Akhir Penantian Cita Dan Cinta

Akhir Penantian Cita Dan Cinta
Persiapan


__ADS_3

Pagi itu kakakku sengaja meluangkan waktunya untuk cuti dari kerjaannya dan mengajakku ke suatu tempat.


Tanpa direncanakan sebelumnya, tiba-tiba dia ingin mengajakku untuk survei ke beberapa kampus swasta. Dan pagi itu aku baru selesai sarapan, kak diva menyuruhku untuk segera bersiap-siap.


"Dek... kamu siap-siap sana ganti baju yang rapih"


"Loh mau kemana kak?"


"Udah sana, entar juga kamu tau"


"Mau diajak shopping ya kak? asikkkk"


"Hih shopping aja nih fikirannya"


"Lah terus mau kemana?"


"ga usah banyak tanya, buruan ganti baju sana"


"Hmm yaa deh"


Atas perintah kak diva akhirnya aku bergegas ke kamar untuk ganti baju.


Kak diva pun sepertinya sudah rapih, dia sudah memakai tas selempang berwarna coklat yang biasa dia gunakan saat berpergian. Sembari menungguku di teras depan rumah.


Akhirnya aku sudah rapih dan menghampiri kak diva.


"Kak, kita berangkatnya gimana?"


"Naik angkot ajalah"


"Lah mana kak, didepan rumah mana ada angkot lewat?"


"Dianter ayah lah, sampe ketemu angkot"


"Ayah emang mau anterin aku dan Kaka?" tanyaku kepada ayah.


"Ayo aja ayah mah" jawab ayah


"Bertiga dong?" tanyaku lagi?


"Iya udah gapapa, lagian badan kamu juga kecil dek" tegas ayah.


"Iiih ayahh"


Karena memang tubuhku kurus, jadi berboncengan motor bertiga dengan kak diva pun masih muat. Tubuh kak diva juga tak terlalu bongsor.


Akhirnya aku dan kak diva sampai ditempat menunggu angkutan umum. Sebelum ayah pulang tak lupa kami bersalaman kepada ayah.


"Kak, sebenernya kita mau kemana sih?"


"Menurut kamu emang kita mu kemana?"


"Hmmm... ke mall? ke pasar induk? ke toko buku?"


"Yey bukan"


"Terus kemana dong? serius dah kak aku ga tau?"


"Kita survei kampus dek"


"Hah? Kampus???"


"Iyaa... katanya kamu mau kuliah"


"Ya ampun, bilang dong kak"


"Lah kan barusan bilang"


"Iya terus aku jadinya kuliah dimana?"


"Kakak dapet rekomendasi kampus yang sesuai sama jurusan yang kamu mau"


"Dimana kak?"


"Ada lah, lumayan jauh sih"

__ADS_1


"Hmm... ya udah deh kak aku pasrah aja mau kuliah dimana "


"Loh kok gitu?"


"Iya abisnya aku ga tau mau gimana lagi"


"entar kalo kamu ga cocok disana, kita ke kampus lain. Pokonya seharian ini kita datengin satu persatu kampus"


"Tapi kak, ga enak aku sama Kaka"


"Ngapain sih kamu ngerasa ga enak, kak diva kan kaka kamu"


"Iya ka, justru itu kaka udah jadi kaka terbaik aku" sembari memeluk kak diva.


Tak lama kemudian angkutan umum yang kita tunggu datang, tepat berhenti didepan aku dan kak diva.


"Ayo naik"


Lalu aku dan kak diva masuk ke dalam angkutan umum tersebut.


Disepanjang perjalanan kak diva berbagi pengalaman dan wejangan kepadaku. Tentang bagaimana melewati masa mudanya dengan baik dan tak sia-sia.


Saat itu panutanku adalah kakakku sendiri. Dia adalah sosok pemberani, mungkin karena dia anak sulung. Sehingga dia tumbuh menjadi wanita yang tangguh dan sudah terbiasa menghadapi resiko apapun dalam kehidupannya.


Sebelum kerja di perusahaan, kak diva memang lulusan D3 di salah satu perguruan tinggi swasta. Namun kak diva tak berniat untuk melanjutkan kuliahnya ke S1, karena dia merasa sudah cukup. Dia ingin aku saja yang kuliah S1, maka dari itu dia selalu berusaha meyakinkan aku untuk kuliah.


Sesampainya di terminal, aku dan kak diva turun dari angkutan umum. Namun setelah itu naik lagi angkutan umum lainnya.


"kita mau naik apalagi kak?"


"Mobil elf dek"


"Hah? Elf?"


"Iya elf. itu tuh"


sembari menunjuk salah satu mobil berwarna biru dongker seperti bus berukuran kecil.


"Pertama kali nih aku naik elf "


"Dulu waktu kuliah kaka sering naik"


"Kampus kaka lebih jauh lagi, abis naik elf ini entar naik angkot lagi"


"Oya? kenapa kaka suka yang jauh-jauh gini sih?"


"Biar kita tau jalan dek dan pasti ga nyasar"


"Hmm hebat juga sih prinsip kaka, pantesan kaka tuh kemana-mana aja berani sendirian"


"Iyalah... makanya entar kamu juga gitu ya"


"Yah, aku kan selama ini ga pernah pergi jauh-jauh sendirian kak"


"entar juga terbiasa kok"


"Semoga aja deh"


Sekitar 2 jam perjalanan ditambah macet di beberapa lampu merah, akhirnya sampai di sebuah kampus.


Turun dan mobil elf, kak diva menunjuk ke sebuah gedung berwarna biru dan berlantai empat yang kelihatan ramai dengan lalu lalang aktivitas mahasiswa.


Aku dan kak diva berada di seberang jalan sambil memandangi gedung kampus tersebut.


"Let's go kita ke masuk"


"Malu ah, rame banget... emang mereka ga pada libur ya?"


"Yey segala malu, kan kamu juga calon mahasiswa sini. Belom libur biasanya mereka lagi persiapan buat ujian akhir semester"


"Oh gitu... Kok aku deg-degan yaa"


"Haduh payah nih adekku"


Sembari menarik tanganku, kak diva dan aku menyebrang untuk sampai kampus tersebut.

__ADS_1


Lalu kak diva bertanya kepada satpam, meminta ditunjukkan jalan menuju ruang pendaftaran.


Setelah tau ruang pendaftaran, kak diva dan aku bergegas menuju ke tempat tersebut. Walaupun harus melewati beberapa mahasiswa yang sedang berkumpul di koridor kampus tersebut.


Sesampainya di ruang pendaftaran, kita dipersilahkan duduk. Untungnya pegawai di ruang tersebut ramah-ramah. Karena kita baru masuk saja sudah disambut.


Tanpa basa-basi kak diva diberikan brosur kampus tersebut, untuk mendapatkan info jurusan dan biaya pendaftaran.


Banyak pertanyaan yang dilontarkan kak diva, sedangkan aku diam saja mendengarkan percakapan kak diva dengan pegawai pendaftaran.


Setelah pegawainya menjelaskan panjang lebar. Akhirnya kak diva bertanya kepadaku dan memberikan suatu pilihan.


"Dek, jadi kamu mau jurusan yang mana? Semuanya berhubungan dengan komputer kok. Untuk yang S1 cuma ada dua pilihan, sistem informasi dan teknik informatika gimana menurutmu?"


"Hmmm... Yang sama kayak jurusan teknik komputer mana ya mba?"


"Teknik Informatika dek, karena lebih banyak praktek daripada teori" jawab pegawai pendaftaran.


"Oh gitu... ya udah deh, aku pilih teknik informatika aja"


"Udah yakin kamu pilih teknik informatika?"


"Iya kak yakin"


"Oke kalo itu pilihan kamu"


"Ini bisa diisi formulirnya, lampirkan fotokopi KTP juga ya" kata pegawai pendaftaran.


"Nah adek saya belum punya KTP nih mba, gimana ya?"


"Hmm... belum jadi atau gimana ya?"


"Adek saya belum genap 17 tahun mba hehe"


"Oh gitu, ya udah gapapa kok bisa nyusul nanti kalo udah bikin KTPnya "


"Oke deh mba, oya ini saya bayar pendaftaran sama almamater langsung ya"


Sedangkan aku fokus mengisi formulir pendaftaran mahasiswa baru. Tak disangka kalau akhirnya aku akan berkuliah di kampus tersebut. Tahap mengisi formulir dan pendaftaran selesai, setelah itu aku diberikan almamater dan lembaran informasi.


Pegawai pendaftaran mengatakan bahwa nanti akan ada ospek. Dan mahasiswa baru wajib mengikuti kegiatan tersebut. Akan di informasikan melalui SMS atau telepon jika sudah mendekati waktu kegiatan tersebut.


Akhirnya aku dan kak diva pulang, masih dengan menggunakan transportasi umum yaitu elf.


"Gimana dek, udah resmi tuh jadi calon mahasiswa. Untuk 4 tahun kedepan kamu bakalan disitu"


"Makasih ya kak, ga tau nih gimana rasanya campur aduk"


"Cieee bentar lagi jadi mahasiswa bukan anak SMA lagi"


"Hehee... iya dong"


Sesampainya di terminal, kak diva mengajakku makan siang di sebuah Warung Nasi Padang.


"Makan yang banyak biar pas jadi mahasiswa berat badan kamu naik"


"Iiih apasih kak diva, emang mahasiswa ga boleh kurus?"


"Entar kalo kuliah kan nambah beban fikiran, masa mau kurus terus"


"hmm liat entar deh"


"entar kalo daftar ulang kamu datang sendiri ya? berani kan?"


"Harus banget ya sendiri?"


"Iyalah, masa dianter terus sama Kaka"


"Iya deh, entar aku coba"


"Pokonya kamu harus berani, kalo udah biasa pasti bisa kok"


"Iya kak iya"


Kak diva tak henti-hentinya menyemangati aku, berusaha menjadi sosok kakak yang baik untukku. Aku tak mengerti jika tak ada kak diva, mungkin aku sedang terpuruk di dalam kamar meratapi nasibku yang tak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi negeri dan mengubur cita-citaku. Beruntung kak diva mengerti keadaanku dan dia segera hadir sebagai malaikat penolongku. Sampai dia rela cuti dari kerjaannya untuk mengantar aku daftar kuliah. Aku bersyukur sekali mempunyai keluarga utuh dan saling melengkapi, tak akan pernah aku melupakan kebaikan kakakku.

__ADS_1


Happy Reading Gaes ☺️


Terimakasih sudah membaca 🙏


__ADS_2