
Fita menelponku satu jam lalu sebelum aku sampai kembali ke kosan.
Ditelpon :
"Lara... kamu udah sampai kosan?" tanyanya.
"Belom, masih dijalan. Kenapa?"
"Oh... aku udah dikampus nih"
"Ngapain?" tanyaku heran.
"Gak tau, kak Angga nyuruh aku datang pagi"
"Ohh gitu...."
Hmm aku tau maksud kak Angga apa.
"Ya udah hati-hati ya, nanti kamu langsung ke kampus aja"
"Iyaa..."
Fita mengabari bahwa dia sudah berada di kampus, tapi hanya dia yang disuruh datang pagi-pagi. Apa ada urusan penting antara mereka berdua?
Sesampainya di kampus aku mencari keberadaan Fita dan menghubunginya.
Namun panggilan dariku tak terjawab oleh Fita.
"Dimana si Fita? kok disekret gak ada..."
Lalu ada pesan masuk dari Fita.
Chat dari Fita :
"Kamu udah dikampus? Maaf ya aku lagi makan diluar sama kak Angga"
"Oh ya udah, pelatihannya dimana?"
"Diruang kelas lantai 2.A, tunggu aja disana"
"Oke"
Aku menurut apa kata Fita, lalu aku pergi ke lantai 2.
Ternyata disana memang sudah ada beberapa senior dan mahasiswa semester 1 lainnya. Namun diantara mereka tak ada satupun yang aku kenal.
Tiba-tiba ada seseorang yang datang menyapaku.
"Hei... cari siapa? Oh iya kamu yang kemarin di kantin kan?"
"Iya kak, saya mau ikut pelatihan"
"Oh ikut pelatihan, masuk aja udah ada beberapa orang kok di dalam"
"Makasih kak"
"Hemm iya.."
Namanya kak Pras dia merupakan salah satu senior HIMATI juga, teman dari kak Angga yang beberapa waktu lalu meledekku saat disapa kak Angga dikantin.
Lalu aku masuk ke ruang kelas, memang sih sudah ada beberapa orang tapi mereka cowok semua.
Mereka menatapku seakan-akan asing, karena mungkin aku anak kelas pagi jadi mereka tak mengenaliku.
"Apa gak ada cewek disini?" tanyaku dalam hati.
Beberapa saat kemudian Fita datang bersama kak Angga dibelakangnya.
Fita menyapaku sambil kegirangan.
"Laraaa... ya ampun, akhirnya balik lagi" Fita memelukku.
Semua orang yang berada di kelas menatap kamu berdua. Reaksi Fita bertemu denganku berlebihan, aku jadi malu diperhatikan mereka.
Lalu salah satu dari mereka meledek kami.
"Uuu mau juga dong dipeluk.. sini sini..."
Lalu Fita tertawa geli.
"Fitaaaa..sssttt tuh diliatin semua orang malu tau"
"Hehee maaf"
"Darimana sih?"
"makan"
"Berdua doang?"
"Iyaa"
"Ciie"
"Kenapa cie?"
"Emmm engga"
Lalu aku melihat raut wajah Fita memerah, sepertinya dia suka jika aku ledek dia dengan kak Angga.
Kak Angga menghampiri kami dan menyapaku.
"Hei Lara... datang kesini dari kapan?" Kata Angga.
"Hemm sekitar 30 menit yang lalu kak"
"Wahh.. udah lama yaa, maaf Fita abis saya pinjem"
"Oh iya gapapa"
"Dih segala pinjem, emang aku barang apa" sela Fita.
__ADS_1
"Yee emang yang bisa dipinjem barang doang"
"Iyaa lah. Misalnya gini "Lara minjem laptop, atau pulpen gitu" ya kan?"
"Oh oke.. oke saya ralat kata-katanya, selain kata pinjem apa dong?"
"Hemm gak tau"
"He'eh dia aja gak tau"
Lalu kak Pras memanggil kak Angga, dari meja depan kelas.
"Angga lu ngapain sih, sini deh."
"Wait?"
"jangan mentang-mentang ada cewek disini lu bisa nempel-nempel gitu deh. Sini bantuin gue"
"Yee siapa yang nempel, emang gue lem"
"Lah elu itu... emang siapa lagi"
"Iri sama gue, bilang bos ???"
Lalu mereka bercanda seperti anak kecil.
Aku dan Fita hanya tertawa melihat kelakuan mereka berdua.
"Fita, tadi kamu ada apa dateng pagi-pagi?"
"Gak ada apa-apa, aku dikerjain sama kak Angga"
"Hah dikerjain gimana?"
"Iyaa dia bilang gini "kamu dateng pagi-pagi ya fit ! soalnya kalo anak semester 1 biasanya disuruh dateng duluan" gitu"
"Terus?"
"ehhh gak taunya, dia ngerjain aku. Pas aku udah sampe sini dia bilang "ngapain kamu dateng pagi-pagi? kan pelatihannya siang" terus yaaa akhirnya aku marah."
"Hemm gitu"
Beberapa saat kemudian pelatihan dimulai, kak Angga, kak Pras dan senior lainnya membimbing kami dalam pelatihan. Mereka memberikan materi praktek komputer.
Kami menggunakan laptop masing-masing untuk praktek.
Namun saat pelatihan kak Angga lebih banyak menuju kursi Fita untuk mengajarinya, sedangkan aku merasa kesulitan dan kurang paham dengan praktek tersebut. Sehingga aku tertinggal mengikuti pelatihannya.
Kak Angga hanya sesekali mengecek laptopku, baru sebentar saja dia sudah balik lagi menuju ke laptop Fita.
Saat aku merasa kesulitan dan ingin menyerah, tiba-tiba kak Pras menghampiriku.
"Kenapa? belum bisa?"
"Hemm iya kak, kenapa eror terus yaa???"
"Coba sini Kaka cek"
"Emang kadang suka gitu, tapi coba rajin-rajin di cek. Jangan nyerah yaa !!"
"Iya kak makasih"
"Oke" lalu dia tersenyum.
Setelah pelatihan berakhir, aku bergegas keluar ruangan duluan. Sedangkan Fita menyusulku dibelakang.
Aku menunggu di balkon lantai 2 sambil memandang pemandangan sekitar kampus.
Fita menghampiriku, namun aku diam saja. Sebenarnya masih agak kesal karena saat pelatihan dia tidak membantu aku dalam kesulitan.
Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, aku pamit pulang saja.
"Aku pulang duluan yaa" kataku.
"Yah kok pulang?"
"Iya mau ngapain lagi? kan udah selesai"
"Bentar dong, duduk dulu gitu dibawah"
Lalu kak Angga menghampiri Fita dan mengajaknya ke ruang sekret.
"Kalian mau kemana? Ayo ikut ke sekret" ajak kak Angga.
"Hemm iya kak" Jawab Fita antusias.
Aku hanya terdiam dan seakan lidahku keluh untuk menjawab "gak mau ikut" ah kesal.
Namun seakan kakiku tetap mengikuti langkah mereka.
Walaupun akhirnya aku hanya menjadi obat nyamuk diantara kak Angga dan Fita.
Sore pun tiba, aku hendak berpamitan untuk pulang.
"Fita, aku pulang duluan yaa"
"Loh kok pulang?" tanya kak Angga.
"Iya kak, udah sore soalnya"
"Bentar lagi deh yaa, soalnya aku belom selesai nih ngerjain projeknya"
"Iya bentar lagi, soalnya si Fita nih rada loading lama kalo diajarin"
"Heh lagian nyuruh ngerjain projek gak kira-kira Kaka mah"
"Hemm... oke deh"
Aku terpaksa menuruti kata Fita, karena perasaan tidak enak.
Akhirnya aku melanjutkan browsing dan menonton YouTube, untungnya disekitar sekret HIMATI kami bisa bebas mengakses internet secara gratis.
__ADS_1
Hingga akhirnya tak terasa terdengar kumandang adzan magrib.
"Eh udah magrib, kalian gak sholat dulu?" tanyaku.
Karena aku sedang berhalangan, jadi aku tidak bisa melaksanakan sholat. Namun aku hanya bisa mengingatkan Fita dan kak Angga yang sedari tadi sibuk dengan aktifitasnya.
"Iyaa nih udah adzan, soalnya dulu yuk"
"Tumben kak, tadi aja sholat ashar gak ngajakin"
"Hehehe yaa emang gini, lagian kamu nanya-nanya mulu daritadi gak selesai projeknya"
"Yeeh kalo mau sholat mah sholat aja kak, masa nyalahin aku sih"
"Iya maaf, ya udah aku ke mushola duluan yaa"
"Ya udah sana..."
Namun Fita masih kembali fokus pada laptopnya.
"Nay, kamu lagi apa?" tanya Fita.
"Lagi nonton"
"Nonton apa?"
"Video klip"
"Oh..."
"Fit, pulang yuk"
"Hah? Ntar dulu ya, bentar lagi"
"Dari tadi bentar lagi mulu"
"Iyaa abisnya kak Angga nyebelin, ngajarinnya setengah-setengah bikin orang mikir dulu"
"Hemm.. tapi kapan selesainya deh, soalnya nih udah malam. Emang kamu gak gerah mau mandi gitu?"
"Hehe aku dah biasa gak mandi sore, aku biasa mandi malam kalo lagi pengen itu juga"
"Iiishhh....kalo aku mah gerah. Kata orang mandi malam itu gak baik loh"
"Mitos itu mah laraaaa, kamu masih percaya aja !!"
"Bukan mitos, tapi emang gak baik buat kesehatan"
"Nah kalo gitu mending gak usah mandi yaa hehehe"
"Yee emang gak lengket badan seharian kena keringet"
"Hmm biasa aja"
"Sampe Jam 7 ya, kalo kamu belum selesai berarti nanti aku pulang duluan yaaa"
"Oke sipp"
Beberapa saat kemudian kak Angga datang.
Lalu dia berinisiatif untuk mengajak kami membeli jajanan.
"Ehh kalian laper kan? kita beli jajanan yuk"
"Nah kebetulan tuh, jajan apa?" tanya Fita.
"Jajan pancong, Kaka sering beli disana"
"Enak gak?"
"Enak lah, makanya Kaka beli terus"
"Hemm beneran enak ga nih?
kok aku gak yakin sih"
"Yee masa gak yakin, ayo makanya buktiin"
"Ayo.... !!! Eeh tapi projeknya gimana?"
"Gampang itu mah, yang penting makan dulu"
Mendengar Fita yang semangat menuruti kata kak Angga, aku merasa sedikit kecewa.
"Yang beli kaka?" tanya Fita.
"Sama kamu lahh" jawab kak Angga.
"Hemm ya udah... Oya lara, kamu tunggu sini yaa, kamu mau makan pancong juga dong?" tanya Fita.
"Hemm gak deh, aku pulang aja"
"Loh kok pulang?" tanya kak Angga.
"Iya kak, kalian pergi aja gapapa"
"Yaah tunggu bentar lagi deh, nanti aku beliin pancong."
"Gak usah Fita...." Tegasku.
Aku segera memasukkan laptop ke dalam tas, dan beranjak dari kursi.
"Daahhh aku pulang, assalamualaikum..."
Fita dan Kak Angga terdiam melihatku beranjak pergi, namun tidak membatalkan keinginan mereka untuk membeli jajanan.
Aku sedikit kecewa karena aku ditahan untuk tidak pulang, namun akhirnya aku ditinggalkan pergi sendirian. Lebih baik aku pulang duluan, daripada aku menuruti perkataan seorang teman.
Akhirnya aku pulang dengan perasaan kecewa dan keadaan perut yang lapar, namun aku segera membeli makanan untuk dibawa ke kosan.
Apapun yang terjadi hari ini aku tetap memaklumi Fita dan kak Angga.
__ADS_1