Akhir Penantian Cita Dan Cinta

Akhir Penantian Cita Dan Cinta
Diksar BEM


__ADS_3

Di ruangan aula kampus, Lara dan peserta diksar lainnya sudah berkumpul.


Kegiatan tersebut hanya penyampaian materi serta motivasi dari senior.


Hari pertama mereka menyampaikan materi simulasi ketika demo dan menyampaikan aspirasi didepan umum.


Lara dan teman-temannya mengikuti diksar hari pertama dengan lancar.


Lanjut hari kedua, mereka mulai mempraktekkan materi yang disampaikan oleh seniornya kemarin.


Saat itu Lara dan peserta diksar lainnya diperintahkan untuk berkumpul di lapangan kampus


Mereka beraksi seakan-akan sedang demo didepan gedung DPR.


Simulasi seperti itu bertujuan agar mereka berani menyampaikan aspirasi.


Namun aksi mereka ditonton oleh mahasiswa dari UKM lain. Mereka berasal dari UKM futsal.


Saat itu ada beberapa orang yang sedang memperhatikan Lara dan peserta diksar lain.


Namun Lara melihat ke arah pinggir lapangan ada seseorang yang dia kenal.


siapa dia?


Dia adalah cowok dingin yang bernama Chandra.


"Lah ngapain dia disitu?" batinnya.


Lama-lama diperhatikan oleh orang lain dipinggir lapangan membuat Lara tidak banyak beraksi dilapangan.


Dia seketika membeku, untungnya kegiatan tersebut segera berakhir.


Sadar karena diperhatikan dari pinggir lapangan, saat keluar dari lapangan pun Lara hanya menunduk.


Walaupun disisi sana cowok itu melihatnya namun tak ada sapaan sama sekali.


Ya, Lara sadar cowok itu kan asalnya memang dingin. Mana mau dia menyapa duluan.


Akhirnya kegiatan diksar di hari kedua berakhir dan waktunya untuk pulang.


Banyak pelajaran yang didapat, selain dari simulasi aksi demo.

__ADS_1


Walaupun acaranya sederhana, namun bermakna.


Lara mengawali kegiatan baru di BEM. Namun belum resmi jadi anggota muda. Karena minggu depan ia baru dilantik sebagai anggota muda dan mendapatkan jabatan tentunya.


Lara berniat untuk kembali ke rumah, namun saat itu Roki mengajaknya makan malam bersama.


Ternyata mereka diajak makan dengan ketua BEM yang bernama Radit. Dia ketua BEM yang ramah dan mudah akrab dengan anggotanya. Jadi dia ingin akrab dengan anggota muda seperti Lara dan Roki.


Karena yang lain sudah pulang, akhirnya anya hanya Lara dan Roki yang ikut makan bersama.


Mereka makan sambil membicarakan kegiatan BEM dimasa mendatang. Radit juga membagikan suka duka menjadi ketua BEM selama beberapa bulan terakhir. Yaa, dia ingin rekan-rekan lainnya membantunya dalam menjalani program kerja BEM selama setahun mendatang.


Lara juga tak menyangka dia bisa langsung akrab dengan Ketua BEM, yang dikira sebelumnya mana mungkin dia bisa berteman dengan orang penting di kampus.


Ya, ketua BEM juga manusia. Dia boleh berwibawa ketika bertugas, namun dia tetaplah manusia biasa yang ingin bergaul.


"Lara.. enak yaa nanti kalo ikut kegiatan BEM, bisa deket bolak balik ke kampus yaa" ucapnya ketika mengetahui kalau Lara kos dekat kampus.


"Hehe iya kak, aku bisa fleksibel kalo tiba-tiba disuruh ke kampus"


"Iyaa. semoga bisa kerja sama dengan baik yaa hehe"


"Aamiinnn.. "


"Insya Allah kak"


Selesai makan mereka pulang ke rumah masing-masing.


Lara pulang ke kosannya, namun saat berjalan menuju kosan dia berpapasan dengan Chandra yang baru pulang latihan. Dia agaknya juga akan pulang, namun kenapa berjalan kaki?


Lara bertanya-tanya dalam hati.


Namun selang beberapa detik, dia melihat Chandra menaiki sebuah angkutan umum.


Ternyata dia tidak membawa motor ke kampus.


Lara membatin "Aa, ternyata masih ada cowok yang masih mau naik angkot, biasanya mereka gengsi"


Lara yang langkahnya sempat terhenti ketika melihat Chandra menaiki angkutan umum, lanjut berjalan menuju kosan.


Sesampainya dikosan, membersihkan tubuhnya dan merebahkan diri di kasur.

__ADS_1


Esok harinya dia ingin kembali pulang ke rumah.


Sepertinya liburan kali ini tidak akan lama, karena minggu depan nanti dia mulai aktif dalam kegiatan BEM.


Lara mulai lelah dan memejamkan matanya, namun dia malah kepikiran seseorang.


POV Lara


"Sesederhana itu ya Chandra, sampe dia mau naik angkot ke kampus?" batinku.


Aku gak bisa berhenti mikirin Chandra, cowok yang beberapa jam lalu aku temui di kampus. Dia cowok dingin yang pertama ketemu udah gak menampakkan sikap ramah kepadaku.


Ketemu lagi di kelas pas UAS, itu pun dia agak bawel komentarin aku karena mau kasih contekan ke temen kelas.


Hari ini baru tau kalau ternyata dia ikut kegiatan kampus yaitu futsal, pulang latihan dia naik angkot.


Makin lama penasaran sama kepribadiannya, dia itu aslinya kayak gimana ya.


Lama-lama mikirin dia jadi ngantuk, akhirnya aku tertidur.


Besoknya aku pulang ke rumah, seperti biasa naik angkutan umum.


Kayaknya ini minggu terakhir aku di rumah, sebelum aku sibuk kontribusi di kegiatan BEM.


Kata kak ketua kemarin, proker BEM itu lumayan banyak. Sebulan bisa 3 proker yang harus diselesaikan. Sebelumnya aku gak pernah ikut kegiatan selain belajar di sekolah waktu SMA. Pernah sih ikut kegiatan, tapi gak sesibuk itu.


Pas udah ikutin diksar, aku jadi mulai punya tanggung jawab. Kayak hidup tuh harus ada planning dan terjadwal, gak boleh lagi leha-leha.


Ya, waktunya aku berubah lebih baik. Aku gak mau buang-buang waktu lagi.


Aku harus fokus menjadi sosok yang lebih baik. Kalau kemarin aku nyerah di HIMATI, harusnya di BEM aku gak boleh nyerah lagi.


Walaupun teman aku Fita, sampe sekarang belum nyapa aku. Gapapa, yang penting sekarang aku udah ikut kegiatan lain.


Gak mau bandingin kegiatan sebelumnya, tapi aku yakin disini bakalan lebih nyaman.


**


Hallo readers😁


Jangan bosen ya nunggu update cerita aku😇

__ADS_1


Terima kasih sudah baca 🙏


__ADS_2