Aku Bukan Pelayanmu

Aku Bukan Pelayanmu
Sakitnya Tak Dianggap


__ADS_3

Malam pun berganti dengan pagi. cahaya matahari yang sangat cerah, menyusup masuk melalui dinding-dinding bangunan yang ada di muka bumi ini.


Termasuk juga dengan bangunan yang telah ditempati oleh Dennis dan juga Windia. dan Karena itulah, wanita yang telah menjadi seorang istri itu mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya.


Seketika itu pula, Windia kembali dihantui Rasa trauma yang teramat sangat. serta kilasan-kilasan kejadian yang baru saja terjadi ramalan itu.


Hal itu tentu saja membuat Windia merasa sangat begitu sakit. dirinya tak terasa kembali menangis tersedu-sedu. Mengapa, hal-hal semalang itu, terjadi kepadanya.


Suara isakan tangis itu membuat laki-laki yang ada di sampingnya kembali terbangun dengan wajah merah padam karena merasa kesal.


" Kenapa kau menangis sepagi ini? Hah! kau mau mengganggu tidurku?!" tanya Denis dengan sedikit membentak. hal itu tentu saja membuat Windia yang mendengarnya, menunduk ketakutan.


" Ma-afkan Aku" ucapnya Seraya terbata-bata. tubuhnya sangat gemetar ketakutan. dan dengan perlahan, Windia Mencoba menjauh. karena dirinya takut akan terjadi yang tidak ia inginkan seperti semalam.


Apalagi rasa nyeri yang ditimbulkan oleh kegiatan semalam, masihlah terasa sakit sampai saat ini. jangan sampai, laki-laki yang telah menjadi suaminya itu melakukannya lagi.


Namun pemikiran Windia sepertinya telah terlambat. Karena Denis sudah kembali mendekatinya dengan Serigaian dari bibirnya.


tanpa basa-basi lagi laki-laki itu segera kembali menerjang tubuh lemah Windia hingga membuat wanita cantik itu merintih di bawah kuasanya.


"ampun, tolong lepaskan saya saya mohon!" ucap Windia Seraya menggeleng-gelengkan kepala ke kiri dan ke kanan menghindari serangan dari bi-bir laki-laki yang ada di hadapan itu.


Namun sepertinya laki-laki itu tak menghiraukan ucapan dari wanita yang tak berdaya yang berada di bawah tekanannya itu.


" ingat ya Gadis bodoh, kau itu Tak ubahnya hanya sekedar pelampiasanku Saja. dan kau hanya pelayanku! terutama pelayan di atas ranjang" ucapnya tersenyum sinis.


Sakit


Lagi-lagi, hanya kata itu yang mampu tergambar dalam hatinya. karena begitu dahsyatnya efek ucapan yang dilontarkan oleh Dennis itu.

__ADS_1


Rasa sakit yang timbul dari dirinya Yang Tak Dianggap sama sekali oleh laki-laki yang telah menjadi suaminya itu. bahkan dengan tiga menyebutnya sebagai j4l4n9.


siapapun wanitanya pasti akan merasa sakit jika mendengar kata-kata itu keluar dari mulut seorang laki-laki. Apalagi, laki-laki itu adalah suaminya sendiri.


" aku bukan pelayanmu!" sentak Windia. Entah dari mana, Gadis itu memiliki keberanian yang cukup besar untuk melawan sang suami.


Mendengar hal itu, membuat Denis Malah semakin tersenyum sinis padanya. Kemudian tangannya mencengkeram dagunya hingga membuat Windia meringis kesakitan.


" Wah kau sudah berani ya melawanku," ucapnya Seraya semakin memperkuat cengkramannya pada dagu lancip wanita itu.


Sontak saja hal itu membuat Windia merasakan kulit wajahnya seperti tertancap oleh benda tajam sangat sakit dan perih. Namun, yang lebih sakit adalah rasa perih yang ada dalam hatinya.


Rasa itu seperti berkali-kali lipat menghantam Ulu hatinya. hingga membuat gadis itu terkapar tak berdaya. memang terkadang, ucapan seseorang itu lebih menyakitkan daripada sebuah tusukan benda tajam. dan hal itulah yang dialami oleh Windia saat ini. Apalagi, jika laki-laki itu adalah suaminya sendiri.


Maka rasa sakitnya itu akan terasa berkali-kali lipat dari biasanya.


Denis yang mendengar isakkan tangis dari wanita itu, Malah semakin menjadi. dengan cepat, laki-laki itu menyambar benda kenyal yang ada di hadapannya.


Tanpa basa-basi, laki-laki itu segera kembali menerjang tubuh lemah dan ringkih itu. hingga terdengar lagi tangisan memilukan yang keluar dari mulut Windia.


Cukup lama mereka melakukan permainan panas itu. hingga membuat windia nyaris pingsan dibuatnya. Karena ternyata mereka melakukan hingga hampir jam 11.00 siang.


itu artinya hampir 5 jam mereka melakukan itu. dan Windia semakin merasa tersiksa saat melihat tenaga suaminya ternyata jauh lebih besar dan kuat dari apa yang dirinya perkirakan.


" ini baru awal gadis bodoh! kau akan mendapatkan hal yang lebih menyakitkan lagi dari ini!" ucapnya Seraya menatap tajam tubuh menyedihkan Windia.


kemudian melenggang pergi meninggalkan kamar itu. Sementara Windia, wanita cantik itu seketika menangis tersedu-sedu. dirinya menjerit sekuat tenaga.


"aaaakh, Kenapa nasib sial ini bisa terjadi padaku Ya Tuhan?" tanya wanita itu pada Tuhannya. seakan meminta keadilan hidup yang tak pernah ia rasakan dari kecil.

__ADS_1


karena memang, sedari kecil dirinya sudah terbiasa hidup susah. lebih tepatnya dilatih dan dipaksa untuk hidup susah.


Karena dulu, Ketika sang ayah masih sehat dirinya jarang sekali mendapatkan kasih sayang dari tuan Edward. karena laki-laki itu memang sibuk mencari uang dan juga mengurus anak-anaknya.


istrinya sudah lama meninggalkan dia. hingga Edward terpaksa berperan menjadi ibu sekaligus Ayah bagi ketiga anaknya yang masih kecil-kecil itu.


*****


Sementara itu di luar kamar tepatnya di ruang gym milik Denis. Terlihat laki-laki itu Tengah melamun dan sesekali menyesap sebatang rokok yang terselip di kedua jarinya.


" kau yang menyerahkan diri, Jangan harap kau bisa keluar dari sini" ucapnya penuh dengan penekanan Seraya tersenyum sinis.


tak lama berselang, suara ponselnya pun mengalikan atensinya. dengan segera, laki-laki itu mengangkatnya.


Yang ternyata, panggilan itu ternyata adalah dari Latika. gadis yang pernah mengisi hari-harinya selama hampir 3 tahun itu kembali menghubunginya.


" Halo Denis sayang, kau ada di mana?" tanya Latika sedikit manja. hal itu tentu saja membuat Denis seketika tersenyum tipis.


" lagi di rumah, baru saja memberikan pelajaran pada gadis kampungan itu." ucap Denis Seraya tak melunturkan senyuman di bibirnya itu.


Mendengar hal itu, tentu saja membuat Latika sedikit tercengang. Namun wanita cantik itu juga penasaran Apa yang dilakukan oleh mantan kekasihnya pada istrinya itu.


" emm, Memangnya Apa yang kamu lakukan?" tanya Latika sedikit kepo.


" biasalah! aku menghajarnya dengan olahraga dari pagi Hingga jam 11.00 ini. dan tadi malam pun, aku juga telah menghajarnya." ucap Denis dengan santainya.


hal itu tentu saja membuat Latika yang mendengarnya, seketika membulatkan mata karena merasa terkejut.


" Astaga, kau benar-benar melakukannya?" Pekik Gadis itu seakan tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh laki-laki yang pernah mengisi hatinya itu." sumpah ya Denis kau benar-benar Jahat kali ini" ucap Latika yang sedikit merasa kasihan pada nasib Windia.

__ADS_1


" Biarkan saja, itu hukuman untuknya karena sudah berani menggoda mommy ku hingga menikahkanku dengannya." ucap Denis dengan Ketus.


__ADS_2