
Saat pengumuman kelas XII dikeluarkan, automatis mereka semua kegirangan karena hasilnya LULUS 100%
Bahkan ada yang satu kelas yang kompak melakukan sujud syukur dilapangan atas kelulusannya, ada pula yang sudah bersiap untuk coret-coret seragam sekolah.
Hiporia mereka merayakan kelulusannya berbeda-beda, aku tak melihat kak Iyan disitu yang ku lihat hanya teman-teman kelasnya sedang asik mencoret-corek seragam.
Loh kemana kak Iyan? Kenapa dia tak ikut merayakan kegembiraan tersebut?
Walaupun tak bisa melihat kak Iyan, aku berniat untuk mengirimkan sebuah ucapan selamat kepadanya.
Pesan SMS :
"Selamat ya kak Iyan atas kelulusannya, semoga sukses dan tercapai cita-citanya"
Namun saat itu, aku tak langsung mendapat balasan dari kak Iyan. Aku hanya bisa menerka-nerka keberadaan kak Iyan dimana, sampai-sampai dia belum sempat membalas pesanku.
Sampai akhirnya malam tiba, aku masih menunggu balasan pesan dari kak Iyan. Saat aku cek facebooknya juga tak ada berita apa-apa. Penasaran, kok dia tiba-tiba menghilang?
***
Hingga keesokan harinya tiba, aku masih agak ngantuk dan kurang bersemangat berangkat ke sekolah.
"Lara sarapan dulu nih"
"Iya Bu..."
"Kok lemes banget sih?" Tangan ibu mengecek dahiku, takut aku demam.
"Hmm.. Gapapa kok Bu"
"Iya sih, tapi kok keliatan lesu gitu"
"Ah biasa saja"
"Sarapan yang banyak, biar keliatan ada tenaganya"
"Siap Bu"
Memang feeling seorang ibu kuat, anaknya sedang galau saja sampai tahu. Aku galau karena disekolah nanti tak akan ada kak Iyan lagi dan entah kenapa dia hilang kabar begitu saja.
"Bu aku berangkat dulu"
"Iya hati-hati, semangat dong"
"Siap semangat" sembari mencium tangan ibuku.
Kegiatanku disekolah masih sama seperti biasanya, begitu juga dengan kebiasaanku melamun dikelas. Berkali-kali aku ditegur temanku, supaya jangan melamun. Namun tetap saja aku ulangi lagi. Sebenarnya bukan melamun, tapi aku sedang memikirkan seseorang saja. Siapa yang aku pikirkan itu bukan lain adalah kak Ardian Dinata, seorang siswa kelas XII yang sudah lulus dari sekolah ini. Tiba-tiba aku tersadar dari lamunanku.
"Lara...temenin gue yuk" ajak Ega.
"Heh... kemana Ega?"
"ke WC, mau ganti itu"
"Ouhhh ya udah ayo"
Wajar sih kalau cewek itu dinobatkan sebagai sosok yang ribet. Lalu aku beranjak pergi ke toilet menemani Ega.
"Ega, lu udah siap jadi kelas XII?" tanyaku.
"Hmm siap ga siap sih, emang kenapa?"
"Gapapa, cuma nanya aja"
"Yee... kenapa lu lagi galau ya?"
"iya nih gue galau, kan bentar lagi kelas XII"
"Kenapa mesti galau, nikmatin aja sih"
"Iya nih lagi gue nikmatin"
Lalu Aku dan Ega melangkah ke luar toilet.
"Makasih lara, udah nemenin gue"
"Sama-sama, bisa kali jajanin es lagi aus nih"
"Wah ga ikhlas lu ya"
"Ikhlas lah, tapi gue aus beneran. Gue mau beli dulu"
"Nih pake duit gue aja"
"Ga usah, gue bercanda doang elah"
"Nitip deh gue hehehehe"
"Huuh nitip, beli sendiri lah"
Lalu aku melipir ke kantin dekat kelasku. Saat aku sedang membayar es, tiba-tiba ada yang mencolekku dari belakang.
"Ehh siapa sih" sambil menengok ke belakang.
"Artis" jawab Lutfia.
"Ehh ngapain sih lu colek-colek sok kenal deh"
"Dih siapa yang colek situ, jangan ke Pedean ya anda"
"Lah kok situ ngegas"
"elpiji kali"
"Hahaha, meledak dong"
"Lu mau jajanin gue?"
"Silahkan ambil aja, entar gue biarin"
"Bayarin kali"
__ADS_1
"Dah ah gue balik duluan" ucap Lutfia.
Pulang sekolah.
Sebelum pulang sekolah aku menemani Ega untuk ke toko kado.
"Buat siapa kadonya?" tanyaku penasaran.
"Sepupu gue mau ngado ke ceweknya"
"Emang dia ga bisa beli sendiri?"
"Ga sempet, terus dia juga bingung mau beliin apa"
"Ouhhh... boneka gitu?"
"Iya kayaknya boneka, makanya bantuin gue pilih kadonya"
"Lah siap"
Sesampainya di toko kado, aku dan Ega langsung memilih-milih jenis kado. Banyak pilihan, ada boneka dan beberapa aksesoris.
"Bagusan yang mana nih?" Tanya ega sambil menunjukkan dua boneka Teddy bear berwarna merah muda dan coklat.
"Hmmm.. cewek kan biasanya suka warna pink tuh"
"Tapi kata gue bagusan warna coklat"
"Yah... ya udah terserah lu "
"Haha tapi bener kata lu sih, cewek biasanya suka pink"
"Nah"
"Tapi ga semua cewek suka, kita beliin yang netral aja deh warna coklat"
"Monggo Ega..."
"Fix nih ya"
"Iya udah biar cepet"
Lalu Ega menuju kasir untuk membayar boneka berwarna coklat tersebut.
"Mba langsung bungkus kado aja ya" kata Ega.
"Siap mba" jawab seorang kasir.
Memang seperti itu Ega, sifatnya agak plin plan jika memilih sesuatu. Dia bisa habiskan waktu berjam-jam untuk mencari barang yang dia inginkan. Apabila dia meminta pendapatku, itu hanya selingan saja sebenarnya pilihan sudah ada ditangannya sendiri. Aku sudah tak heran lagi dengan sifat dia seperti itu.
Sepulangnya dari toko kado, aku dan Ega melanjutkan untuk pulang ke rumah.
"Makasih Ega" ucapku.
"Iya justru gue yang makasih, udah ditemenin beli kado"
"Yee sama-sama, hati-hati lu dijalan"
"Oke gue balik dulu, daahhh"
Akhirnya aku masuk saja, karena tubuhku sudah terasa lelah dan kelaparan.
Dimeja makan sudah tersedia menu favoritku. Yaitu ayam kecap buatan ibu, ditambah oseng sayur kangkung.
Tiba-tiba ponselku yang berada dimeja berdering. Saat ku lihat ternyata itu telepon dari ibu.
"Hallo..."
"Hallo lara, kamu udah pulang sekolah?"
"Udah Bu.. ibu dimana sih?"
"Ibu sama ayah lagi dirumah bibi, soalnya bibi sakit"
"Innalilahi sakit apa Bu?"
"Asam uratnya kambuh, jadi badannya pada sakit"
"Emang ga dibawa ke Rumah sakit?"
"Ga mau dibawa ke rumah sakit katanya, jadinya ibu disuruh nemenin dulu"
"Ouhhh... terus pulangnya kapan?"
"entar malam Insyaallah ibu pulang. Nunggu paman"
"Ya udah kalo gitu, salam buat bibi ya biar Cepi sembuh"
"Iya, kalo mau makan dimeja kan udah ibu siapin makanan favorit kamu"
"Iya Bu, ini juga aku lagi makan"
"Ouhhh ya udah lanjutin deh makannya"
"Iya iya"
Ternyata ibu dan ayah sedang menemani Bibi yang sakit. Itu artinya aku dirumah sendirian. Usai makan aku menonton televisi, supaya rumah tidak nampak sepi-sepi amat.
Tak sadar aku ketiduran disofa ruang tamu. Waktu sudah menunjukkan pukul 17.00 sore, saat aku terbangun kaget melihat jam dinding itu. Ketiduran sampai sore, jika ada ibu pasti aku sudah dimarahi. Lalu aku segera bangun dan mandi.
Aku menunggu ibu dan ayah yang belum pulang, padahal sudah malam. Kalau saja rumah Bibi dekat aku pasti sudah menyusulnya. Malam itu banyak sekali nyamuk, biasanya aku menyalakan obat nyamuk bakar diruang tamu. Namun malam itu obat nyamuk habis, dengan terpaksa aku membeli ke toko terdekat. Sebenarnya aku malas ke luar rumah, tapi mau gimana lagi aku butuh obat nyamuk itu.
"Pak, beli obat nyamuk sebungkus"
"Iya bentar neng, kok neng jarang keluar rumah sih"
"Hehe iya pak"
"Kalo anak saya mah sering pergi, main ke luar diajak temennya" sembari memberikan obat nyamuk bungkusan kepadaku.
"Ouhhh gitu. Nih pak uangnya"
__ADS_1
"Kalo ga punya temen, bisa main sama anak saya. nanti saya suruh ngajak main kamu"
Lalu aku hanya tersenyum dan pergi meninggalkan toko itu. Malas sekali jika ada yang menanyakan hal itu kepadaku.
"Kamu kemana aja sih, ga pernah keliatan?"
"kok jarang keluar rumah?"
Padahal bukan urusan mereka jika aku betah di rumah saja. Aku tidak nakal, aku juga tak pernah keluyuran, kenapa malah aku sering di interogasi.
Sesampainya dirumah, aku langsung mengambil korek dan menyalakan obat nyamuk untuk diletakkan diruang tamu.
Saat itu sudah pukul 21.00 malam kenapa ibu dan ayah belum juga pulang. Katanya menunggu sampai Paman datang, tapi apa mungkin Paman belum juga datang dari luar kota.
Aku cek ponselku belum ada kabar, akhirnya aku rebahan di kasur.
Beberapa saat kemudian, ada notifikasi pesan masuk diponselku. Itu adalah pesan balasan dari kak Iyan.
Setelah kemarin dia menghilang tiba-tiba, akhirnya dia menghubungiku lagi.
Pesan SMS :
"Terimakasih Lara atas ucapannya..
maaf baru bisa balas pesannya soalnya kaka baru ada pulsa" Balasnya.
"Sama-sama kak. Ouhhh gapapa kok"
"Kamu lagi ngapain dek?"
"Lagi rebahan aja kak, sambil nunggu ibu dan ayah pulang"
"Emang lagi kemana?"
"Lagi dirumah sodara. Kaka lagi ngapain?"
"Kaka lagi baca buku nih, persiapan ikut tes seleksi PTN"
"Ouhhh Kaka mau ikutan tes. Kapan kak?"
"Belum ada jadwalnya sih, tapi Kaka udah daftar"
"Ouhhh... semangat ya kak, semoga sukses masuk PTN yang Kaka harapkan"
"Iya dek semangat banget nih. Kaka kemarin gagal seleksi online jadi ini kesempatan Kaka buat tes seleksi tertulis"
"Iya semangat terus, optimis, dan berdo'a biar Kaka lulus dan diterima di PTN"
"Siap dek, kamu juga semangat dong. Bentar lagi kelas XII dan menghadapi UN"
"Hehe iya dong, kalo disemangatin Kaka aku pasti semangat"
"Ouhhh gitu... syukur deh, semoga kita bisa sukses kedepannya"
"Aamin... Oya ka, kemarin waktu kelulusan kok ga ikut coret-coret seragam?"
"Ga penting dek, sayang bajunya masih bisa dipake lagi"
"Ouhhh iya juga sih, kali aja kaka punya baju cadangan gitu buat coret-coret"
"Ga punya, kan Kaka juga punya adek. Jadi paling baju Kaka tuh dipake sama adek"
"Adeknya udah lulus SMP ya kak?"
"Iya baru lulus, rencananya mau masuk SMA kita"
"Wah, kakanya dah lulus ganti adeknya hehee"
"Iya nih, nanti titip adekku ya"
"Dititip gimana kak?"
"Titip aja, kalo nakal laporin ke kakanya hahaha"
"Oalah... haha bisa aja nih. Oke kalo emang itu amanat, aku laksanakan"
"Makasih ya sebelumnya hehe"
"Nanti kenalin ya sama adeknya yang mana aku kan belom tau"
"Siap"
Saat aku sedang asik chattingan dengan kak Iyan, ibu dan ayah baru saja pulang. Lalu mengetuk pintu.
Dan saat itu juga chattingan kami berakhir, karena sudah larut malam.
"Tok... tok... tok.. dek, ibu dan ayah pulang nih"
"Iya Bu tunggu sebentar" aku langsung bangun dan segera membukakan pintu.
"Ehh, maaf ya kita kemalaman pulangnya"
"Gapapa kok, emang ngapain Bu kok bisa kemalaman gini?"
"Pamanmu ngajakin ngobrol dulu, maklum kan udah lama juga ga main"
"ouhhh gitu, tapi gimana keadaan bibi?"
"Ya masih begitu, badannya sakit tapi dia ga mau ke dokter. Katanya sih dia maunya minum obat tradisional aja"
"Terus udah diminum obatnya?"
"Udah kok, tapi katanya efeknya itu paling besok baru enakan badannya"
"Hmm...semoga cepet sembuh ya Bibi"
"Aamin.."
Akhirnya ibu dan ayah pulang, rasanya aku sudah ngantuk dan lelah sekali. Sampai akhirnya aku tertidur.
**Happy Reading Gaes😊
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca dan menyukai novelku🙏
Aku butuh kritik dan saran, silahkan dikomentari 😊**