Aku Bukan Pelayanmu

Aku Bukan Pelayanmu
Merawat


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan dari Denis, Vega tersenyum sinis Soraya menatap ke arah sang Putra." sekarang, gimana istrimu?" tanya Vega dengan nada yang mengejek.


Hal itu tentu saja membuat Denis menghembuskan nafasnya kasar. karena dirinya tahu, Apa yang dimaksud oleh sang ibu." mom please lah, Denis tahu pasti Latika hanya akan merajuk. Dia nggak akan pernah benar-benar pergi dari hidup Denis." ucap laki-laki itu meyakinkan dirinya sendiri.


Vega dan Robert yang mendengarnya, hanya bisa Saling pandang dan saling melempar senyum penuh arti.


" Sudahlah Denis, Jangan pernah berharap dengan wanita itu lagi. lebih baik sekarang kamu fokus dengan keluarga kecilmu." ucap Vega Seraya menatap sama ke arah sang Putra.


" Apa maksud mommy, kalau maksud ingin menyatukan aku dan wanita itu kembali, Aku tidak mau." ucap dengan nada tegas.


Robert dan Vega yang mendengarnya, seketika Saling pandang Seraya menghembuskan nafasnya kasar." lalu, Mau kamu apa? kamu masih mau menunggu wanita itu untuk kembali? sedangkan kami tidak bisa untuk selalu merawatmu." ucap Vega dengan nada tak kalah tegas.


Hal itu tentu saja membuat Denis yang mendengarnya, seketika terdiam. entah apa yang dipikirkan oleh laki-laki itu, yang jelas, Denis mempunyai rencana yang tidak akan disangka-sangka.


" Oke kalau gitu, Aku mau dirawat oleh dia. Asalkan, kebutuhan batinku juga harus terpenuhi." ucap Denis tersenyum lebar.

__ADS_1


Plak


satu geplakan kuat, mendarat mulus di kepala laki-laki itu. hingga si empunya kepala, meringis kesakitan karena geplakan itu terlalu kuat.


"Mom, Kenapa Mommy memukulku?" tanya Denis dengan tatapan bingungnya.


" bagaimana Mommy tidak ingin menamparmu, hah? kau sedang sakit saja Masih memikirkan hal itu?" tanya Vega Seraya menggelengkan kepala. wanita itu Tak habis pikir dengan apa yang ada di dalam otak dari Denis.


Bisa-bisanya, laki-laki itu memikirkan hal nyeleneh seperti itu. Padahal, dirinya baru saja tersadar dari komanya.


Pertanyaan itu, sukses membuat Vega dan Robert seketika terdiam. ya memang benar, apa yang dikatakan oleh Denis itu memang ada benarnya. karena memang, Denis dan Windia itu masih pasangan suami istri.


" mungkin ini jalan dari Tuhan. agar Denis dan Windia, bisa saling terbuka. bisa saja kan, mereka akan jatuh cinta." bisik Robert pada telinga sang istri.


Hal itu membuat Vega, lama terdiam. dan setelah beberapa saat, Vega dan Robert akhirnya menyetujui permintaan dari Denis.

__ADS_1


Walaupun, dirinya tidak mengatakan melayani Denis di atas ranjang pada Windia. karena pastinya, Gadis itu pasti akan menolak dengan apa yang akan dikatakan oleh kedua orang tua itu.


Sementara Denis tersenyum dengan sangat misterius. dan setelah itu, laki-laki itu segera berbaring kembali di atas Brankar rumah sakit.


" kau akan kembali lagi gadis bodoh!" umpat Denis dalam hatinya.


****


Setelah hampir 15 menit, Vega dan juga Robert akhirnya memutuskan untuk pulang. karena besok pagi, mereka akan kembali ke sini bersama dengan Windia.


Denis yang mendengarnya, hanya menganggukkan kepala. kemudian kembali memejamkan mata. tak lama setelah kedua orang tuanya pergi, Denis segera menghubungi seseorang.


" halo sayang, semuanya beres." ucapnya dengan tersenyum lebar.


"bagus beb, kita oasti akan berhasil," jawab seseorang dengan suara merdu dari seberang sana.

__ADS_1


__ADS_2