Akhir Penantian Cita Dan Cinta

Akhir Penantian Cita Dan Cinta
Basa Basi


__ADS_3

Sembari menunggu balasan chat dari kak Iyan. Aku merebahkan tubuhku di kasur, sambil mendengarkan musik yang ada di playlist ponselku.


Tak lama kemudian ada notifikasi chat yang masuk.


"Wa'alaikumsalam. . . siapa ya?" jawab kak Iyan.


Sontak aku kegirangan melihat notifikasi tersebut.


"Akhirnya dia bales juga..."


Tanpa menunda-nunda lagi, aku langsung mengetik balasan chat padanya.


Di chat Facebook :


"Salam kenal kak Ardian, saya Lara kelas XI" balasku.


"Yang mana ya? pernah ketemu ga sebelumnya?"


Degghh... seketika aku membeku.


Aku ingat-ingat lagi, pertemuan pertama kali aku dengannya. Dan berusaha untuk bersikap biasa saja, supaya dia nyaman dan tetap membalas pesanku.


"Pernah kak, waktu itu aku sekelas sama kaka pas UKK. Terus kemarin waktu ditempat kemah, aku yang ngasih minyak kayu putih ke kakak pas ada yang jatoh"


"Ouhh kamu... maaf ya, ga ngeh soalnya"


Melihat balasan chat yang ramah dari kak Iyan membuat aku semakin kagum. Mungkin karena dia selalu meminta maaf agar aku tidak tersinggung dengan kata-katanya.


"Iya kak gapapa kok. Maaf kalo aku ganggu"


"Gapapa, kebetulan lagi santay"


Lalu aku bingung memulai obrolan lain, padahal aku tidak jago dalam mencari topik pembicaraan.


"Oya kak Kelas XII udah mulai sibuk sama UN ya?"


"Iyaa dek, bukan cuma UN tapi praktek-praktek juga"


"Emang praktek apa aja kak?"


"Dari mulai Bahasa Indonesia, Inggris, Kimia, Fisika, Biologi, dan yang paling menguras tenaga itu praktek senam"


"Oalah banyak juga ya kak, kalo senam itu tampilnya dilapangan gitu kan?"


"Iya tampil dilapangan, malu jadinya"


"Hehehe kan bareng-bareng sama temen kak, masa malu sih"


"Malu dek, saking aja buat nilai praktek"


"Mesti dijalanin ya kak, pasti harus jaga kondisi badan juga kak"


"Iya pasti, entar juga kamu ngerasain kok"


"Jadi takut nih menghadapi kelas XII"


"Ga usah takut, malah kelas XII bakalan seru masa-masa itu yang entar jadi kenangan"


"Iya bener kak, walaupun lelah tapi kalo sama temen-temen ga akan kerasa ya"


"iya gitu deh. By the way kamu belom ngantuk udah jam segini?"


Tak terasa memang waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 saking asyiknya berbalas chat dengan kak Iyan.


"Hmm ngantuk sih, ya udah kalo gitu aku tidur dulu ya kak. Maaf kak aku chat sampe jam segini hehe"


"Iya dek gapapa, selamat tidur"


"Selamat tidur juga kak"


What? Seorang kak Iyan yang baru mengenalku saja sudah mengucapkan "selamat tidur" singkat tapi bikin aku senyum-senyum sendiri.


Malam itu aku bisa tidur dengan nyenyak dan saking kesemsem sampe kebawa mimpi.


Baru saja sekali chattingan singkat dengan kak Iyan, esok harinya membuat hidupku jadi bersemangat. Saking semangatnya aku pergi ke sekolah lupa menggunakan dasi.


Pagi itu sudah mau berangkat ke sekolah diantar ayah. Tapi.....


"Lara....nih dasi kamu ketinggalan" teriak ibu dari dalam rumah sembari membawa dasi.


"Oh iya Bu, mana sini" aku turun lagi dari motor.


"Kebiasaan kamu mah" sambil memberikan dasinya kepadaku.


"Iya Bu maaf hehe"


"Lagian buru-buru amat sih"


"Hmmm... ga kok"


"Huuh kamu nih, ya udah sana berangkat" kata ibu kesal.


Setelah memakai dasi aku naik ke motor lagi dan ayah mengantarkan aku sampai sekolah. Jelas saja aku semangat berangkat sekolah hari itu, karena ingin bertemu dengan kak Iyan. Biasanya dia datang lebih lewat depan kelasku.


Sesampainya disekolah dan berjalan menuju kelas, terdengar ada yang memanggilku dari belakang.


"Lara...." Rupanya dia teman se mejaku.


"ehh indah, lu udah sampe"


"Tadi lu dianter bokap?"


"iya... "

__ADS_1


"Biasanya lu bareng Ega"


"Jarang sih, kalo pulangnya baru gue bareng Ega"


"Ouhhh gitu.. Emang rumah lu dimana?"


"Jauh rumah gue mah"


"Yee jauhnya dimana?"


"Kepo deh hahaha"


"Ga jelas lu kalo ditanya"


"Hahaha"


Sampai didepan kelas aku mengajak indah duduk.


"Duduk sini dulu ah" ajakku.


"Ngapain duduk disini, didalam aja sih"


"Cuci mata lah hahaha"


"Cuci mata mah ditoilet sana"


"Yee ga peka nih"


"Lu mau liat siapa emang?"


"mau liat ciptaan Tuhan yang sempurna"


"Lebay...Siapa tuh?"


"Entar gue kasih tau kalo dia lewat"


"Mana sih penasaran gue"


"Makanya duduk sini"


"Iyaaa okee"


Sambil menunggu kak Iyan lewat, aku mengobrol ngalor ngidul dengan indah.


Beberapa saat kemudian, seseorang yang ditunggu akhirnya lewat juga.


"Itu tuh orangnya" aku menyenggol indah sebagai kode.


"Ohh itu.... kalo dia mah gue juga sering ngeliat"


"Liat dimana? emang rumah lu Deket sama dia?"


"Kan dia searah sama gue pulangnya"


"Ga tau, tapi kalo gue naik angkot itu suka liat dia"


"Ouhh... makasih loh infonya"


"Dia juga kadang naik angkot juga kayaknya"


"Kira-kira rumahnya dimana ya?"


"Ya mana gue tau....tanya langsung dong"


"Entar lah belom waktunya gue nanya-nanya"


"Lu naksir sama dia, sampe segitunya?"


"Hmm gitu deh, gimana ya gue bingung dibilang suka yaa suka banget hehe"


"Ya udah langsung gas aja, entar keburu diambil orang"


"Yee apaan sih"


"Udah ah, gue ke dalam kelas dulu. Kan orangnya udah lewat tuh.


"Gue juga mau masuk, makasih indah udah nemenin gue sampe di lewat hehe"


"Iye sama-sama, yang penting lu seneng dah"


Usai menunggu kak Iyan didepan kelas dengan indah, suara bel masuk berbunyi.


Pelajaran pertama adalah Seni musik. Kemudian guru memberikan tugas agar murid dikelas membentuk dua group untuk diadakan sebuah pentas seni. Lalu guru menyebutkan nama-nama sesuai absen, yang telah dipecah menjadi dua group. Aku, Ega, Indah dan 15 orang lainnya tergabung menjadi satu group.


Masing-masing group harus menampilkan suatu pertunjukkan yang menarik sebagai nilai praktek seni. Saat itu group aku akan menampilkan pertunjukan dance cover.


Kami diberi waktu seminggu saja untuk latihan dan mempersiapkan segalanya.


Beberapa hari setelah diberi tugas tersebut, aku dan lainnya mulai mempersiapkannya. Setiap hari habis pulang sekolah, kami selalu menyempatkan untuk latihan dance baik dikelas ataupun dirumah salah satu temanku. Yang akan mengikuti dance para cewek-cewek, sedangkan yang cowok akan menampilkan musik akustik.


Saat aku dan teman-teman sedang latihan dikelas, tiba-tiba kak Iyan lewat ke arah kantin sembari menengok ke arah kelasku. Aku yang sedang menggerakkan badan mengikuti musik, refleks berhenti ketika melihatnya menengok ke arah kelasku. Untung dia tak melihat ke arahku.


"Mau ditaruh dimana mukaku, kalo sampe dia liat aku lagi ngedance huhu"


Kebetulan kak Iyan juga sedang sibuk menjelang ujian praktek senam. Sehingga beberapa hari itu dia juga sering pulang sore, untuk latihan senam dilapangan.


Karena itu aku jarang mengirim chat kepadanya, hanya menyampaikan kata-kata semangat saja. Setiap pulang sekolah aku juga tak sempat membuka ponsel, langsung istirahat sampai pagi lagi.


Flashback


Sebenarnya aku sudah mendapatkan nomer kak Iyan. Waktu itu aku nekat menanyakan nomer ponselnya, ternyata dia memberikannya kepadaku.


Malah dia bilang "Kamu sms duluan ya"

__ADS_1


Fast respon sekali ya dia orangnya, bahkan meminta nomer saja diberikan. Namun dia tak curiga kalau aku sedang menyukainya. Dia hanya menganggap aku adik kelas yang hanya bertanya-tanya tentang sekolah.


Semudah itu dekat dengan kak Iyan, namun aku juga berusaha untuk tahu diri dan mengetahui batasan privasi kak Iyan. Jangan sampai dia ilfiil dan merasa terganggu denganku.


Bahkan aku seringkali bertanya soal tugas-tugas, dia pun dengan baiknya menanggapi.


Pertunjukan Seni.


Tiba saatnya aku dan teman group tampil dipertunjukkan pentas seni kelas. Saat itu memang hanya pentas didepan teman-teman kelas saja, namun ada beberapa orang dari kelas lain yang mengintip dari jendela ketika aku sedang tampil. Karena suara musik itu cukup bisa terdengar dari luar.


"Ayo gaes semangat, bissmillah kita tampil maksimal" ucap ketua group.


Suara musik mulai diputar, aku dan lainnya menari mengikuti alunan musiknya. Musik yang beat membuat kami semangat.


Untuk pertama kalinya dance didepan orang-orang. Huuuh memang agak malu-malu, tapi mau gimana lagi kami harus tampil percaya diri didepan orang-orang.


Usai tampil, anak-anak grup lain yang melihat penampilan kami tampak memberikan tepuk tangan meriah. Hingga kelas sebelah pun penasaran melihat keadaan kelas kami.


Dilanjutkan dengan penampilan para cowok yaitu akustikan. Aku dan teman-teman yang lainnya hanya ikut memeriahkan saja.


Selesai kegiatan hari itu, aku dan teman-teman satu grup berkunjung ke rumah teman untuk merayakan kesuksesan penampilan kami.


Temanku yang tajir bersedia mentraktir kami masing-masing semangkuk bakso.


Malam harinya.


Aku mendapat informasi bahwa esok hari kelas XII akan tampil praktek senam. Maka dari itu aku berusaha untuk menyemangati kak Iyan.


Malam itu aku mengirim pesan padanya untuk memberikan semangat. Walaupun dia tak membalas, setidaknya dia sadar masih ada orang yang perduli dengannya.


Keesokan harinya dia membalas chat dariku.


"Makasih dek, do'ain biar lancar yaa"


Aku pun tersenyum ketika menerima balasan darinya. Ternyata semalam dia sudah ketiduran sehingga tak membalas pesanku. Lalu aku balas lagi dengan sedikit candaan.


"Pasti dong, biar semangat nanti aku berdiri dipinggir lapangan sambil teriakin nama Kaka yaa hehee"


Lalu dia pun membalas lagi.


"Ehh gak usah, malu atuh Kaka jadinya."


Aku hanya membalasnya dengan ekor tertawa.


Lagian mana berani aku teriak-teriak nama dia dari pinggir lapangan, yang ada menurunkan harga diri saja hehehe...


Sesampainya disekolah aku melihat dia sudah menggunakan atribut. Terlihat unik kostum yang dikenakan kelas kak Iyan.


Sebelum dia tampil aku mengirim pesan lagi, untuk bertanya dia tampil urutan ke berapa. Dan dia membalas kelasnya mendapatkan urutan ke 5. Seketika itu aku menghitung-hitung waktu agar bisa menonton penampilannya.


Ternyata sayang sekali, penampilannya bertepatan setelah jam istirahat, terpaksa aku harus masuk ke kelas.


Dengan menyesal, aku duduk didalam kelas dengan tampang cemberut.


Beruntung ada kabar kalau gurunya tak bisa datang, dengan semangat akhirnya aku keluar kelas untuk melihat kak Iyan tampil.


Saat aku keluar kelas, tepat dengan penampilan kelas kak Iyan. Melihat energi semangat dari kelas kak Iyan, aku refleks berteriak-teriak seperti orang kegirangan.


"Si Lara malu-maluin iiihh" kata indah yang menemaniku keluar kelas.


"Biarin wle... Semangat kak iyannn"


"Emang dia ngedenger apa lu teriak begitu"


"Hahaha udah deh biarin suka suka dia lagi kasmaran" kata salah satu temanku.


Barisan kak Iyan ada diujung, jauh dari tempatku menonton. Kalau aku terlalu dekat melihatnya, nanti bisa-bisa dia jadi malu.


Usai penampilan senam dari kelas kak Iyan, dilanjutkan dengan penampilan dari kelas lainnya yang tak kalah keren. Aku membayangkan seandainya aku sudah kelas XII dan aku yang sedang tampil dilapangan itu. Namun suatu saat aku pasti akan mengalami masa-masa itu.


Kak Iyan sepertinya sudah kembali ke kelasnya, dia pasti kelelahan sekaligus kepanasan. Karena kondisi cuaca yang panas terik seperti itu. Aku tetap berada dipinggir lapangan, melihat penampilan dari kelas lainnya. Mumpung kelasku sedang tak ada guru alias jam kosong, daripada jenuh dikelas lebih baik aku menonton penampilan senam dilapangan. Namun tak bisa lama-lama karena dikelasku akan ada pelajaran selanjutnya. Lalu aku mengajak teman-teman untuk kembali ke kelas.


"Ke kelas lagi yuk" ajakanku kepada teman-teman.


"Yee giliran idola lu udah tampil, minta balik lagi ke kelas"


"Ya lagian kan entar kita ada kelas lagi"


"Hmm iya udah ayo"


Sesampainya dikelas ternyata sudah ada gurunya yang sedari tadi datang. Aku dan kedua temanku, mengetuk pintu kelas.


"Assalamualaikum... maaf bu telat"


"Wa'alaikumsalam iya silahkan masuk".


Lalu aku duduk dan menegur salah satu temanku.


"Parah lu, ga ngasih tau kalo udah ada guru dikelas" umpatku.


"Lah gimana ngasih taunya, orang gurunya aja ga nyuruh manggil" jawab temanku.


"Yang lain juga ada yang masih diluar"


"Iya tadi juga ada yang bilang gitu, tapi dia jawab gapapa ga usah dipanggil"


"Gue jadi berasa anak nakal, dateng telat"


"Hahaha"


Keberadaan guru dikelas membuatku kaget, karena jam sebelumnya belum selesai dan seharusnya dia belum datang. Namun saat guru mengetahui kelasku ada jam kosong, guru tersebut masuk lebih dulu. Ada-ada saja memang guru satu itu.


Happy Reading Gaes๐Ÿ˜Š

__ADS_1


Terimakasih telah membaca dan vote ๐Ÿ™


__ADS_2