
Setelah sampai kosan, aku merebahkan tubuhku ke kasur. Lalu memejamkan mata sejenak.
Tiba-tiba ponselku bergetar, ada pesan masuk.
Pesan dari Fita :
"Lara.. kamu marah yaa sama aku? maaf :( "
Lalu aku langsung membalas pesannya.
"Engga kok, ngapain marah."
"Itu tadi pas aku ngakunya, minjemin laptop ke kamu"
"Ohh. gapapa santay aja hahaa"
"Kirain kamu marah"
Rupanya Fita sadar apa yang dilakukan dia tadi salah. Tapi aku berusaha untuk memakluminya. Aku hanya membalasnya dengan candaan. Walaupun sebenarnya aku juga kecewa dengan sikap Fita.
Apa dia bersikap seperti itu karena ingin dapat perhatian kak Angga?
Entahlah...
Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, adzan ashar sudah berkumandang. Aku segera mengambil air wudhu.
Suasana kosan pada saat itu sepi, karena beberapa orang belum pulang dari kegiatannya.
Karena sudah sore, aku berniat untuk sekalian mandi saja.
Besok adalah hari Jum'at, itu adalah waktunya aku pulang ke rumah. Bertemu dengan keluarga pastinya.
Jadi setelah sholat aku mempersiapkan beberapa pakaian untuk dibawa pulang.
Namun, aku ingat hari minggu besok adalah kegiatan pertama aku untuk mengikuti HIMATI. Jadi waktu untuk berada dirumah lebih cepat.
**
Keesokan harinya aku ke kampus untuk menyelesaikan 1 mata kuliah, sebelum pulang ke rumah.
Pagi itu aku datang ke kampus 30 menit sebelum masuk ke kelas dan duduk di kantin. Sambil menunggu Fita yang sering terlambat datang.
Namun ketika aku berada dikantin, ada 2 orang yang datang hendak membeli kopi.
Aku tau salah satu orang itu adalah kak Angga, dia bersama temannya.
Awalnya aku menunduk sambil memainkan ponsel, namun entah kenapa kak Angga mengetahui keberadaan aku. Dan tiba-tiba memanggilku.
"Lara..?"
Dengan refleks aku melihat ke arahnya dan tersenyum.
Dia datang menghampiriku dan duduk dikursi yang berada di depanku.
"Sendirian aja?"
"Iya ka..."
"Temen kamu mana?"
"Hem Fita? Belum datang kak"
"Oh.. emang temen kamu Fita doang?"
"Hemm... aku kira kak Angga nanyain Fita."
"Hehehe canda kok.. Jadi si Fita belum datang"
"Iyaa.."
Lalu teman kak Angga menghampiri kami berdua.
"Siapa nih ngga?"
"Junior kita"
"Ouhhh sekarang Angga maennya sama junior?"
"Eeeh apasih lu, dia anak HIMATI juga kok"
"Ohh...."
Dalam situasi seperti itu aku hanya bisa terdiam, gugup bercampur rasa malu. Karena aku hanya anak semester 1 yang tidak begitu akrab dengan senior, dengan kak Angga juga gak terlalu akrab kok.
Lalu aku harus segera pergi dari kantin, lebih baik aku ke kelas saja.
"Kak, aku ke kelas duluan yaa" ucapku.
"Oh mau ke kelas, gak nunggu Fita?"
"Engg.. nanti nunggu di kelas aja"
"Oke, silahkan..."
"Permisi..."
Lalu aku pergi dengan perasaan yang campur aduk. Daripada aku jadi bulan-bulanan kakak senior, lebih baik aku menghindari mereka.
"Ah gara-gara elu sih, dia pergi kan !!!"
"Eeeh kok gue, kenape emang?"
"Elu tuh ngeledekin gue segala, dia jadi malu"
"Ahhh elah, biasa aja. Elu naksir dia?"
"Engga..."
"Lah terus kenapa lu nyalahin gue kalo dia pergi?"
"Mikir aja sendiri !!! dahlah yuk ke kelas aja"
"Lah kopi gue belom abis.."
"ya udah abisin cepet, entar keburu masuk"
"iye sabar"
Setelah meninggalkan kak Angga dan temannya, aku menuju ke ruang kelas yang berada dilantai 2.
Didalam ruang kelas belum ada mahasiswa satupun yang datang. Aku duduk didalam sendirian, sambil memainkan ponselku.
"Ah elah, dikelas belom ada orang."
Lalu beberapa saat kemudian ada teman kelasku yang datang. Disusul beberapa orang lainnya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 08.10 pagi, namun dosen belum juga datang.
Mahasiswa di kelasku, sudah hampir semua yang datang. Kecuali Fita yang telat datang hari ini. Entah kenapa dia belum memberikan kabar.
"Lara... Si Fita mana?" tanya salah satu temanku. Dia bernama Sony.
__ADS_1
"Masih dijalan kayaknya"
"Ouhhh..."
Karena di kelasku hanya ada 2 orang cewek, jadi terasa ada yang ganjil jika baru ada 1 cewek yang ada dikelas.
Lalu dosen pun datang, segera untuk memulai mata kuliah.
Saat absen berjalan, terlihat Fita yang baru datang dan mengetuk pintu kelas.
Dosen menatapnya dengan sinis dan Fita menyalami dosen dengan sopan.
"Maaf pak, saya telat" Ucap Fita.
"Gapapa, silahkan duduk"
Lalu Fita dengan nafas yang terengah-engah duduk di kursi sebelahku, yang sengaja aku siapkan untuknya.
"Kenapa telat?"
"Heemm bentar, tarik nafas dulu"
"Huuaaahhh...."
Pasti dia habis lari-lari dari parkiran menuju ruang kelas, karena tahu bahwa dosen sudah masuk duluan.
"Hemm aku tadi abis nganter ibu ke pasar"
"Oalah anak rajin... "
"Terus pas dijalan menuju ke kampus, terjebak macet itu di perempatan pasar..."
"Hemm ada apa macet?"
"Katanya sih ada kecelakaan"
"Innalilahi..."
Tanpa sadar kami asyik mengobrol, hingga dosen sudah akan memulai menjelaskan materi.
"Entar aja ceritanya" kata Fita.
"Iyaaa..." sambil berbisik.
Akhirnya selesai mata kuliah hari ini. Aku dan kita hendak menuju ke kantin.
Namun ketika mau keluar ruang kelas, Sony memanggil kita berdua.
"Heii kalian tunggu"
"kenapa son?" jawab Fita.
"mau kemana?"
"kantin"
"gue ikut dong"
"Ayo"
Lalu kami bertiga sampai di kantin dan memilih tempat duduk.
"Duduk disitu aja yuk"
Aku mengikuti langkah Fita, begitu juga dengan Sony.
"Tumben lu nggak pulang?' tanya Fita.
"Gue libur kerja hari ini, jadi gue pengen nongkrong aja sama kalian"
"Yaah gimana yaa, gitu deh"
"Yee apa rasanya? masa gitu deh"
"Hahaha.. berat, antara kuliah dan kerja."
"Elu jadi kurang istirahat ya?" Tanyaku.
"Engga juga sih, tapi lebih kek gak ada waktu aja buat diri sendiri"
"maksudnya selain kerja kuliah dan istirahat?"
"Iya kayak gini, misalnya kumpul sama temen-temen atau ikut organisasi"
"Oh iya, baru juga mau gue ajakin elu ikut HIMATI" ucap Fita.
"nggak bisa lah gue, mana ada waktu"
"Yah...."
"padahal gue juga pengen ikut sebenarnya, tapi mau gimana lagi"
"Sabar ya Sob, yang penting kuliah kita lancar" ucapku berusaha memberikan semangat.
"Iyaa, biar semua balance aja deh"
Lalu Sony beranjak dari tempat duduk dan menuju ke kulkas kantin untuk mengambil beberapa minuman.
Dia memberikan minuman itu kepada aku dan Fita.
"Ehh apa nih"
"Minuman lah"
"Buat kita?"
"Bukan, buat orang !!!"
"Ohh..."
"Dih.. iya lah buat kalian. Emang yang ada disini siapa lagi?"
"Serius?"
"Serius, minum aja"
"Makasihhh Sony" ucap aku dan Fita.
"Sama-sama"
"Btw kenapa lu nggak nongkrong sama anak-anak yang lain?" tanya Fita.
"nggak nyambung, gue kan orangnya gak banyak omong"
"oh iya gue paham"
Lalu aku ingat hari ini harus pulang, agar sore nanti aku sudah berada dirumah.
"Gaes.. maaf nih, aku harus pulang duluan. Gak bisa lama-lama ngumpulnya"
"Loh kok pulang?" tanya Sony.
__ADS_1
"Iyaa. dia kan ngekos, hari ini waktunya dia pulang ke rumah"
"Ohh.. jadi elu ngekos?"
"Iyaa..."
"Hemm naik apa?"
"Naik angkutan umum"
"Sendiri?"
"Iya sendiri"
"Hati-hati yaa, sekarang lagi rawan kejahatan di angkot atau bus gitu"
"Yee lu malah nakutin anak orang" ucap Fita.
"Bukan nakutin, cuma ngingetin doang"
"Gapapa lagian gue juga berhati-hati kok" ucapku.
Saat itu kak Angga muncul lagi, bersama teman-temannya. Melihat keberadaan aku, Fita dan Sony. Namun dia tidak menghampiri kami, dia hanya tersenyum melihat ke arah kami.
"udah yaa, gue pulang duluan dahhh"
"Dadaahhh Lara, besok balik lagi yaa"
"Iyaa.."
"Kabarin yaa... kalo udah sampe"
Lalu aku berpapasan dengan Ke Angga, karena memang tidak ada jalan lain untuk keluar dari kantin.
Kak Angga menyapaku dan bertanya hendak kemana.
"Mau kemana Lara?"
"Mau pulang nih kak"
Fita pun dari jauh melihat aku dan kak Angga yang sedang mengobrol.
"Kok pulang duluan mulu sih. Kenapa?"
"Iya, tapi lain ini mah aku pulangnya ke rumah"
"Lah emang selama ini pulang kemana?"
"Ke kosan kak"
"Ouuh..."
"Ya udah aku duluan yaa, permisi"
"Hati-hati dijalan"
"Iyaa kak"
Aku harus segera pergi, karena memang aku buru-buru ingin cepat pulang ke rumah.
** POV author.
Setelah Lara pergi, tinggal Fita dan Sony yang sedang mengobrol disana.
Angga terus memandang ke arah Fita, dia sebenarnya ingin menghampiri namun ada teman Fita disana.
Tanpa disadari Fita yang berjalan ke arahnya dan menyapanya duluan.
"Kak Angga..."
"Iya kenapa Fita?"
"Kak, bisa dilanjutin lagi gak belajarnya?"
"Ouhhhh bisaa, kapan?"
"Sekarang aja gimana? Kebetulan ada teman aku, dia juga mau ikutan"
"Hemm temen kamu yang itu?"
"Iyaa..."
"Hemm ya udah, tapi nanti aja abis makan siang"
"Oke, aku tunggu di perpustakaan yaa kak"
"Oke"
Lalu Fita kembali ke tempat duduknya dan mengajak Sony untuk pergi ke perpustakaan.
"Sony, kita nunggu di perpustakaan aja "
"Oh gitu, ayo deh"
(Rumah Lara****)
Setelah 2 jam perjalanan menuju rumah, akhirnya aku sampai dirumah tercinta.
Rumah yang selalu aku rindukan dengan pelukan hangat keluarga.
"Assalamualaikum... "
Pintu rumah terbuka, aku yakin jam-jam segini ibu sedang istirahat. Ayah juga baru pulang sholat Jum'at.
"Walaikumsalam..." suara ayah dari dapur.
"Ayah... ibu.. aku pulang"
"Ya ampun Lara udah pulang. kenapa gak ngabarin, entar kan ayah bisa jemput"
"Hehe gak usah ayah, kan udah sampe rumah"
"Ya maksudnya tadi sebelum sampe rumah"
"Ibu mana?"
"Biasa...Bobo siang"
"Ohh ya udah deh, biar ibu tidur dulu"
"Makan siang dulu sana"
"Hehe ayah tau aja, kalo aku laper"
"Iya dong, keliatan tuh muka pucet"
"Masa sih?"
"Taruh dulu tasnya, cuci tangan, terus makan"
"Siap komandan"
__ADS_1
Lalu aku bergegas menuju ke kamar yang selalu aku rindukan.
Setelah itu aku menuju dapur untuk makan dan ditemani ayah. Aku bercerita apa saja yang telah ku lewati kepada ayah.