Akhir Penantian Cita Dan Cinta

Akhir Penantian Cita Dan Cinta
Masalah di hari turnamen


__ADS_3

Sudah 5 hari berlalu dan sampai lah acara turnamen berakhir dengan mendapatkan 4 tim yang masuk ke final yang terbagi menjadi 2 tim pria dan wanita.


Masing-masing tim dari SMA/SMK sudah berjuang keras demi mendapatkan posisinya sampai ke final. Dan hari dimana mereka kembali berjuang untuk mendapatkan juara turnamen antar SMA/SMK.


Dibalik kesuksesan tim yang berjuang sampai final, ada sekelompok panitia yang sudah meluangkan waktu dan tenang untuk mensukseskan acara tersebut. Mereka adalah Chandra dan kawan-kawan.


Ternyata selama 5 hari itu tidak mudah bagi mereka melakukannya, tentu ada tekanan dari berbagai pihak yang membuat mereka hampir kalah dan bubar.


Mereka sempat mengalami insiden yang membuat mereka ribut besar. Adanya miskomunikasi antar panitia itulah penyebab masalah tersebut.


Masalahnya adalah ketika Uang hadiah yang akan diberikan kepada juara 1 tiba-tiba hilang. Nominalnya cukup besar, sampai mereka takut uang tersebut tidak bisa diganti jika benar hilang.


Kenapa bisa hilang?


Jadi saat itu H+3 acara turnamen, adalah hari dimana mereka ribut besar gara-gara uang yang hilang.


Safira adalah bendahara acara, dia penanggung jawab dalam hal keuangan.


Chandra mempercayakan Safira sebagai bendahara acara karena Safira juga cukup aktif di organisasi dan punya pengalaman sebelumnya.


Namun saat itu Chandra malah berbalik tidak percaya dengan Safira.


Safira biasa menyimpan uangnya di ATM.


Hari itu Safira mengajak salah satu panitia untuk mengambil uang di ATM.


Sebut saja Kemal, dia panitia bagian keamanan.


Sesuai dengan tugasnya sebagai keamanan, maka dia bersedia mengawal Safira agar aman.


Pagi itu Kemal mengantar Safira sampai ATM.


Sampailah mereka di sebuah ATM yang berada di dalam sebuah supermarket.


Safira bergegas masuk ke dalam supermarket dan Kemal menunggu di parkiran motor.


"Gue tunggu sini aja ya Saf" tegas kemal.


"Oh.. ya udah.." jawab Safira santai.


"Aman kan?"


"Aman.. tenang aja"


Safira lalu mengantri dibelakang orang-orang yang menunggu sedang tarik tunai uang. Sekitar ada 5 orang dalam antrian dan Safira urutan ke-5nya.


Butuh waktu sekitar 10 menit akhirnya Safira bisa berdiri didepan mesin ATM dan siap untuk tarik tunai uang.


Setelah berhasil tarik tunai uang sejumlah yang telah di rencanakan. Safira pun ingat sesuatu, karna dia ingin membeli keperluan yang dibutuhkan untuk dirinya sendiri.


Lalu dia menghampiri rak rak barang yang dia butuhkan.


Setelah menemukan sesuatu yang dia cari, langsung bergegas ke kasir dan hendak membayar.


Kemal cukup lama menunggu di parkiran, sampai sudah beberapa motor datang dan berbaris di samping motornya.


"Kok lama sih Safira" gumamnya.


Ternyata Safira masih menunggu antrian di kasir.


"Duh lama banget, si Kemal nungguin nih pasti" gumam Safira.


Syukurlah, antrian selesai dan kemudian giliran Safira yang membayar.


Safira mengambil uang selembar dan diberikan ke kasir.


Selesai membayar, dia keluar supermarket tersebut.


"Kemal sorry ya lama, gue tadi abis beli sesuatu" ucap Safira meminta maaf.


"Iya gapapa, cuma gak enak aja soalnya kita ditungguin yang lain nih" jawab Kemal.


"Iya iya.. sorry"


Lalu mereka bergegas kembali ke kampus.


Sebenarnya jarak dari kampus ke ATM pun tidak terlalu jauh.


....


Sesampainya mereka di kampus, Safira langsung menemui panitia lain.


Mereka sudah bersiap untuk mengemas uang ke dalam amplop untuk sang juara.


Chandra juga berada disana, karena dia tidak ada kegiatan lain selain memantau pertandingan.


Safira mengeluarkan dompetnya dan hendak membuka lembaran uang yang barusan diambil di ATM.


Lalu dia menghitungnya dengan disaksikan Chandra.


Saat menghitung ternyata nominalnya kurang.


Safira langsung panik.


"Loh kok kurang seratus" ucapnya dengan wajah panik.


"nah ?? kemana tuh dia?" jawab Chandra.


"iihh, gue tadi pas itung udah pas kok"


"nyelip kali di tas lo, coba cari dulu" ucap Chandra sambil mengingatkan.


Safira pun menggeledah tasnya.


"gak ada chandra..."


wajahnya terlihat makin panik.


"beneran pas abis tarik tunai langsung lo itung???" tanya Chandra untuk memastikan.


"iya Chand, sumpah deh gue itung"


"Loh ko bisa sekarang berkurang"


"Gak tau Chand, ya Allah masa sih ilang gitu aja"


"Yaa... gimana dong? masa jatuh?"


"Gue gak buka tutup tas kok, gimana bisa jatuh"


"Tas lo bolong gak?"


"Engga juga" sembari memeriksa bawah tas.


"Yahh.. kacau... panggil panitia lain deh. kita diskusikan masalah ini"


"Tapi.. nanti pasti mereka nyalahin gue"


"Yaa makanya biar gak disalahin, lo jelasin ke mereka."


Satu persatu panitia mengetahui hal tersebut.


Termasuk Lara.

__ADS_1


Lara baru bisa masuk ke ruangan menemui Safira, karena banyak siswa yang membeli minuman di stand.


"Ada apa saf?"


kelihatan mata Safira agak merah dan air matanya hampir tumpah.


Panitia lain menjelaskan kejadiannya.


"Itu tadi pas Safira ngambil uang, ternyata di cek lagi uangnya kurang"


"Hah? Kok bisa? Jatuh kali saf?"


"Engga tau, ilang gitu aja"


"Ya ampun... tenang saf.. ini bukan salah lo kok.. anggap ini musibah.. terus kata Chandra gimana?"


"Nunggu diskusi sama yang lain katanya "


Namun berita uang yang kurang disampaikan dari mulut ke mulut.


Sampai jadi bahan perbincangan diluar sana.


Hingga sampai telinga senior.


Salah satu senior masuk ke ruang panitia.


"Gue denger-denger uang juara kurang?"


Senior mengucapkan kata-kata tersebut sambil memasang wajah ketus.


"Iya kak..." jawab Safira lirih.


"kok bisa sih?"


"Gak tau kak" jawab Safira lagi.


"Ya udah, lo ganti lah uangnya.. masa yang lain harus tanggung jawab sih"


Belum sempat jawab, Chandra datang.


"Tuh liat, uang ilang. Gimana solusinya?" ucap senior ke Chandra.


"Mau diskusi dulu kak sama yang lain" ucap Chandra dengan bijak.


"Kapan? nunggu acara selesai?"


"Iya kak"


"Haha... Kok lo gak inisiatif ganti uangnya sih.. masalah dari satu orang kok malah jadi tanggung jawab semua..Aneh !!"


"Loh, kan emang itu gunanya organisasi kak, setiap ada masalah kita cari jalan keluarnya bersama."


Lagi Chandra menjawab dengan bijak dihadapan senior.


"Ohh..."


"Ya udah, gue sih gak mau tau yaa... Gue percaya kalian udah mandiri, gak perlu pendapat senior"


jawab senior yang seakan-akan memojokkan juniornya.


"Siap kak, semoga masalah ini selesai segera. Kakak tenang aja"


Senior pun pergi dari ruangan.


Chandra melihat raut wajah rekan panitia yang tegang dan ketakutan.


"Hey, kalian kok pada tegang gitu sih.."


"Semangat lah !! masa gitu doang kicep hahaha"


"Bisa-bisanya ni orang masih bisa ketawa dalam situasi kek gini" umpat Lara.


"Tenang aja saf, yang ilang cuma selembar kan bukan 10 ..."


ucap Chandra sekali lagi.


"Chandra !?!" Lara yang melotot ke arah Chandra.


"hehe sorry.. gue balik ke lapangan ye"


Chandra melenggang keluar ruangan.


Kini di ruangan ada Lara dan Safira.


"Saf, coba diingat-ingat lagi tadi lo ngapain aja ?"


"Gue abis ambil uang, langsung balik kok"


"Gak ada mampir kemana gitu?"


"eng... eh tadi gue beli barang.. terus gue ambil uang di dom..."


Sambil memeriksa dompetnya.


"Loh kok dompet gue gak ada Ra?" wajah Safira makin panik.


"Hah? dompet lo juga ilang?"


Ekspresi Lara kaget.


"Tadi gue kan bayar ke kasir, terus gue bayar pake.."


"Bayar pake??"


"Kalo misal dompet gue gak ada, berarti tadi gue ambil uang itu dong?"


"Ya ampun Safira? Berarti dompet lo gak ada, jadi lo ambil uang dari situ?"


"Iya kayaknya, soalnya tadi buru-buru pas didepan kasir karna kelamaan antri juga. Jadi gue asal ngambil uang di tas"


"Astaga.. Safira "


"Tapi dompet gue dimana ya Ra"


"Ketinggalan di rumah gak saf, coba telpon nyokap lo deh"


"Ide bagus Ra "


Safira segera menelpon ibunya untuk memastikan dompetnya apakah ada di rumah.


πŸ“ž"Hallo mah.."


πŸ“ž"Yaa saf, kenapa?" jawab ibunya.


πŸ“ž"Mah, minta tolong periksa kamar Safira. Ada dompet Safira gak di meja atau kasur"


πŸ“ž" Oke nak.. bentar..."


Tak lama kelamaan kemudian.


πŸ“ž" Ada nak... ini dompet warna biru kan?"


πŸ“ž" Alhamdulillah iya mah bener itu dompet akuu, makasih ya mah.. tapi mah bisa anter dompet aku gak ke kampus"

__ADS_1


πŸ“ž"Loh, gimana caranya? mamah kan gak bisa bawa motor."


πŸ“ž "Kirim paket aja mah, nanti deh aku yang pesenin.. "


πŸ“ž"Oh ya udah.. kamu kok bisa lupa bawa dompet nak"


πŸ“ž"iya mah, tadi tuh aku buru-buru malah inget bawa ATM doang lupa dompetnya ke bawa.


πŸ“ž "aduh.. kamu gimana sih nak.. kapan-kapan jangan lupa lagi ya.."


πŸ“ž "iya mah, udah dulu ya..."


Telepon mereka berakhir.


Tuntas masalah dompet, kini Safira mengirim kurir untuk mengambil dompet di rumah agar dia bisa mengganti uang turnamen.


"Sorry ya.. gue ceroboh banget ya Lara"


ucap Safira merasa bersalah.


"Gak ko, kejadian ini bisa terjadi pada siapa. Lupa itu manusiawi."


Jawab Lara yang berusaha menenangkan temannya.


"Aduh, Chandra pasti ngalahin gue nih gara-gara gue pelupa"


"Dia marah? tadi aja di ketawa-ketawa. Gue yakin entar pas tau kejadian ini cuma karena lo lupa, ketawa dia makin kenceng deh kayaknya" jawab Lara.


"Hehe iya sih.. dia kan random orangnya"


"Coba aja entar liat..."


"Gue bilang sekarang aja ke Chandra ya" ucap Safira yang hendak mencari Chandra.


"Terserah.. Chandra kan lagi di lapangan."


"Iya deh, lebih cepat lebih baik.. Tapi gue malu jadi bahan omongan orang-orang "


"Ya udah gue aja yang jelasin ke Chandra, lo disini aja saf"


"Tapi..."


"Udah udah.. lo tenang aja... yang penting masalah udah clear yaa"


"Iya makasih ya Lara.. lo bisa menenangkan gue"


"Iya sama-sama, gue Balik ke stand ya"


Lara pergi meninggalkan Safira di ruang panitia.


....


Lara mencari keberadaan Chandra.


Ternyata dia sedang di pinggir lapangan, menyaksikan pertandingan.


"Samperin gak ya.."


"tapi malu deh, entar aja nunggu dia kesini"


Lara maju mundur menemui Chandra. Akhirnya dia hanya menunggu di stand.


Lara tidak memberitahu yang lain, dia hanya ingin memberitahu Chandra terlebih dahulu.


....


Tak lama kemudian Chandra lewat.


"Ehh Chand.. sini deh"


"Kenapa Ra?"


Tiba-tiba Chandra duduk di samping Lara sambil menatapnya dengan serius.


Lara tentu saja canggung, namun ini berita yang harus disampaikan segera kepada Chandra.


Kini posisi mereka seperti dua orang yang sedang serius berbicara.


"Jadi gini, tadi pas Safira ambil uang di ATM dia mampir beli sesuatu. Terus dia ambil uang di tasnya, karena situasi buru-buru"


"Ohhh... jadi uangnya di pake?"


"tunggu gue belom selesai ngomong"


"ehh terus?"


"Safira ternyata gak bawa dompet, alias dompetnya ketinggalan di rumah. Tadi dia udah telepon nyokapnya, buat mastiin dompetnya ada di rumah... Nah, masalahnya dia lupa, dia pikir uang yang dia ambil di tasnya itu adalah uang dia.. Tanpa menyadari kalo dompetnya ketinggalan di rumah"


"Oohhhh... jadi gitu..."


"Iya Chandra. Jadi lo bilang ke yang lain, kalo uang turnamen aman gak hilang "


"Hadeuhhh.. tadi Safira gak bilang sih kalo dia mampir beli sesuatu.."


"Yaa wajar dalam situasi panik, ditanya-tanya gitu pasti pikiran juga ikutan ngeblank. Gue tanya lagi pas Safira udah merasa tenang, terus dia cerita ke gue"


"Haha iya juga sih... Lo bisa baca pikiran orang ya Ra? Jangan-jangan lo dukun"


"Astaga... Chandra, sembarangan lo.. Masa gue di katain dukun !"


"Hehe... Ya udah, gue bilang ke yang lain gimana yaa. entar aja deh sekalian selesai acara. Gue mager bilangin ke orang."


"Lewat chat grup aja, Chandra "


"Oiya, kok lo pinter "


"Pinter dong"


Dasar Chandra !


Chandra mengetik berita yang dia sampaikan ke grup chat.


πŸ“¨Guys, kalian gak usah risau masalah uang yang kurang ternyata hanya perihal lupa. Woi Safira lain kali lo gak boleh lupa lagi loh. Oke semangat guys (chandra)


πŸ“¨ Maaf ya guys.. (Safira)


πŸ“¨Hadeuh


πŸ“¨Hadeuh


πŸ“¨Hadeuh


πŸ“¨Baru aja gue mau bilang, tadi Safira beli apaan gitu, jadi gue ngira dia pake duit itu (Kemal)


πŸ“¨Bukan di pake ya guys, tapi karna gue lupa bawa dompet. Sekarang dompet gue lagi otw, uangnya bakal gue ganti


πŸ“¨ Dompet lo bisa jalan?


πŸ“¨ 😭 (Lara)


πŸ“¨ Yang bener aja ente.. (Chandra)


πŸ“¨ Dianter kurir (Safira)

__ADS_1


πŸ“¨ Oke masalah clearπŸ”¨πŸ”¨πŸ”¨ (Chandra)


πŸ“¨ Tapi tetep entar jadi bahan evaluasi (Chandra)


__ADS_2