
Keesokan harinya Fita mengabarkan aku bahwa dia mendapat chat dari kak Angga.
"Eh... semalam kak Angga chat kamu juga gak?"
"Hemm perasaan engga ada chat atau SMS masuk deh semalam..."
"Masa sih? Katanya kak Angga chat semua kontak anggota baru"
"Gak tau, mungkin nomer aku kelewat.."
"Saking banyaknya kali tuh nomer anggota hahaha".
"Yaa udah simpen aja, kan kalo mau nanya tentang HIMATI jadi gampang ke kak Angga.. "
"Hemm iya sih..."
"Atau jangan... jangan.... "
"Apaa???"
"Emm engga jadi deh..."
"Yee kamu mah..."
Lalu aku dan Fita masuk ke ruang kelas, mata kuliah basis data.
Dalam mata kuliah tersebut, menjelaskan tentang input data dalam sebuah aplikasi.
Aku senang dengan mata kuliah tersebut, karena disaat itu kami harus teliti untuk menginput data-data dan rumusnya. Butuh ketelitian dan konsentrasi tinggi agar data valid.
Namun berbeda dengan Fita, dia malah sebal dengan mata kuliah tersebut. Karena dia lebih senang mata kuliah mengenai hardware.
"Aku mah mendingan suruh bongkar PC daripada ngetik data begini..." umpatnya.
"Sabar... orang sabar datanya valid hehe"
"Gak bisa copy paste lagi, huhh"
Sambil mendengarkan keluhan Fita, tak terasa aku sudah menyelesaikan 50 baris data.
Itung-itung latihan kerja di kantoran nanti, pasti tugasnya juga begini.
Selesai mengerjakan tugas input data, aku keluar kelas dengan tenang. Sedangkan yang lainnya masih ada yang belum selesai mengerjakan, sehingga dijadikan PR dan kirim via e-mail.
"Ini harus banget, aku ngerjain tugas dirumah?" tanya Fita yang agak kesal.
"Harus lah.. eitt tapi gak usah di rumah. Di perpustakaan aja yuk"
"Hemm.. tapi bantuin aku ngetik deh yaa"
"Boleh lah... satu baris \= 1 coklat coki-coki wkwk..."
"yee masa jadi perhitungan gitu sih kamu...."
"yaa dong, gapapa dong..."
"Hemm ini aku masih banyak barisnya, masa iya aku borong coki-coki buat kamu???"
"Hahaha bercanda kok, tapi gapapa sih kalo mau beliin aku coki-coki yang banyak juga"
"Iya deh, entar aku beliin tapi tugasnya selesain dulu okeeeeyy"
"Siap deh, aku bantuin...."
FYI : Coki-coki itu coklat stik, makanan jaman dulu. Jajanan favorit aku dan Fita.
Lalu aku dan Fita menuju perpustakaan untuk mengerjakan tugasnya.
Karena jam masih menunjukkan pukul 10.30 pagi menjelang siang, jadi kami berdua belum lapar.
Sesampainya di perpustakaan gedung B, kami berdua duduk ditempat biasa. Kami biasa duduk di pojokan ruangan, dekat dengan stop kontak. Karena agar lebih mudah mencharger laptop kami.
Lalu Fita membuka laptopnya.
"Kamu ngerjain dulu beberapa baris, kalo udah capek baru deh kasih ke aku..." ucapku.
"Yaah.. langsung kamu aja deh, aku udah capek tau ngerjain di dalam ruang kelas tadi."
"Ayoo... usaha dulu, baru ngeluh hahaha"
"Aaahh.. Lara plis deh..."
"Hahaha tunggu, kenapa kita gak beli air sekalian tadi pas kesini..."
"Emang kamu aus?"
"Iya nih auss..."
"Ya udah aku aja yang beliin, kamu ngerjain tugas akuu"
__ADS_1
"Beneran mau beliin?"
"Iyaa... tenang aja, mau beli coki-coki sekalian?"
"Boleh.. boleh..."
"Ya udah... tunggu sini"
"Hahaha Fita emang terbaik...."
"Iya dong..."
Akhirnya Fita pergi untuk membeli air mineral dan coki-coki yang telah dijanjikannya. Padahal aku hanya bercanda untuk menguji kesabarannya, ternyata dia bersedia. Walaupun begitu Fita tidak merasa keberatan, karena kami harus saling membantu.
Dan aku juga tidak keberatan untuk membantunya mengerjakan tugas Fita, karena aku juga senang dengan tugas itu.
Tak lama kemudian terdengar ada seseorang yang baru datang ke perpustakaan dan menghampiri rak-rak buku.
Aku tau dari derap langkah suara sepatunya, namun aku tetap fokus mengerjakan tugas, tanpa melihat ke seorang tersebut.
Tiba-tiba suara langkah sepatu itu semakin mendekat ke arahku.
Aku dikagetkan dengan keberadaan kak Angga yang tiba-tiba menghampiriku.
"Nah bener kan ada Lara disini..." katanya.
"Ehh... kak Angga..."
"Sendirian aja?"
"Engga kok berdua..."
"Hemm... mana yang satu lagi?"
"Lagi ke warung"
Ketika kak Angga datang, aku gugup dan berusaha untuk bersikap biasa saja. Aku gugup karena aku tak pernah menemui kak Angga sendirian, biasanya sih dengan Fita. Sehingga kak Angga bertanya-tanya aku hanya menjawab seadanya.
"Ouhhh... Lagi ngapain disini?" tanyanya.
"Emm lagi ngerjain tugas"
"Tugas apatuh?"
"Perancangan basis data"
"Ouhhhh.... Kaka boleh duduk disini gak?"
"Yaa kali aja ganggu"
"Hemm kecuali kalo Kaka teriak-teriak disini, baru deh gak boleh"
"Hahaha lagian ngapain Kaka teriak-teriak disini, emangnya kurang kerjaan"
"Hehehe... yaa kali"
"Kaka gak akan ganggu kok, Kaka juga mau ngerjain tugas"
"Tugas apa kak?"
"Pemrograman..."
"Ohh... pasti ngoding yaa?"
"Iyaap.."
"Semangat !!!"
"Pasti dong..."
Lalu Fita kembali ke ruang perpustakaan dengan membawa beberapa makanan dan minuman yang disembunyikan dibalik jaketnya. Kenapa disembunyikan?
Karena peraturan di perpustakaan tidak boleh membawa makanan. Namun kami sering melanggar diam-diam seperti itu, karena jika berlama-lama di perpustakaan kerap lapar melanda. Tapi hanya cemilan dan air mineral saja yang kami sembunyikan, bukan nasi padang atau nasi pecel kok.
"Ehh..ehh... tiba-tiba ada kak Angga disini..."
"Iyaa nih, kamu darimana?" jawab kak Angga.
"Emmm dari warung..."
"Yee di perpustakaan kan gak boleh makan !!"
"Sssttt kak jangan keras-keras suaranya..!!!."
"Laporin aahh"
"Iiihh kak Angga rese"
"Hahaha..."
__ADS_1
"Aku kasih coki-coki nih.. mau???"
"Yee mau nyogok Kaka nih ceritanya???"
"Engga kok, aku mah mau ngasih aja"
"Gak mau, masa nyogoknya cuma pake coki-coki "
"Ya udah terserah kalo gak mau, orang aku beli buat sobat aku"
"Tapi kalo maksa gapapa sih, bisa diterima..."
"Yee... gimana sih...tadi bilangnya gak mauuu....ya udah nih kak coki-cokinya...."
"Hehehe... bercanda dek, kamu mah baperan.."
"Iiih siapa yang baperan..."
"Makasih loh coki-cokinya..."
"Sama-sama...."
Aku hanya tersenyum mendengar perbincangan mereka, karena sedari tadi hanya fokus mengerjakan tugas.
"Kok makannya coki-coki sih... udah kek bocah aja ???" celetuknya.
"Lah emang ada aturannya kalo yang makan harus bocah?"
"Hemm enggak sih, tapi kan aneh aja..."
"Ini tuh makanan favorit aku, enak tau..."
"Iya tau, rasanya masih sama kan dari dulu?"
"Sama lah...!! emang Kaka pernah makan juga?"
"Pernah sih... tapi jarang, kan kata mamah waktu kecil gak boleh makan coklat nanti giginya reges..."
"Jiahhhh... jadi Kaka pernah kecil juga?"
"Pernah lah... emang aku langsung gede gini !! "
"Ya kaliiii.... tapi lucu sih, Kaka nurut gitu waktu kecil gak makan coklat?"
"Nurut dong, Kaka anak baik-baik..."
"He'em yaa deh percaya..."
Namun semenjak ada keberadaan Fita, kak Angga sepertinya lupa untuk niatnya mengerjakan tugas. Mereka berdua terus mengobrol dengan asyiknya. Sampai-sampai aku merasa sedikit terganggu, karena takut suara mereka terdengar oleh penjaga perpustakaan.
"Kamu kok gak ngerjain tugas ?" tanya kak Angga kepada Fita.
"Emm....ngerjain kok"
"Mana?"
"Nanti ajalah ngerjainnya"
Aku melirik ke arah Fita, padahal tugasnya aku yang mengerjakan. Namun aku mengerti dia pasti gak mau kak Angga tau.
"Hemm... perlu bantuan?"
"Gak perlu kak.. aku bisa ngerjain sendiri kok"
Mendengar Fita berbicara seperti itu, aku bereaksi.
"Eheemmmm..."
Lalu Fita mengerti kode dariku, dan tiba-tiba dia merangkul bahuku sambil tersenyum.
"Ouh gitu...yaaa sapa tau ada yang bisa kaka bantu..."
"Kaka ngapain?"
"Mau ngerjain tugas juga.."
"Ouh tugas apatuh?"
"Pemrograman"
"Ajarin dong kak..."
"Hemm boleh..."
"Gimana?"
Lalu Fita pindah tempat duduk di sebelah kak Angga. Kami bertiga satu meja, tadinya kak Angga berada didepan aku dan Fita.
Fita memang mudah akrab dengan orang yang baru dia kenal, termasuk kak Angga. Jadi aku tak heran jika dia tak canggung lagi untuk minta diajarkan langsung oleh kak Angga.
__ADS_1
Namun aku sedikit kecewa, kenapa dia harus berbohong didepan Kak Angga. Padahal yang sedang aku kerjakan itu adalah tugasnya.