Akhir Penantian Cita Dan Cinta

Akhir Penantian Cita Dan Cinta
Pulang


__ADS_3

POV Lara


Roki mengajak aku untuk mendaftar sebagai anggota muda di BEM, tapi aku tidak percaya diri.


Namun aku memang berniat untuk merubah keadaan, pasalnya aku bosan selama 4 bulan kuliah tapi hanya melakukan kegiatan kuliah dan mengerjakan tugas saja. Tak ada kegiatan lain diluar kuliah. Saat Fita mengajakku masuk HIMATI, aku kurang nyaman disana. Aku takut saat Roki sudah mengajak aku masuk ke BEM aku malah mengecewakannya.


"Ki... gue nih orangnya gak nyamanan loh. Gue takut nanti pas udah masuk BEM, gue ada rasa gak nyaman terus gue keluar gitu gimana?" tanyaku pada Roki.


Sebelum menuju sekretariat BEM.


"Yaa elah belom juga masuk Ra, udah mikir kesana aja..."


"Tapi Ki.. Jaga-jaga aja, gue takut ngecewain Lo dan lainnya"


"Yaa udah jalanin aja dulu"


Akhirnya kami berdua menuju ruang sekretariat BEM.


Memang setau aku agak menyeramkan untuk masuk ke sana, secara mereka adalah organisasi tertinggi di kampus.


Semakin dekat dengan ruangan tersebut, nyali aku jadi menciut.


Langkahku terhenti, karena tiba-tiba aku merasa gugup.


"Ki.. gue gak PD deh"


"Kenapa Ra. ini gak seserem yang si Surya bilang kok"


"Tapi Ki...."


"Udah ah ayoo, bentar lagi sampe"


Melanjutkan langkahku menuju ruang sekret BEM.


Sesampainya di sana, ruangan tersebut tampak sepi hanya ada 3 orang. Mereka terlihat seperti senior.


Lalu kami berdua memberanikan diri untuk mengetuk pintu sekret sambil mengucapkan salam.


"Assalamualaikum.. permisi " ucap aku dan Roki.


"Walaikumsalam..." mereka yang berada diruangan menjawab.


Mereka tersenyum dengan ramah.


"Silahkan masuk..." salah satu dari mereka mempersilahkan masuk.


"Iyaa kak"


"Ada perlu apa yaa?"


"Gini kak, kita berdua mau daftar jadi anggota muda BEM."


"Ooh... kalian mau daftar, sebentar ya saya ambil formulir dulu"


Aku jadi flashback saat pertama masuk HIMATI mereka juga memberikan formulir.


Tapi sayangnya aku sudah tidak aktif disana.


**


Akhirnya aku dan Roki mengisi formulir pendaftaran BEM.


Mereka memberikan informasi bahwa minggu depan akan diadakan diksar (pendidikan dasar) bagi anggota muda.


Acaranya hanya di kampus dan tidak menginap, namun berlangsung selama 2 hari.


Karena ini merupakan rekrutmen gelombang ke-2 jadi kuota mahasiswa hanya 10 orang.


Untungnya aku dan Roki dapat kuota tersebut.

__ADS_1


Meskipun minggu depan sudah libur kuliah, kami harus tetap mengikuti acara tersebut.


"Gapapa deh, walaupun liburannya minus 2 hari" batinku.


**


Pukul 13.00 aku pulang ke kosan. Memang aku berencana untuk pulang ke rumah sore-sore.


Akhirnya sampai kosan aku langsung merapihkan pakaian dan dimasukkan ke dalam tas. Ya, aku akan bersiap pulang ke rumah.


Sebelum pulang aku pamit kepada pemilik kosan.


Setelah pamit dan packing, aku bersiap meninggalkan kosan.


"Bye.. bye... sampai jumpa Minggu depan"


**


Sesampainya di rumah ibu menyambut aku dengan rasa bahagia.


"Sayanggggg..." memeluk aku.


"Assalamualaikum ibu..."


"Walaikumsalam... sehat anak ibu?"


"Alhamdulillah sehat, ibu dan ayah gimana?"


"Alhamdulillah kami disini sehat."


"ayah dimana Bu?"


"Tadi berangkat ke masjid nak"


"Ohh iya ya..."


Lalu aku bergegas mandi dan mengeluarkan pakaian yang berada di dalam tas. Sebagian ada pakaian kotor, karena aku belum sempat mencuci.


Sembari menunggu ayah dari masjid, kami menonton televisi.


Mengobrol berdua dengan ibu, adalah hal yang aku rindukan. Walaupun sering teleponan, namun tetap saja jika berbicara langsung lebih nyaman.


Aku juga menelpon kakak untuk mengabari bahwa aku sedang liburan di rumah.


📞 sambungan telepon kakak


Hallo kak


Hallo dek..


Kak, aku udah di rumah nih.


Lah kamu pulang dek?


Iya hehe... kan udah liburan semester kak.


Ohhhh.. berapa lama dek?


Hmm sebulan kayaknya


Lah lama juga yaa...


Kakak kapan pulang?


Minggu depannya lagi.


Oh.. kakak mau ngobrol sama ibu?


Mana ibu?

__ADS_1


**


Lalu mereka teleponan.


Dan beberapa lama kemudian ayah pulang dari masjid.


Dia kaget melihat aku sudah pulang.


"Assalamualaikum..." ucap ayah.


"Walaikumsalam..." jawabku.


"Lah Lara udah di rumah?"


"Hehehe iya ayah.."


"Sampe sini jam berapa?"


"Tadi sih 10 menit sebelum magrib"


"Oh.. ayah udah pergi, kamu dateng kali yaa"


"Hemm kayaknya sih gitu"


"Itu ibu lagi telepon siapa?"


"Biasaaa... kakak"


"Ohh... Kak pulang sini kak !! " ayah mengeraskan suara agar kakak di telepon mendengar.


"Husssh ayah.." ucap ibu.


"Kakak gak pulang-pulang nih, gak kangen sama ayah?"


"Kangen banget yah, tapi 2 minggu lagi baru bisa pulang" sahut kakakku.


"Ooh gitu.. ya udah jaga kesehatan ya kak, makan yang banyak"


"Iya ayahhh"


**


Setelah menutup telepon, ibu mengajak kami makan bersama.


Lalu kami menuju meja makan dan segera melahap masakan ibu yang enak.


Momentum ini juga selalu aku rindukan.


Selesai makan aku mengobrol dengan ayah dan ibu. Aku izin perihal mengikuti organisasi BEM.


Aku menjelaskan secara detail tujuanku masuk organisasi tersebut.


Dan untungnya mereka mengerti, walaupun agak khawatir denganku. Karena takut aku kelelahan dan tidak fokus kuliah.


Mungkin seiring berjalannya waktu orang tuaku mulai membebaskan keinginanku selama itu berada di jalur yang benar.


Ayah juga mengingatkan aku, bahwa jika ada kegiatan yang menyimpang dari akidah Islam, jangan di ikuti.


Ya, aku akan ingat semua pesan yang Ayah dan ibu sampaikan.


**


**Hallo readers, terimakasih masih setia baca karya aku 🙏


Aku akan berusaha memberikan karya yang menginspirasi bukan hanya sebuah bacaan biasa.


Cerita yang aku tulis sebagian berdasarkan kisah nyata dicampur dengan karangan murni NO PLAGIAT !


Aku minta support dari kalian yaa🙏

__ADS_1


MohonLike atau vote semua karya aku 🙏


Terimakasih readers 🙏**


__ADS_2