Akhir Penantian Cita Dan Cinta

Akhir Penantian Cita Dan Cinta
Keputusan sendiri


__ADS_3

Dari pernyataan Fita kemarin, sepertinya aku mulai bimbang untuk melanjutkan kegiatan di HIMATI. Selama ini aku ikut HIMATI karena ajakan Fita bukan kemauan diri sendiri. Sedangkan aku juga beberapa kali tidak bisa mengikuti kegiatan dari HIMATI karena memilih fokus kuliah.


Aku harus mengambil keputusan sendiri, agar aku tidak merasa terbebani.


Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti mengikuti kegiatan HIMATI.


Namun keputusanku ditentang Fita.


"Fita... "


"kenapa?"


"Besok kan UAS, kamu udah siap?"


"Siap lah... emang kenapa gitu?"


"Gapapa, nanya aja"


"hemmm... Oya kamu udah izin orangtua buat ikut acara pelantikan?"


"Hemm sebenernya aku mau bilang"


"Bilang apa?"


"Besok aku gak bisa ikut acara pelantikan"


"Lahhh kok gak ikut?"


"Hemm iya Fita.."


"Kenapa?"


"Aku gak nyaman di HIMATI, jadi aku mau ngundurin diri aja yaa"


"Gak nyaman kenapa sih Lara? Coba bilang ke aku"


"Hemmm. gimana yaa..."


"Bilang aja"


"Sebenernya selama ini aku cuma ngikutin kemauan kamu, sampe pas kamu ikut kegiatan HIMATI pun aku ikut. Yang bikin aku gak nyaman karena aku sulit nerima materi atau praktik dari senior, sedangkan kamu bisa langsung berbaur sama senior. Senior juga kebanyakan lelaki, aku kurang nyaman sama mereka. Kalo lagi kumpul mereka suka merokok, terus bercanda dengan kata-kata kasar, sedangkan aku yang gak terbiasa dengan itu semua. Maaf ya Fita.."


"Ohh... jadi itu yang bikin kamu gak nyaman. Tapi kalo nanti aku bilang ke kak Angga, pasti mereka berubah kok. Tenang aja kamu gak mesti mundur"


"Gak bisa gitu Fita, lagian wajar kalo mereka kayak gitu kan emang mereka udah terbiasa dengan itu. Kamu mungkin bisa beradaptasi dengan mudah, sedangkan aku gak bisa Fita."


"Hemm... tapi nanti di acara pelantikan banyak kok ceweknya. Kamu gak usah khawatir Ra... Lagian kata kak Angga di HIMATI tuh banyak ceweknya, cuma karena mereka sibuk kerja aja jadi gak sempet ke sekret"


"Lah terus buat apa aku ikut acara pelantikan, kalo aku gak bisa ikut kegiatannya"


"Hemm... ya udah deh, terserah kamu... Aku juga gak bisa maksa... Aku ke sekret dulu ya"


"Maaf ya Fita..."


Lalu Fita pergi begitu saja.


Mungkin keputusan aku ini akan membuat Fita merasa kecewa. Tapi inilah pilihanku.


Keesokan harinya Kak Angga menemui aku. Dia ingin berbicara padaku soal keputusanku.


Sepulang kuliah jam pertama, aku baru turun dari lantai 2. Sedangkan Fita sudah pergi duluan ke sekret. Ada kak Angga sedang duduk dihalaman lantai 1, dia melihatku lalu memanggilku.


"Lara..." kak Angga memanggilku.


"Iya kak..." jawabku.


"Fita mana?"

__ADS_1


"Udah duluan turun tadi"


"Kok duluan, gak bareng?"


"Hemm... mungkin Fita buru-buru kak"


"Oya duduk dulu sini, kita ngobrol"


"Iya kak"


"To the point aja yaa Lara.. Sebenernya kaka cuma mau nanya soal itu"


"Fita udah cerita ke kakak?"


"Iyaa udah, tapi kakak pengen denger langsung dari kamu"


"Hemm..."


"Gimana Lara, kakak pengen tau kenapa kamu gak bisa ikut kegiatan HIMATI?"


"Jadi gini kak... Aku sebenernya gak bisa ikut kegiatan HIMATI akhir-akhir ini karena aku fokus kulia, banyak tugas kelompok yang gak bisa aku abaikan. Jadi aku memilih untuk fokus ke situ"


"Hemm tapi kayaknya bukan itu yang kemarin Fita omongin?"


"Iyaa... Selain itu aku juga kurang nyaman berada di HIMATI, aku orangnya emang gak pandai berbaur sama senior-senior cowok. Jadi agak canggung kak."


"Hemm iya maaf nih sebelumnya, kalo keadaan ruang HIMATI dan senior bikin kamu gak nyaman. Tapi sebenernya kita berusaha bikin suasana HIMATI kayak rumah sendiri dan memiliki rasa kekeluargaan. Jadi siapapun yang disana, gak usah merasa canggung. Anggap aja kakak dan senior lain tuh kayak Abang kamu gitu." ucap Angga.


"Kalo masalah merokok dan berkata kasar, kakak sebenarnya udah sering evaluasi mereka kalo ada junior tuh jangan ada kata kasar. Tapi mungkin mereka khilaf atau udah kebiasaan gitu, jadi kakak mohon pengertiannya ke Lara kalo mereka seperti itu" tambahnya.


"Hemm iya kak, Lara gak menyalahkan kebiasaan mereka kok. Cuma mental Lara mungkin kurang nyaman berada di siatuasi itu."


"Maaf ya kak. Lara gak bisa lanjut di HIMATI. Tapi insyaallah Lara masih bisa partisipasi kalo HIMATI ada event atau kegiatan besar. Siapa tau ada seminar umum atau workshop, mungkin Lara bisa ikut jadi peserta. Lara tetep support HIMATI walaupun gak bisa ikut gabung"


"Iya Kakak paham kok, makasih ya Lara atas penjelasannya"


"Maaf ya kak, Lara ngecewain kakak. Mungkin Fita juga kecewa dengan keputusan Lara."


"Makasih kak atas pengertiannya"


"Sama-sama, tapi kalo kamu butuh bantuan apapun tanya aja ke kakak. Jangan sungkan yaa"


"Iya kak, mohon maaf sekali lagi"


"Santayy... Oya kamu mau makan siang?"


"Hemm nanti aja deh kak"


"Makan siang bareng yuk, ajak Fita sekalian"


"Kakak aja deh, kan Fita lagi diemin aku"


"Justru kakak mau bikin kalian akur lagi"


"Hemm gimana yaa"


"Dahhhh tenang aja, ayoo"


Lalu kak Angga menarik tanganku, dan mengajak aku ke sebuah warung makan.


"Kamu tunggu sini, biar kakak susulin Fita di sekret" ucapnya.


"Iya kak"


POV AUTHOR


Fita sedang sibuk dengan laptopnya.

__ADS_1


"Fita... makan yuk" ajak Angga.


"Belom laper"


"Ayoo makan, lagian ini udah waktunya makan siang"


"Nanti aja deh"


"Ayo sekarang aja !!!"


"Iiih maksa bener ni orang"


"Kamu kan kalo gak dipaksa gak bakalan mau"


"Oya?"


"Iyaa cepetan, tutup dulu laptopnya"


"Okee.."


Saat diperjalanan menuju warung makan, Fita melihat ada Lara di depan warung tersebut. Sehingga langkah kakinya terhenti.


"Lah kok berhenti?"


"Males ah, kita makan di warung nasi Padang aja yuk"


"Ehh kok makan nasi Padang sih, disana ajaa"


Angga menarik tangan Fita. Namun kali ini Fita tetap menolak. Dan dia balik arah lagi ke sekret.


"Gak mau ! Kalo kakak mau makan, makan sendiri aja sana. Aku nanti aja belom laper"


"Lahh kenapa si? Kenapa gak mau makan disana?"


Angga pura-pura gak tau, karena sebenernya niat Angga memang mau mempersatukan kembali Lara dan Fita.


Namun caranya gagal, Fita tetap tidak mau menemui Lara.


POV Lara.


Beberapa saat kemudian kak Angga kembali lagi namun sendirian.


"Fitanya mana kak?"


"Hemm dia lagi puasa senin kamis katanya"


"Oya? Setau aku ini hari Rabu."


"Oh iyaa, katanya puasa ganti tahun kemarin gitu"


"Ooh.."


"Kita makan berdua aja yaa"


"Iya udah kak"


Lalu aku dan Kak Angga makan siang bersama. Walaupun sering bertemu, tapi aku merasa canggung makan berdua dengan Kak Angga.


Saat makan, kak Angga tak segan bercerita kepadaku tentang apapun. Melontarkan candaan untuk menghiburku.


Selesai makan aku berpamitan kepadanya.


"Kak aku balik dulu yaa"


"Hati-hati yaa "


"Iya kak, makasih udah nemenin makan siang. Salam buat Fita"

__ADS_1


"Iya nanti Kaka salamin kok"


Lalu aku pulang ke kosan.


__ADS_2