
Suasana rumah memang menyenangkan, tawa dan canda keluarga adalah booster untuk diriku.
Apalagi kehadiran kak Diva yang juga pulang demi untuk menemui aku katanya. Aku harus setoran cerita kepada kak diva. Walaupun kita berdua sering teleponan, tetap saja harus cerita secara langsung.
Malam itu kami menikmati makan malam bersama dirumah tentunya.
Kami berdua selalu rindu dengan masakan ibu, pokoknya masakan ibu memang tak ada tandingannya.
"Kak, jangan banyak-banyak dong ngambil lauknya."
"Tenang aja dek, gak bakalan kehabisan kok"
"Hehehe bercanda kak"
"Dih sekarang pinter ngeledekin Kaka yaa"
"Hehe iya dong"
Menyaksikan kami berdua bercanda, ibu hanya geleng-geleng kepala.
"Makan yang banyak, kalian pasti kalo diluar makannya sedikit kan?"
"Kok ibu tau, kadang makan aja di rapel siang - malam hahaha"
"Hahaa beneran kak?"
"Iyaa.. kalo lagi males cari makan diluar, aku sih mending tidur hahaa"
"Ya ampun, jangan dibiasakan ah diva.. nanti kalo kena penyakit magh gimana?"
"Hehe tenang Bu, itu mah gak sering kok"
"Tetep aja, kalo emang males makan mending puasa"
"Iya Bu, aku juga selalu puasa Senin Kamis"
"Bagus deh"
"Makanya dek, jangan sampe kamu males makan kayak Kaka"
"Sejauh ini sih aku belum males makan, karena kalo siang aku langsung beli makan buat malam"
"Apa harus ibu beliin Magicom dek?"
"Iya tuh bener, beliin aja Bu"
"Gak usah deh, ribet"
"Lah kok ribet"
"Iya Bu, soalnya kalo siang aku diajak makan sama Fita. Nah kalo aku makan diluar, nanti nasinya siapa yang makan?"
"Iya juga sih, tapi nanti kalo emang kamu mau dibeliin bilang yaa"
"He'em tapi buat jaga-jaga mah gapapa beli aja" ujar kak diva.
"Nanti aja deh, kalo aku bener-bener butuh "
"Iya udah deh"
"Yang penting jaga kesehatan, makan yang teratur juga jangan makan sembarangan ya kalian" kata ayah.
"Siap ayah" jawab aku dan kak diva.
Selesai makan dan membereskannya, kami duduk diruang tamu untuk menonton televisi bersama.
__ADS_1
Momen tersebut akan menjadi hal yang aku rindukan selama menjadi anak kosan. Karena aku tidak pernah menonton televisi. Aku hanya bisa streaming lewat laptop yang dihadiahkan oleh kak diva.
Kami menghabiskan waktu bersama malam hari itu sampai mengantuk.
Keesokan harinya aku bangun pada subuh hari dan keluar rumah untuk menghirup udara segar. Sambil ingin mendengar suara ayam berkokok, karena selama di kota aku tidak pernah merasakan hal seperti itu.
Sore hari aku berencana akan bertemu dengan Ega dan teman lainnya. Rencananya kami akan mengadakan reuni kecil-kecilan.
Aku memberikan kabar bahwa ada dirumah, lalu Ega mengajak aku untuk berkumpul dengan teman lainnya.
Sore hari Ega menjemput aku ke rumah.
"Assalamualaikum... "
"Walaikumsalam.. Egaaa"
"Laraaaa... aahh aku kangenn banget sama kamu"
"Sama tau, aku juga kangen"
Kami berdua berpelukan melepas rindu, karena sejak kelulusan kami berdua tidak pernah bertemu.
Lalu kami berdua berpamitan untuk pergi ke rumah teman lainnya.
"Bu, aku pamit pergi sama Ega yaa"
"Iya dek, hati-hati yaa Ega bawa motornya.."
"Iyaa Bu"
Lalu kami berdua pergi menuju rumah teman.
Sebelumnya kami telah janjian dengan teman lainnya, yaitu Indah dan Sari.
Malam itu adalah malam Minggu, suasana didekat rumah Sari juga ramai.
"Cie ada yang baru jadian nih" ucapku meledek Ega.
Ega hanya senyum-senyum mendengar candaan ku.
"Siapa tuh?" tanya Sari.
"Bukan gue yang pasti, soalnya gue baru putus" ucap indah.
"Serius elu putus?"
"Iyaa"
"Beneran gak, soalnya entar juga balikan lagi !" tanya Sari ketus.
"Tau ah, males gue gak usah bahas dia"
"Cieee udah move on" ucapku.
"Gimana bisa move on, dia aja masih hubungin gue"
"Yaah udah, gagal move on lagi" ucap Ega tiba-tiba.
"Cari yang lain lah, elu kan cantik paripurna" ucap Sari.
"Gak semudah ituuu"
"Yang bikin susah kan lu sendiri, karna lu masih ladenin cowok itu"
"Masa gue cuekin, emang gue kenal dia baru kemarin"
__ADS_1
"Yaa karna lu kasian sama dia, lagi... lagi...lu nerima dia"
"Udah... udah... biarin indah dengerin kata hatinya sendiri" ucapku.
"He'em iya gue tuh bosen tau dengerin lu putus nyambung sama dia. Gue tuh pengennya elu bisa move on sama yang lain. Terus lu Bahagia !!"
"Semoga kita dapat jodoh yang terbaik, kira-kira yang duluan nikah siapa yaa???" ucap Ega.
"Elu laahhh" semua menunjuk ke arah Ega.
"Lah kenapa gue?"
"Kan elu yang baru jadian" ucap Sari.
"Iyaaa betul" tambah Indah.
"Ega tuh setia, karena dia sekali ketemu cowok bakalan sayang banget" ucapku.
"Aaminn.. do'ain yang terbaik buat gue"
"Pasti, kita saling mendoakan aja gaes"
Waktu berlalu tak terasa menunjukkan pukul 20.00 malam. Aku dan lainnya harus segera pulang.
Pertemuan singkat aku dengan teman-teman itu sangat menyenangkan, yang penting bisa melepas rindu dengan bercerita atau curhat satu sama lain.
Setelah sampai dirumah ternyata, ibu, ayah dan kak diva sedang menonton televisi.
"Duh seneng banget yang abis reunian" ucap kak Diva.
"Iya dong hehe"
"Liat di kulkas dek, Kaka tadi beli es krim buat kamu"
"Wah es krim...??? mana mana???"
"Liat sana di kulkas"
"Siapp"
Setelah menuju kulkas dan melihat ada es krim kesukaanku, aku sangat senang dan berterima kasih kepada kak diva.
"Aaahhh es krim kesukaanku, kak diva emang yang terbaikkkk. Makasih yaa"
"Iya sama-sama..."
"Seneng banget coba itu nemu es krim"
"Hehe iya dong, ibu"
"Sini...sini... aku siapin satu-satu"
"Gak mau ah, gigi ayah linu makan es"
"Ibu...Aaa "
"Ibu juga linu giginya"
"Hemm ya udah, masa gak ada yang mau. aku aja deh kalo gitu yang makan"
"Ya emang itu buat kamu dek"
"Hehe makasih loh kaka, mmuaahh"
Kami larut dalam canda dan tawa dan menikmati momen itu dengan sebaik-baiknya. Menikmati waktu yang terlalu singkat, karena esok hari aku dan kak Diva akan kembali ke kota.
__ADS_1