Akhir Penantian Cita Dan Cinta

Akhir Penantian Cita Dan Cinta
Aku rindu


__ADS_3

Disaat malam tiba, seperti biasa aku mengabari keluarga via telepon. Untuk sekedar menanyakan kabar atau masakan apa yang ibu buat hari itu. Kadang ibu juga menanyakan kegiatan apa saja yang aku kerjakan di kampus. Padahal seminggu itu aku belum melakukan kegiatan apapun selain kuliah atau ke perpustakaan bersama sahabat baruku yaitu Fita.


Aku juga sudah mengenalkan Fita kepada ibu dan ayah. Mereka senang karena akhirnya aku bisa langsung mempunyai seorang teman yang cocok dengan kepribadianku. Mengingat saat SMA aku cukup dekat dengan Ega sampai berteman lama, dan orangtuaku juga sudah cukup jauh mengenal Ega.


Saat ini Ega tengah menikmati hidupnya menjadi seorang pekerja. Sesekali Ega menanyakan kabarku via chat, karena Ega cukup sibuk dengan pekerjaannya. Belum lama ini, dia juga mengatakan bahwa belum bisa melanjutkan kuliah. Karena waktunya dihabiskan untuk lembur kerja.


Namun aku selalu mendoakan yang terbaik untuk sahabatku, agar dia menjadi orang yang sukses. Dan jika suatu saat nanti aku dan Ega bertemu kembali, kita bisa saling berbagi cerita tentang kehidupan yang telah kita lewati.


Ditengah kesibukanku menjadi mahasiswa baru dan punya teman-teman baru, terkadang aku juga sangat merindukan teman-teman lamaku di SMA. Namun jika flashback ke masa SMA kenapa hanya ada satu orang yang melekat di pikiranku. Aku gak bisa terus menerus mengingat masalalu, walaupun itu indah dan berkesan. Tetap saja aku masih terasa sesak di dada jika mengingat kenangan itu.


Entahlah... Jika ingat masa SMA automatis aku mengingat kenangan itu juga. Seseorang yang masih terbayang di benakku.


Sudah beberapa bulan berlalu, semenjak dia mengatakan agar aku berhenti mengharapkannya. Aku kadang masih penasaran apa yang dia lakukan selama kuliah?


Dia mungkin sudah menjadi senior di kampusnya, memiliki banyak teman dan banyak kegiatan. Namun untuk sekedar menanyakan kabarnya duluan saja aku jadi segan. Aku takut malah mengganggunya dan membuatnya tak nyaman.


Yang bisa ku lakukan hanya memantau media sosialnya, namun dia jarang aktif. Hanya sesekali dia memberikan "like" pada postinganku. Apakah dia masih mengingat aku?


***


Kabar Umar.


Setelah beberapa bulan kami dekat, ternyata hubungan kami hanya sebatas komunikasi lewat chat atau SMS saja. Untuk bertemu pun sepertinya mustahil bagi kami berdua.


Selama aku tinggal dikosan, dia juga jarang mengabari duluan. Kadang jika aku memposting sesuatu di media sosial, lalu dia memberikan komentar. Namun dia tak mengajariku secara pribadi. Aku yang saat itu masih merasa egois pun, tak mau mengabari dia duluan.


"Gengsi lah... Masa cewek duluan sih yang ngabarin" pikirku.


Aku hanya bingung dengan sikapnya, kenapa dia tak menghubungi aku secara pribadi sedangkan dia selalu aktif di media sosial.


Dulu dia selalu menyempatkan untuk menghubungi aku setiap malam, namun beberapa waktu terakhir dia tak pernah perhatian.


Melihat sikapnya yang seperti itu, aku merasa berhubungan dengannya hanya buang-buang waktu dan tidak ada keseriusan. Sama saja aku sendiri, alias tak punya pacar.


Mungkin karena awalnya aku tak suka dengan dia, sehingga aku jadi bersikap masa bodo padanya. Aku menyadari bahwa aku bukanlah pasangan yang baik, karena tidak pernah ada saat dia butuhkan. Apalagi saat itu aku dengan dia menjalani LDR.


Malam itu aku berusaha untuk menghubungi dia duluan, untuk memperjelas hubungan kita berdua.


Pesan SMS :

__ADS_1


"Assalamualaikum... " terkirim.


Beberapa saat kemudian dia baru balas, aku hampir saja ketiduran menunggu balasannya.


"Walaikumsalam... tumben SMS duluan?" jawabnya.


"Hemm.. maaf ya.. Ganggu gak?"


"Engga kok, ada apa?"


"Gak ada apa-apa sih. Tapi ngerasa aneh aja, kenapa akhir-akhir ini kamu jarang hubungi aku?"


"Maaf ya aku sibuk banget, aku pulang latihan futsalnya malam terus.. jadinya langsung ketiduran..."


"Oh gitu.. Ya udah gak apa-apa, jaga kesehatan kamu ya..."


"Iya... kamu kuliahnya gimana?"


"Alhamdulillah lancar..."


"Punya temen baru dong disana, cakep-cakep gak temennya?"


"Gapapa nanya aja, cowoknya pasti ganteng-ganteng dong"


"Haha gak tau, biasa aja kayaknya..." jawabku.


Kenyataannya cowok di kampusku memang kebanyakan visual top. Kalau aku bilang "ganteng" pasti dia berfikir aku bakal macem-macem.


"Masa sih? Aku liat foto kamu kemarin di FB, ada yang ganteng tuh cowoknya"


"Yaa mungkin..."


"Kalian deket?"


"Temen sekelas aku..."


"Cieee... betah dong kelasnya ada cowok ganteng"


Kenapa tiba-tiba dia jadi "cengin" aku sih....

__ADS_1


"Kenapa sih? Masa kamu cemburu?"


"Engga kok, aku juga punya temen cewek mah..."


"Lah terus?"


"Yaa bisa foto bareng sama temen cewek, tapi takut dicurigai sama kamu"


"Hemm kayaknya aku gak pernah curiga sama kamu deh... Kamu mau main sama siapa aja silahkan.."


"Iyalah.. kan kamu gak sayang sama aku. Gimana mau cemburu?"


Lama-lama dia semakin memperkeruh masalah. Masa hanya karena foto dengan teman cowok, aku dicurigai selingkuh?


"Maaf. Aku gak pernah bilang sayang ke kamu. Aku takut apa yang aku ucapin, gak sebanding dengan sikap aku. Tapi setelah aku komitmen sama kamu, aku berusaha untuk setia sama kamu. Tapi kenapa ya tiba-tiba sikap kamu gini ke aku?


Maaf kalo selama ini aku bukan yang terbaik buat kamu."


Balasku kesal.


Lalu dia pun membalas dengan seenaknya.


"Maaf doang. Tapi kenyataannya emang kamu gak ada perasaan ke aku. Ya udah, sekarang kamu gak perlu repot-repot setia. Silahkan kamu deket sama cowok lain. Aku anggap kita udah selesai."


"Oh jadi setelah beberapa bulan kita jalani hubungan, kamu cuma mau mengintimidasi aku doang? Ternyata aku salah menganggap kamu tulus. Aku kira kamu bakalan berusaha untuk memperbaiki hubungan kita. Ya udah terimakasih atas kecurigaan selama ini, aku gak pernah selingkuh atau deket sama cowok lain. Karena buat pertahanin kamu aja udah bersyukur, tapi gapapa lupain aja deh semuanya karna gak berarti juga buat kamu "


"Aku gak pernah merasa dipertahankan, kamu aja gak pernah ada buat aku. Gimana aku gak curiga"


"Iya, sekali lagi maaf karna belum bisa jadi yang terbaik dan gak sesuai ekspektasi. Aku udah rela kok diputusin, dicurigain, silahkan nilai aku sesuka hati kamu"


Malam itu aku benar-benar merasa kecewa, namun tak begitu dalam rasanya. Mungkin salahku yang dengan mudahnya menerima dia masuk dalam hidupku. Aku terlalu terburu-buru membuka hati, pada akhirnya aku tau dia sebenernya bukan yang terbaik.


Aku kecewa namun hanya sesaat dan pada akhirnya aku merasa bebas. Tak perlu menjaga hati orang lain.


Beberapa waktu setelah putus, aku melihat media sosial Umar yang sudah berpacaran dengan cewek lain. Namun sungguh berita itu tak menjadi beban pikiranku, aku hanya cukup tau saja. Ternyata dia memang sudah bersiap untuk jatuh cinta dengan orang lain. Aku hanya batu loncatan baginya. Dia dengan mudahnya mendapatkan pengganti.


Sedangkan aku hanya menikmati masa-masa kesendirianku dengan menyibukkan diri.


Selamat tinggal cinta sesaat !!

__ADS_1


Kau tak pantas untuk ku kenang 👻


__ADS_2