah dari perpustakaan.
Aku berniat mengajak Fita, namun terlihat Fita sedang fokus mengetik di laptop kak Angga. Sehingga aku pergi ke mushola seorang diri.
Namun kak Angga menyadari aku yang bangkit dari tempat duduk.
"Mau kemana Lara?" tanyanya.
"Mau sholat kak"
"Oh iya udah adzan ya"
"Iya..." lalu aku lanjut melangkahkan kakiku menuju mushola.
Sementara itu...
"Fita kamu gak sholat?" tanya kak Angga.
"Emmm sholat kak, tapi nanti deh nanggung ini sebentar lagi"
"Oh ya udah, Kaka sholat duluan deh. jagain laptop kaka yaa"
"Oke siap aman !! "
"Jangan dijual loh laptop kaka"
"Lah.. siapa yang mau jual sih kak, udah sana sholat. Oya si Lara kemana?"
"Udah ke mushola duluan"
"Loh kok dia gak ngajak aku sih"
"Gak tau.. mungkin liat kamu fokus banget sama laptop, jadi gak ngajak"
"Hemm..."
Lalu kak Angga pergi ke mushola.
Aku baru selesai mengambil air wudhu dan sedang memperbaiki kerudung, kak Angga baru datang dan dia menuju tempat wudhu.
Sesaat dia tersenyum kepadaku, lalu aku membalasnya.
Degh...degh...
Kenapa melihat senyuman kak Angga mengingatkan aku pada seseorang.
Astaghfirullah...
Tak sadar aku berdiri melamun didepan pintu mushola dan menghalangi orang lain yang mau masuk.
Lalu aku bergegas masuk ke dalam mushola dan memakai mukena.
Beberapa saat kemudian iqomah dan imam mulai memimpin sholat Dzuhur.
Selesai sholat aku merapikan kembali mukena dan digantung kembali ke lemarinya.
Saat menuju ke pintu mushola, kak Angga sudah berada diluar pintu. Dia sedang merapihkan rambutnya yang basah. Dikibaskan rambutnya dan ada sisa-sisa air wudhu yang menetes ke wajahnya.
Mataku tak sengaja melihat pemandangan itu. Pemandangan wajah dari seorang Kak Angga yang tidak terlalu tampan dan berkulit sawo matang itu. Kenapa berubah jadi mempesona setelah sholat?
"Masya Allah...itu beneran kak Angga?" dalam hatiku bertanya-tanya.
Lagi... lagi... aku berdiri terdiam didepan pintu, gara-gara melihat kak Angga.
Namun ketika aku sadar dari lamunan, kak Angga sudah memakai sepatunya dan bersiap untuk kembali ke perpustakaan.
Aku juga bergegas memakai sepatuku, tanpa melihat kak Angga lagi.
Tapi Kak Angga malah masih duduk disana, sambil memainkan ponselnya.
Lalu aku berdiri dan berjalan menuju perpustakaan.
Namun tiba-tiba Kak Angga memanggilku.
"Laraaa...."
Aku langsung menengok ke arahnya dan bertanya.
"Iya kak? ada apa?"
"Hemm gini, abis ini kita makan bareng yuk"
"Hah? Makan?"
Tiba-tiba aku gugup dan terasa keluh untuk menjawab ajakan kak Angga. Kenapa dia mau mengajak aku makan?
__ADS_1
"Iya makan bareng..."
"Hemm tapi..."
"Ajak Fita sana, aku tunggu disini"
"Loh?"
Belum sempat jawab, kak Angga menyebut nama lain yaitu Fita. Aku kira dia mengajak aku makan berdua. Aduh. Kenapa jadi kegeeran duluan sih Lara?
Padahal maksudnya memang dia mau mengajak kami makan bertiga.
"He'em Okey, aku masuk dulu"
Lalu aku masuk ke dalam perpustakaan untuk mengajak Fita makan.
"Fita...makan yuk"
"Hah? Mau makan sekarang?"
"Iyaaa... emang gak laper"
"Laper sih, tapi kak Angga mana?"
"Dia nunggu diluar"
"Yeeeh kenapa diluar, ini laptop gimana?"
"Ada penjaga kok, aman lah"
"Hemm ya udah deh, bentar"
Sambil menunggu Fita selesai mengambil dompetnya. Aku menuju ke penjaga untuk menitipkan laptop.
"Bu... saya mau nitip laptop yaa disana, soalnya kita mau makan dulu"
"Oh iya.. silahkan"
Lalu aku dan Fita keluar perpustakaan.
Kak Angga sedang menunggu kami didepan pintu keluar kampus dan melambaikan tangannya.
"Iissh ngapain coba tuh orang, dadah dadah segala udah kayak seleb" ucap Fita.
"Maksudnya dia nunjukin kalo dia ada disana" jawabku.
"Iya sih, hahaha ada-ada aja ya tuh orang"
"Mau makan dimana nih kita?" tanya kak Angga.
"Makan ditempat langganan aku sama Lara"
"Dimana emang?"
"Itu di seberang sana"
"Ohh disana, aku juga sering makan disana kok"
"Masa???"
"Iyaaa"
Lalu kami menyebrang jalan dengan hati-hati. Namun kak Angga sebagai satu-satunya cowok diantara kami bersedia melindungi dengan berjalan mengiringi kami dari belakang.
Sesampainya di tempat makan, kami memesan makanan sesuai selera kami masing-masing.
Dan disaat tengah memesan makanan, kak Angga dengan perhatiannya membantu memberikan minuman kepada aku dan Fita.
"Makasih kak" kataku.
"Sama-sama"
"Uuu terbaik deh kak Angga, makasihhh"
"Iya dong, sama-sama"
Selesai makan, kami hendak membayar. Namun kak Angga meminta untuk kami tidak membayarnya. Karena dia akan mentraktir katanya.
"Emmm ini Bu, hitung semua yaa"
"Oh iya siap"
"Hah? Semua kak?" tanya Fita.
"Iya.."
"Maksudnya kita ditraktir?" tanyaku.
"Hehe..."
"Aduh.. gak usah repot-repot kak" ucapku merasa tidak enak.
"Gapapa, sesekali boleh lah"
__ADS_1
"Setiap hari juga boleh kok kak, hehee" kata Fita.
"Siyappp"
"Ehh.. tekor dong kak Angga.." ucapku.
"Gapapa nanti Fita suruh cuci piring aja"
"Yee... Beneran ini kita ditraktir?"
"Iyaa.. "
"Dalam rangka?"
"Ulangtahun"
"Kak Angga ulang tahun sekarang?"
"Hemm iya hehe"
"Ya ampun... Gak nyangka, punya tanggal lahir juga"
"Yee nih bocah, ngeledekin Mulu"
"Hahaha bercanda Kaka. Selamat ulangtahun Kaka, semoga rezekinya lancar, sehat terus, dan segera dapet jodoh"
"Aaminn... makasih do'anya tulus gak nih?"
"Tulus bangettt dong"
"Iya kak Angga, selamat ulangtahun kak. semoga menjadi pribadi yang lebih baik lagi yaaa"
"Aamiin... makasih Lara."
"Besok ulangtahun lagi kak?"
"Engga lah, masa tiap hari ulangtahun"
"Yaah.. "
"Biar ditraktir lagi?"
"Hehehe..."
"Dasar kamu... " mengelus kepala Fita dengan pelan.
Melihat keakraban mereka seperti itu, membuat aku merasa berada diantara pasangan yang sedang dimabuk asmara.
Tapi kenapa perasaan aku jadi aneh?
Selesai makan, kami kembali ke perpustakaan.
Setelah kembali di perpustakaan, aku menutup laptop Fita. Dan mengembalikan laptop itu kepadanya.
"Fita. Udah selesai nih, laptop kamu" ucapku.
"Oh iya. taruh aja disitu"
"Itu laptop kamu?" tanya kak Angga heran.
"Iyaa.."
"Oh.. Lara ngerjain tugas di laptop Fita, emang kamu gak bawa laptop ??"
"Hemm"
Belum sempat menjawab, Fita memotongnya.
"Iyaa... soalnya tadi aku yang nyuruh Lara ngerjain di laptop aku aja"
"Oh..."
Aku hanya bisa terdiam, tak tau mau jawab apa. Yang pasti aku hanya ingin melindungi Fita. Mungkin dia juga malu jika tugasnya aku yang mengerjakan.
Disisi lain aku juga tak mau menganggu Fita dengan kak Angga yang sedang belajar pemrograman. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang saja.
"Fita. aku pulang duluan yaa"
"Loh kok pulang?" tanya Fita.
"Iyaa disini aja, ikut belajar?" ucap kak angga.
"Hemm maaf ya, tapi aku gak enak badan nih"
"Oh ya udah, istirahat dirumah."
"Hemm hati-hati dijalan yaa lara.."
"Oke"
Aku bergegas meninggalkan mereka berdua.
Aku takk tau kenapa Fita bersikap seperti itu di depan kak Angga. Tapi aku berusaha untuk positif thinking, karena aku memang orangnya santai.
__ADS_1