Akhir Penantian Cita Dan Cinta

Akhir Penantian Cita Dan Cinta
Insiden Tabrakan Pintu


__ADS_3

Hari-hari pertama sampai seminggu memang terasa berat, menjadi mahasiswa dan tinggal di kosan sendiri. Kegiatan bangun sampai tidur lagi, yang monoton itu kadang membuatku bosan.


Fita berkali-kali mengajakku ikut kegiatan kampus dan bergabung dalam unit kegiatan mahasiswa, namun aku belum memutuskan untuk hal itu.


Pagi itu sebelum masuk ke kelas, aku dan Fita duduk di kursi yang berada di halaman depan kampus.


"Lara... Kamu gak bosen apa di kosan sendirian?" tanya Fita.


"Heummpp bosen sih, abis gimana yaa.."


"Mending ikut kegiatan kampus yuk. Biar kita gak jadi mahasiswa kupu-kupu mulu"


"Hah? Mahasiswa kupu-kupu artinya apaan?"


"Kupu-kupu (kuliah pulang -kuliah pulang) gitu..."


"Ya ampun, aku kira apaan. Kok aku baru tau yaa hahaha"


"Hehe aku keren ya bisa tau istilah kayak gitu"


"Gak ah biasa aja..."


"Iiih lara..."


Aku dan Fita sudah tidak canggung lagi untuk melontarkan candaan.


"Terus kalo nanti mau ikut kegiatan kampus, kira-kira apa yang cocok sama kita berdua?"


"Heump apa yaa?"


*Saat berbincang dan memikirkan rencana kegiatan apa yang akan kami ikuti, ternyata jam sudah menunjukkan pukul 08.00 itu artinya aku dan Fita harus segera masuk kelas.


"Udah jam 08.00 nih masuk yuk" ajak aku.


"Yaah baru jam 08.00. Dosennya juga belum dateng" jawab Fita santai.


"Yee.. Ayo ah, biar kita bisa duduk didepan"


"Kita dari hari pertama juga selalu duduk didepan, sesekali dong duduk dibelakang atau ditengah"


"Okey, tapi siap-siap nanti kalo aku nanya terus ke kamu"


"Emang kenapa?"


"Kan mata aku minus, kalo liat jarak jauh udah gak bisa"


"Ouh iya deh, maaf hehe"


"Nah makanya itu alesan aku selalu duduk didepan"


"Oke.. ayo ke kelas"


Akhirnya aku menuju ke kelas dan menentukan kursi untuk duduk di barisan depan.


Tak lama kemudian dosen datang, hari itu mata kuliah bahasa Inggris. Seperti biasanya diawali dengan perkenalan menggunakan bahasa Inggris dan dosen tersebut bercerita tentang pengalaman hidupnya.

__ADS_1


Memang menyenangkan jika seorang dosen lebih banyak bercerita daripada menyampaikan materi, aku percaya semua mahasiswa atau pelajar pasti setuju.


Setelah menyelesaikan mata kuliah pertama, masih ada mata kuliah yang kedua. Cukup lama menunggu jam kedua dimulai. Namun karena masih ada waktu 30 menit sebelum masuk kelas, aku dan Fita memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Karena beberapa hari yang lalu aku dan Fita berencana untuk membuat kartu anggota perpustakaan. Jadi kami kesana lagi untuk memberikan dokumen persyaratan.


"Fit, jadi gak nih kita ke perpustakaan" tanyaku.


"Jadi lah.. lebih cepat lebih baik"


"Ya udah sekarang aja kita ke perpustakaan, soalnya masih ada waktu banyak"


"Boleh juga tuh, eittt tapi entar dulu deh. "


"Kenapa?"


"Gue bawa persyaratan gak yaa"


"Loh??? Bukannya dari kemarin lu udah siapin di tas"


"Iyaa. tapi takutnya lupa bawa hehe"


"Coba cek lagi"


"oke bentar..."


Lalu kami berdua mencari tempat duduk untuk membongkar isi tasnya Fita, sembari menunggu aku duduk sambil memainkan ponselku.


"Eh ada nih. Ayo lara kita ke perpus"


"Bagus deh, ayo..."


Akhirnya kami berdua menuju ke perpustakaan yang berada di gedung B tak jauh dari kampus.


Buggg...


Suara benturan tubuh seorang dengan pintu.


"Aaww..." ucapnya kesakitan karena kena pintu.


"Ehh maaf kak maaf... saya gak liat ada orang"


Dia hanya membalasnya dengan tersenyum. Walaupun aku merasa dia agak kesakitan.


"Sakit yaa kak, maaf sekali lagi" sambil menunduk berharap dimaafkan.


Sedangkan temannya hanya tertawa melihatnya kesakitan.


"Gak apa-apa kok, saya juga gak liat ada yang mau masuk tadi."


"Lagian elu, bengong aja jalannya" ujar temannya.


"Gak bengong, cuma lagi banyak pikiran aja"


Aku masih berdiri di depan pintu, sambil menunggu dia keluar. Karena mereka masih berdiri dibalik pintu.


Sesaat dia tersenyum ke arahku dan berkata.

__ADS_1


"Gak apa-apa kok, lain kali hati-hati aja yaa"


Lalu cowok itu langsung pergi bersama kedua temannya.


Sedangkan Fita hanya cengengesan melihat reaksiku tadi karena kaget.


"Hahaha... lucu banget"


"Fitaa.. kok kamu malah ketawa sih"


"Lucu sih, abisnya lu berdua tadi sama-sama bengong"


"Bengong lah orang kaget, lagian kamu gak ngasih tau aku ada orang dibalik pintu"


"Hehe aku juga gak liat tau.. kan kamu yang didepan, aku mah dibelakang kamu"


"Sumpah gak enak deh sama orang itu"


"Gak apa-apa kok, cuma insiden"


"Huuhh tetep aja.."


Lalu akhirnya kami masuk menuju ke meja administrasi perpustakaan.


"Ada yang bisa saya bantu..m"


"Bu.. kita mau daftar keanggotaan perpustakaan"


"Boleh saya cek berkas persyaratannya"


"Ini Bu..." sambil menyerahkan berkasnya..


Setelah menyerahkan berkas persyaratan, untuk waktu beberapa kedepannya kami disuruh kembali ke perpustakaan untuk mengambil kartu keanggotaan tersebut.


"Kartunya baru bisa jadi selama seminggu, tapi kalian untuk sementara dapat nomer anggota. Kalo kalian mau pinjem buku udah bisa kok"


"Oh gitu, terimakasih ya Bu"


"Sama-sama"


Lalu aku dan Fita kembali ke gedung A untuk mengikuti jam kuliah kedua.


"Oya lara.. yang tadi tabrakan sama lu kayaknya anak semester atas deh"


"Masa??? ko bisa nebak gitu"


"Iya... soalnya pas ospek aku gak liat ada dia dan teman-temannya"


"emang kamu ngapalin semua peserta ospek waktu itu?"


"Engga sih, tapi setidaknya aku tau kalo sama orang tuh udah pernah ketemu atau belom"


"Heumm seperti itu..."


Seketika aku merasa de Javu, pernah bertabrakan dengan seseorang saat mau menaiki tangga beberapa saat lalu.

__ADS_1


Tapi waktu itu aku tidak terlalu jelas melihat wajah lelaki yang menabrak ku, karena keadaannya juga terburu-buru.


Kalau lelaki yang menabrak pintu kali ini visualnya mirip dengan seseorang yang pernah aku kenal.


__ADS_2